
sejak Morgan tahu kalau Lily adalah anak dari pemilik EriFa resto dia selallu datang kerestoran iti karena setiap Lily pulang kuliah Lily selalu datang ke restoran mama nya
Biran juga sering mampir tak sengaja Biran bertemu lagi dengan Morgan
"kamu" ucap Biran
"hei kamu yang waktu itu gak sengaja aku tabrakkan??"
"iya"
Biran dan Morgan duduk dimeja yang sama mereka berbincang untuk saling mengenal
Biran tersenyum melihat Morgan
hari demi hari berlalu hubungan Biran dan Morgan semakin dekat
kini Biran sudah mulai kuliah dia kuliah dikampus yang sama dengan Lily sedangkan Rayan kuliah di Belanda
ini adalah semester terakhir Lily
hari yang cukup panas Biran mengajak Morgan untuk menemui Lily
saat Biran memperkenalkan Morgan sama Lily baik Morgan ataupun Lily sangat terkejut
"hai kak aku mau ngenalin kakak sama seseorang" ucap Biran
"siapa??"tanya Lily
Morgan menghampiri Biran dan Lily
"ah ini dia Morgan Sanjaya temanku"
"hai" sapa Morgan
"Biran bisa kita bicara sebentar"
"kenapa??"
"ikut saja"
Biran dan Lily pergi keruangan mama papa nya yang kini menjadi ruangan Lily
"ada apa kak??"
"kamu ada hubungan apa sama dia??"
"hmm aku..."
"jangan bilang kalian pacaran??" Biran menganggukan kepalanya
"Biran" Lily sangat kesal dengan pengakuan Biran
"kenapa kak??"
"akhiri hubungan kamu dengan dia"
"kenapa kak?? Morgan pria yang baik kok"
"kamu bilang gitu karena kamu ga tahu siapa dia sebenarnya"
"kakak kenapa sih iri sama aku??"
"Biran dengarkan kakak cinta bisa membuat kita lemah 'jangan biarkan emosi menguasai kita' itu yang selalu papa bilang"
"emangnya kanapa apa aki salah kalau aku jatuh cinta??"
"ya kakak akui jatuh cinta memang tidak salah tapi pemilihan orang yang kamu cintai disitu kesalahannya"
Lily pergi ninggalin Biran dia pergi ninggalin restoran dan duduk di tangga sebuah bangunan dikota sambil melamun
*Biran seandainya saja kamu tahu seperti apa pria itu,, Biran maafkan kakak kakak cuman ga mau luka yang kakak rasakaan dan kakak dapatkan dari Aqsa kamu juga merasakannya. ucap Lily dalam hati
apa salah ku sama kamu Aqsa sampai kamu tega mengkhianati aku?? ucap Lily dalam hati tak terasa air mata mengalir dipipi Lily*
Rangga melihat Lily duduk sendirian
"Lily" panggil Rangga
Lily langsung menghapus air matanya,, sampai hari ini Lily masih membenci Rangga karena kejadian tempo hari
"kamu kenpa nangis Li??" tanya Rangga
"bukan urusan kamu" balas Lily dengan menekan setiap kata yanh dia ucapkan
Lily pergi dari sana selama perjalanan Lily menangis
Lily menghentikan Mobilnya dia memasang earphoon dan mendengarkan Musik
**Zutto shitakatta koto wa tsuini
Kimi to wa deki nai mama tou tou owarimashita
Hizuke ga kawaru koro ni te wo tsunaide konbini e aruku
Watashi no tonari ni chigau hito ga iru yo
Ashiteru to iware te mo kimi ja nai kara
Watashi wa jouzu ni warau koto ga deki nai
Ichi do mo sono kotoba wo kuchi ni shi nakatta kimi wo kimi wo
Watashi wa wasurerarezu ni iru yo
Atarashii koibito to dakiatte iru toki mo
Kisu wo shi te ru toki demo kimi wo omoidasukara
Kimi dattara kimi dattara
Ima koko ni iru no ga
Kimi dattara kimi dattara
Donnani yokatta ka
Kimi dattara kimi dattara
Watashi wa shiawase datta noni
Sonna koto bakari kangae te shimau
Nagai jikan ga sugi te mo naze
Kimi no koto bakari kangae te shimau no ka
Kokoro wo yurushikitta kimi no asagata no manazashi wo
Ima demo oikake te yumemi te iru yo
Atarashii koibito to tanjoubi sugoshi te mo
Ryokou ni itte mo kimi wo omoidasu kara
Kimi dattara kimi dattara
Ima koko ni iru no ga
Kimi dattara kimi dattara
Donnani yokatta ka
Kimi dattara kimi dattara
Watashi wa shiawase datta noni
Sonna koto bakari kangae te shimau
Kimi dattara kimi dattara
Ima koko ni iru no ga
Kimi dattara kimi dattara
Donnani yokatta ka
Kimi dattara kimi dattara
Nan demo aiseta noni na
Sonna koto bakari kangae te
Kimi dattara kimi dattara
Ima koko ni iru no ga
Kimi dattara kimi dattara
Atashi wa shiawase datta noni
Kimi dattara kimi dattara
Nan demo aise ta noni na
Sonna koto bakari kangae te shimau**
"Lagu ini sangat menggambarkan perasaanku saat ini jika saja kamu Aqsa aku pasti sangat bahagia" ucap Lily menghapus air matanya.