
setelah satu minggu di Swiss Erina dan Faiz pulang ke Makasar namun kini giliran Bunda dan ayah yang ke Swiss.
2 hari setelah Erina dan Faiz pulang ke Makasar bunda dan ayah berangkat ke Swiss.
Erina dan Faiz melakukan aktivitas seperti biasanya,, Faiz mengurus Hotel miliknya namun sesekali dia membantu sang istri mengurus Restoran.
selain Erina mengurus restoran miliknya Erina juga sibuk dengan butik milik bundanya dia juga sesekali dia mengontrol perusahaan Jordan Grup.
hari minggu Erina dan Faiz jalan jalan ke taman
Faiz pergi sebentar Erina duduk di kursi taman sendirian
seorang gadis tersenyum pada Erina dia menghampiri Erina
"hai Erina" sapa Miki
"hai Miki" balas Erina
"aku senang karena akhirnya aku menikah dengan Bintang tapi ingat ini dengan baik Bintang masih menyimpan perasaan sama kamu aku bisa lihat itu dari caranya menatap kamu,, jika kamu berani merebit Bintang dari aku lihat saja apa yang akan aku lakukan" ancam Miki
"kamu tidak perlu khawatir bagiku memikirkan pria lain selain suamiku adalah dosa" jawab Erina
"baguslah" ucap Miki Erina pergi meninggalkan Miki kala dia melihat Faiz datang
Erina dan Faiz pergi ke super market
"kamu mau beli apa??" tanya Faiz
"Faiz kamu yang ngajak aku kesini malah kamu yang tanya aku mau beli apa" jawab Erina
"oke oke I'm sorry,, sebenarnya aku mau beliin kamu sesuatu aku belum sempat ngasih kamu hadiah pernikahan jadi apapun yang kamu minta aku akan belikan"
"apapun??"
"iya apa pun"
"sebenarnya ada yang aku mau"
"apa??"
"aku pengen Farpum Lily"
"cuman itu??" Erina menganggukan kepakanya
Erina melihat lihat sekitar dan brakkkk dia menabrak seirang pria yang tak lain adalah Bintang.
"Erina" ucap Bintang Erina berusaha pergi namun Bintang menghentikan langgkah Erina dia menarik tangan Erina
"lepaskan aku" Erina berusaha melepaskan tangannya
"sampai kapanpun aku gak akan biarkan kamu lepas dari aku,, Er aku akan cari cara agar kita bisa hidup bersama aku janji beri aku waktu 3 bulan"
"terserah" Erina berhasil melepaskan tangannya dan pergi meninggalkan Bintang
Faiz menyembunyikan kalung yang dia beli untuk Erina.
Erina bingung harus memberi hadiah apa untuk Faiz tidak mungkin dia tidak memberkan hadiah.
sampai akhirnya Erina menemukan sesuatu yang menurutnya sangat bagus untuk Faiz
setelah belanja Erna dan Faiz pulang ke rumah namun ditengah perjalanan Erina melihat sesuatu
"Faiz hentikan mobilnya" Faiz menghentikan mobilnya
"ada apa??" tanya Faiz penasaran Erina langsung turun
ternyata Erina melihat ada penjual gulali Erina beli gulali itu kemudian masuk lagi ke mobil
"Erina Erina kamu gak pernah berubah ya" ucap Faiz mengelus lembut kepala Erina
"kenapa??" tanya Erina
"sampai kapan kamu mau jajan gulali??" balas Faiz
"entah" jawab Erina singkat
Erina makan gulali dengan lahap seperti anak kecil Faiz hanya tersenyum melihat Erina.
sesampainya dirumah Erina langsung duduk di ruang keluarga sedangkan Faiz masuk kekamar.
"Aku pasti bisa ini yang terbaik" ucap Erina pada dirinya sendiri
Erina asik nonton Tv diruang keluarga hingga tak terasa malam tiba
"hei putri raja kamu gak mau mandi??" tanya Faiz baru datang
bukannya mandi Erina malah makan malam dulu Faiz tidak bisa mencegah Erina.