
hari berganti Musim berganti begitu juga dengan tahun.
7 tahun telah berlalu
Miki baru saja pulang dari rumah Bintang setelah mami nya membujuk Bintang akhirnya Bintang menerima Miki mengisj kekosongan hati nya yang dulu diisi oleh Erina.
setelah Erina ke Swiss tidak ada kabar tentang dirinya bahkan keluarga Erina menutup rapat keadaan Erina.
kini Bintang siap menikahi Miki walaupun hatinya masih memilih Erina.
dijalan menuju pulang segerombol pria menghadang mobil warna mewah warna pink gadis canti itu keluar dari mobil
"ada apa ya??" tanya Erina
"wihh cantik banget ni bro bikin selera makan kita aja" ucap salah satu pria itu
"kalian pikir aku makanan apa??" Erina bergegas masuk kemobil namun tangannya ditarik
"lepaskan aku" teriak Erina
"kalau gak mau"
Erina berusaha melawan namun dia sendiri tak mampu menghadapi mereka semu seorang pria tampan datang menolong Erina.
pria itu mengalahkan semua pria jalanan itu.
"kamu gak apa apa??" tanya Pria itu
"enggak aku gak apa apa" jawab Erina tanpa melihat wajah pria itu
"dijalan ini emang rawan pria kaya gitu kamu harus hati hati"
"makasih ya udah nolong aku" kini Erina melihat wajahnya dia terkejut
"Faiz" ucap Erina
"E..Erina" ucap Faiz
Faiz Dirga Adipratama dulu adalah tetangga Erina mereka sering main bareng namun Faiz harus pindah ke Bandung karena alasan pekerjaan ayahnya dipindahkan.
akhirnya mereka berhenti di sebuah restoran
"Erina kamu kemana aja selama 7 tahun ini??" tanya Faiz
"aku di Swiss aku harus menjalankan amanat omah" jawab Erina
"Erina selama 7 tahun ini aku nyari kamu kesana kemari tapi ternyata..."
"maaf Is aku gak ngasih tahu kamu"
Faiz dan Erina tetlihat bahagia setelah 15 tahun mereka berpisah akhirnya mereka bertemu kembali.
"ohh iya kamu masih suka main golp??"
"iya dong mana mungkin aku gak suka itukan olahraga favorit aku"
Faiz dan Erina melepas rasa rindu satu sama lain.
"oh iya Erina kamu baru pulang dari Swiss??"
"iya aku bahkan belum pulang kerumah"
ketika sampai dirumah Erina terkejut melihat Bintang ada dirumahnya.
"Bintang" panggil Erina
"Erina" Bintang melihata kearah Erina
Erina meliah undangan yang dipegang Bintang
"Erina siapa dia??" tanya Faiz
"ohh teman SMA" jawab Erina
"sayang Erina kamu udah pulang kok nggak ngabarin Bunda sih" Bunda langung memeluk Erina
"iya Erina mau bikin kejutan untuk Bunda" jawab Erina
"ehh Faiz ayo duduk is"
"iya tante"
"oh iya gimana perjalanannya??"
"tadi ada sedikit kendala bun tapi untung ada Faiz"
"tapi kamu nggak apa apa kan??"
"engga bun berkat Faiz"
"makasih ya Faiz"
"sama sama tante"
Bintang terlihat cemburu mendengar pujian Erina untuk Faiz
"oh iya sayang Bintang kesini ngundang kita kepernikahannya loh" ucap Bunda
"ohh iya kapan??" Erina terlihat bahagia
bagaimana bisa kamu bahagia saat tahu aku akan menikah dengan Miki. ucap Bintang dalam hati
"minggu depan" jawab Bintang
"selamat ya,, ohh iya aku pasti akan datang. Faiz kamu maukan temenin aku??" ucap Erina
"hei putri raja kalupun aku nolak kamu pasti akan maksa aku" jawab Faiz nyubit pipi Erina
"Faiz sakit tahu" ucap Erina manja memegang pipinya yang dicubit Faiz
Bunda hanya tersenyum melihat putrinya dan teman lamanya masih sama seperti dulu sedangkan Bintamg... hatinya semakin terbakar cemburu.
Bintang berfikir kalau Faiz adalah alasan Erina ninggalin Bintang gitu aja.