The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
Dinner



Erina dan Bintang kini sudah sampai dirumah mereka disambut oleh keluarga mereka dengan hangat.


"Erina kita makan malam bareng ya" ucap Jordan ayahnya Erina


"iya yah Erina mau kekamar dulu" jawab Erina


Erina pergi ke kamar Bintang juga ikut pergi dia pergi keluar


"Bintang kamu mau kemana??" tanya Mahesa


"Bintang cuman mau ke luar bentar pih" jawab Bintang


"sepertinya anak kita cocok ya kalau jadi pasangan" mami nya Bintang semua tersenyum


"iya usia mereka juga gak beda jauh" jawab Bundanya Erina


dikamar Erina


Erina mengganti baju dia memakai dress selutut warna lavender rambut panjangg yang terurai dengan make up sederhan acssesoris hanya kalung dileher dan hiles dengan warna senada.


Diluar rumah


Bintang menatap bintang diatas langit malam ini cuacanya sangat cerah taburan bintang menghiasi lagit ditambaha cahaya bulan purnama yang begitu terang.


diruang makan


makanan sudah dihidangkan semua menunggu Bintang dan Erina.


"Ahh itu Erina" ucap Bunda melihat ke arah Erin yeng menuruni anak tangga


Bintang menatap Erina sampai tidak berkedip


"pih lihat anak kita dia menatap Erina samapi segitunya kayanya Bintang suka deh sama Erina" ucap mami


"iya papi rasa juga gitu" jawab Papi


"maaf ya om tante Erina kelamaan" ucap Erina


"gak apa apa kok tante ngerti perempuan kalau ufah ketemu sama cermin pasti bakalan betah" mami tersenyum begitu juga semua orang


Bintang kini duduk dihadapan Erina disebelah mami nya.


Erina fokus pada makanannya sedangkan Bintang tak bisa berhenti menatap Erina.


"Erina" panggil Mahesa


"iya om" jawab Erina


"kamu mau lanjutin pendidikan kamu dimana??" tanya Mahesa


"ayah sama bunda udah atur semuanya Erina akan kuliah di Swiss" kalimat itu bagaikan petir yang mengyambar Bintang walaupun saat diperjalanan tadi Erina sudah bilang


"iya sebenarnya kita juga gak mau kalau Erina jauh dari kita" ucap Bunda


"terus kenapa harus dikirim ke Swiss??" tanya Mami


"mau bagaimana lagi ini amanat dari omanya Erina kita gak bisa ngapangapain lagi" jawab Jordan


"kalau Bintang sendiri mau kuliah dimana??" tanya Bunda


"Bintang mau kuliah di Jakatra tante" jawab Bingang singkat seolah tak bersemangat namun masih berusaha untuk tersenyum.


dinner sudah selelasi Bintang dan keluarganya pulang setelah selesai makan Erina langsung masuk ke kamarnya,, dia bahkan tidak ada ketika Bintang akan pulang.


mata Bintang mencari cari Erina namun Erina tak muncul juga.


selama diperjalanan Bintang hanya diam


"kenapa Bintang kamu mau kuliah di Swiss juga??" tanya Mahesa membuka pembicaraan


"apa apaan sih papi,, ngapain aku kuliah jauh jauh untuk aku Jakarta udah cukup jauh" jawab Bintang


"heyy Maksar sama Jakarta kalau menurut papi dekat kalau Makasar sama Swiss baru jauh" Mahesa tersenyum nakal


Bintang terdiam menatap jendela mobil.


Erina membaringkan tubuhnya


entahlah aku sendiri tidak tahu kapan aku menyukaimu Bintang,, selama ini aku gak pernah tertarik dengan yang namanya cinta tapi... entah kenapa kali ini aku. ucap Erina dalm hati


"rasanya baru kemarin aku memutuskan untuk hidup mandiri sekarang aku harus bersiap siap untuk mengumumkan kepublik siapa aku sebenarnya" ucap Erina lalu mematikan lampu kamar dan tidur.