The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
birthday



hari ulang tahun Lily dan Bitan tiba pesta yang diadakan sangat meriah semua teman Lily dan Biran datang


penampilan Lily membuat semua mata terus memandangnya



Biran juga tak kalah cantik dari Lily



"Lily emang cantik ya tapi Biran juga manis"ucap Evan pada Rangga


"kamu suka sama Biran??"


"entahlah"


"kak Lily bisa ikut aku sebentar" bisik Rayan


"kemana??" tanya Lily


"Aqsa ada disini kak"


Lily langsung mengikuti Rayan


sesampainya ditempat Rayan pergi ningggalin Lily berdua dengan Aqsa


"Aqsa" panggil Lily


"Lily" Aqsa langsung memeluk Lily


"aku pikir kamu gak akan datang"


"maaf Lily mungkin ini pertemun terakhir kita"


"a.. apa maksud kamu??"


"Lily aku tahu sangat sulit bagiku dan bagimu tapi mama sama papa memberitahu aku kalau aku sudah dijodohkan dengan anak dari teman papa sejak kecil"


"apa?? tidak mungkin"


"maaf Lily"


Lily tidak bisa mengatakan apa apa lagi dia berusaha tersenyum dihadapan Aqsa walapun hatinya menangis


Aqsa tahu kalau Lily sangat terluka tapi dia sendiri tidak bisa menolak papa sama mama nya


Lily menguatkan dirinya dihadapan Aqsa dia berusaha menahan air matanya


Aqsa mendekati Lily berniat mencuri ciuman dari Lily namun Lily langsung menghindar


"maaf aku harus kembali mama sama papa pasti nyari aku"


Lily pergi ninggalin Aqsa


pesta belum selesai Biran dan Erina mengambil Foto



Faiz merasa sangat bahagia ketika melihat keluarganya dipenuhi kebahagiaan


Lily dan Biran meniup lilin ulang tahun mereka Lily dan Biran menyuapi kue potongan pertama pada mama dan papanya tak lupa pada Laura Verel dan Rayan


"selamat ulang tahun kak Lily Biran" Rayan memberikan hadiahnya pada Lily dan Biran


"terima kasih" ucap Lily dan Biran kompak


usai pesta Lily dan Biran mengganti pakaian mereka


seperti sebelumnya mereka akan mengambil Foto bersama kue ulang tahun mereka untuk diperlihatkan pada oma mereka



Faiz melihat ada yang disembunyikan oleh Lily namun Faiz tidak bertanya kepada Lily


Biran dan Lily langsung istirahat


semalaman Lily menangis karena keputusan Aqsa yang melukai hati Lily


keesokan harinya Faiz kekamar Lily


"sayang" panggil Faiz


"iya pah" Lily berusaha menyembunyikan matanya yang bengkak


"papa tahu ada yang kamu sembunyikan dari kami semua,, papa siap jadi teman cerita kamu" Faiz berusaha menjadi teman Lily


"ngga kok pah Lily ngga sembunyiin apa apa dari papa" Lily masih berbohong


"Lily papa tahu bagaimana kamu,, sejak dulu kamu selalu menyembunyikan semua masalah kamu dari mama sama papa,, Lily papa ga mau putri papa sedih"


"papa Lily ga sedih"


Faiz mengalah namun Faiz tetap cemas melihat Lily


ditempat lain Erina bersama Biran


"mah kenapa sih akhir akhir ini papa lebih sering menghabiskan waktu sama kak Lily??"


"sayang kak Lily saat ini sangat membutuhkan papa,, kamu tahu sendirikan gimana kak Lily cuman papa yang bisa menenangkan kak Lily mama sama papa takut kak Lily histeris ketakkutan lagi kaya dulu apa lagi beberapa waktu yang lalu ada yang neror kak Lily"


"tapi kan Biran juga pengen sama papa"


"Biran gak perlu cemburu gitu,, kan ada mama"


Biran tersenyum selama beberapa terakhir Biran lebih banyak menghabiskan waktu dengan Erina dibandingkan dengan Faiz.