The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
Grandma Is Sick



pagi hari telepon berdering Erina mengangkatnya


"hallo" sapa Erina


"Erina sayang kamu bisa ke Swiss??" tanya Jordan


"ada apa yah kenapa ayah terdengar panik??"


"Bunda sakit sayang kamu bisa kesini kan??"


sektika Erina kaget mendengar Bundanya sakit


"Erina pasti datang Yah" Erina langsung menutup teleponnya


Faiz turun dan melihat Erina mrnangis


"ada apa Erina??" tanya Faiz


"Bunda"


"Bunda?? ada apa dengan Bunda??"


"oma kenapa mah??" tanya Biran tiba tiba


"Bunda sakit kita harus kesana sekarang"


"oma sakit!!??"


"iya Biran opa tadi telepon katanya oma sakit"


"oke aku akan siapkan tiket untuk kita"


"Biran ikut mah pah"


"kemasi barang barang"


dengan segera Faiz beli tiket pesawat sedangkan Biran dan Erina mengemasi barang barang mereka


Biran memberi tahu Lily lewat email Lily yang kaget tanpa memberi tahu Hiro dia juga pergi ke Swiss


setelah menempuh perjalanan yang panjang akhirnya merekatiba mereka langsung kerumah sakit dimana Bundanya Erina dirawat


"opa bagaimana keadaan oma??" tanya Biran


"kondisinya kritis" jawab Jordan lemas


"Bunda" tak henti hentinya air mata mengalir dipipi Erina Faiz terus berusaha menenangkan Erina


dokter keluar setelah pemeriksaan


"dok gimana keadaan Bunda??" tanya Erina penasaran


"keaadaannya semakin kritis kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan pasien"


"Lily" Faiz cemas melihat Lily yang terlihat begitu kacau


dokter kembali kembali kedalam ruangan


"opa sebenarnya apa yang terjadi pada oma??" tanya Lily


"oma terinfeksi virus mematikan" jawab Jordan pasrah


"Bunda,, Bunda pasti kuat Erina mohon bertahanlah demi Erina"


"Bunda Faiz yakin Bunda pasti sembuh Bunda adalah wanita yang kuat"


"oma ini Biran oma Biran mohon buka mata oma Biran datang untuk bermain sama oma"


"Oma Lily janji kalau oma sembuh Lily akan turuti semua kemauan oma"


semua orang hanya bisa melihat Bunda dari jendela


kepiluan menyelimuti keluarga Jordan semua orang tak henti hentinya berdoa untuk keselamatan Bunda


setelah 2 jam dokter didalam akhirnya dokter keluar


"dok bagaimana keadaan istriku??" tanya Jordan


"kami sudah berusaha semaksimal mungkin sekarang keadaannya sudah stabil pasien sudah melewati masa masa kritisnya" jawab Dokter


"syukurlah" ucap semua orang


"apa Bunda sudah bisa dijenguk??" tanya Erina


"tentu tapi harus bergiliran karena pasien harus banyak istirahat"


"terima kasih dokter"ucap Faiz


"kalau begitu saya permisi" dokrer pergi meninggalkan tempat


Jordan masuk duluan melihat keadaan sang istri tercinta selang beberapa lama Jordan keluar dan Erina masuk bersama Faiz


air mata terus berlinang dimata Erina,, tak kuasa melihat sang Bunda tercinta sakit Erina hanya bisa menangis


Faiz terus merangkul Erina karena Faiz juga sama sedihnya seperti Erina selama Faiz mengenal Bunda,, Bunda selalu memperlakukan Faiz seperti putranya sendiri jadi Faiz tahu benar apa yang Erina rasakan


rasa takut akan kehilangan seseorang yang kita cintai pasti akan dirasakan semua orang


setelah cukup lama Erina dan Faiz keluar dengan cepat Lily dan Biran masuk


Biran dan Lily sangat sedih melihat keadaan oma mereka keduanya menangis sambil terus saling menyakinkan kalau oma mereka pasti akan sembuh


semua hal terus Lily dan Biran katakan untuk menghibur diri mereka sendiri


kesedihan masih menyelimuti keluarga Jordan tak henti henti doa terus dipanjatkan untuk keselamatan sang Bunda.