
seperti biasanya Maria selalu menemui Erina direstoran Erina
sore hari Maria ke EriFa Resto baru saja dia masuk seorang pria menghentikan langkahnya
"Maria" panggil Rangga Marialangsung menghentikan langkah kakinya ketika mendengar panggilan Rangga
"Rangga" Maria menoleh kearah Rangga
"bisa kita bicara sebentar??" tanya Rangga Maria mengangguk
mereka memlih meja ditempat yang tak terlalu ramai
"ada apa?? apa yang ingin kamu bicarakan??" tanya Maria
"maaf" balas Rangga singkat dengan menundukan kepalanya
"untuk apa kamu minta maaf?? Rangga kamu tidak salah tapi kamu minta maaf lucu sekali"
"maaf karena selama ini aku tidak pernah menghargai perasaan kamu" seketika Maria terdiam mendengar kalimat yang terucap dibibir Rangga
"Maaf karena selama ini aku selalu sibuk dengan urusanku sendiri,, maaf karena selama ini yang aku kejar adalah Lily walaupun aku tahu Lily tidak mencintai aku,, maaf karena aku menutup hatiku untuk kamu,, maaf karena aku selalu mengacuhkan kamu,, maaf...."
"Rangga..."
"Rangga aku akui aku pernah tidak terima ketika kamu lebih memelih Lily segala cara sudah aku lakukan untuk membuat kamu tertarik sama aku tapi semua itu gak ada gunanya,, Rangga sejak tante Erina hadir dalam hidup aku mengisi kekosongan sosok ibu dihidup aku sejak saat itu aku sadar bahwa cinta tidak bisa dipaksakan,, aku boleh mencintai kamu tapi aku gak bisa memaksa kamu mencintai aku"
"maaf Rangga tapi akan lebih baik jika kita berteman saja" Maria seolah mengerti arah pembicaraan mereka akan dibawa kemana oleh Rangga
"Maria kamu...."
"Rangga aku tidak ingin masalalu terulang"
"maksud kamu??"
"kamu tidak perlu tehu banyak tentang masa lalu yang aku katakan yang kelas aku tidak mau hubungan yang dipaksakan karena percuma saja itu tidak akan membuat siappun bahagia,, permisi" Maria meninggalkan Rangga sendiri dan menemui Erina
"Kenapa,, kenapa setiap kali aku sadar dengan perasaan ini pasti saja perempuan yang aku suka selalu pergi meninggalkan aku??" Rangga kmengacak ngacak rambutnya
walaupun Maria terlihat tenang ketika mengatakan semua itu pada Rangga namun hatinya tersa sangat sakit dadanya terasa sesak
Maria menemui Erina tapi tidak lama kemudian Maria pulang
sesampaonya dirumah Maria langsung kekamar dia langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang besar miliknya
Maria memejamkan matanya unggkapan Rangga tadi masih jelas ditelinga Maria namun Maria ingat dengan kehidupan Miki dan Bintang setelah Maria tahu jika orang tuanya menikah bukan karena cinta
Aku,, aku memang selalu mencintai kamu Rangga tapi aku tidak bisa memaksa kamu mencintai aku,, aku tidak ingin masa lalu terulang kembali dimana Ibu papa menikah bukan karena cinta sedangkan perempuan yang papa cintai juga menikahi pria lain walaupun kehidupan tente Erina penuh dengan kebahagian dan penuh dengan cinta bersama Om Faiz mereka bahagia tapi papa dan ibu meskipun aku sudah lahir mereka tidak pernah bisa bahagia mereka tidak pernah bisa saling mencintai,, bahkan ibu sekarang entah dimana. Maria masih memejamkan matanya tak terasa air mata Maria menetes
"tidak Maria kamu kuat jangan menangis hanya karena mengingat hal itu" Maria kini terbangun dan duduk Maria menguatkan dirinya sendiri sambil menghapus air matanya yang tiba tiba menetes.