The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
Learn to Accept Your Presence



Lily masuk kedalam kamar terlihat Hiro duduk diatas ranjang sibuk dengan leptomnya


Lily mengingat kembali apa yang dikatakan mamanya


Hiro masih fokus denga leptopnya,, Lily berjalan mendekati Hiro perlahan menyadari suara langkah seseorang yang mendekat Hiro memandang Lily


"Lily kamu??" Hiro menutup leptopnya


"a...aku tidak bermaksud mengganggu kamu aku cuman mau ambil hp aku" Lily mengambil hp yang terletak tak jauh dari Hiro


"aku tidak merasa terganggu jangan merasa canggung seperti itu" Hiro tersenyum tak bisa dia lepaskan pandangannya dari sang istri,, Lily menanggukan kepala dan membalas senyuman Hiro


manis cantik itulah yang tergambar pada wajah Lily saat dia tersenyum


Lily beejalan menjauhi Hiro dia sibuk dengan hpnya entah apa yang dia lakukan hanya Lily yang tahu


keesokan harinya semua orang sudah siap untuk sarapan Lili terlihat asik sendiri dengan hp nya


"Lily sayang jangan biasakan kebiasaan buruk nak" ucap Erina namun Lily tetao sibuk dengan hpnya


"maaf mah ini sangatpentpenting" jawab Lily tahu apa maksud kebiasan buruk yang Erina katakan


"Lily" panggil Faiz


"Lily pamit ya" Lily beranjak dari posisinya


"kamu mau kemana?? sarapan dulu" ucap Erina


"masalah kerjaan" jawab Lily


baru beberapa langkah Faiz menghentikan langkah Lily


"Lily kamu tidak minta ijin suami kamu??"


seketika Lily langsung berbalik dia lupa kalau sekarang dia tidak hidup sendiri lagi tapi statusnya sekarang adalah sebagai seorang istri


"maaf pah Lily lupa" Lily memandang Hiro


"aku tidak akan melarang kamu"


"terima kasih" Lily berlari kearah Hiro dan spontan mencium pipi Hiro


"aku pamit" Lily pergi meninggalkan semua orang


semua orang terkejut dengan tingkah Lily mata Faiz dan Erina membulat melihat tingkah Lily sedangkan Hiro hanya bisa terdiam tanpa kata


****


Lily mengirimkan pesan pada seseorang


*hai bisa kita ketemu malam ini aku mohon,, kita ketemu di EriFa Resto malam ini jam 8


#Lily*


malam harinya jam 8 malam seseorang datang sesuai permintaan Lily


ya Maria dia datang ke EriFa Resto dengan pakaian yang tidak terlalu pendek



Maria berjalan masuk kedalam seorang pelaian datang menghampiri Maria


"ada yang bisa saya bantu nona??" tanya pelayan


"Lily memintaku datang kemari" jawab Maria


"ah dengan Nona Maria Mahesa??"


"mari biar saya antar kemeja nona" Pelayan itu mengantarkan Maria kemeja yang sudah disiapkan


"silahkan nona ini meja anda kalau begitu saya permisi"


Maria bingung dengan meja tersebut padahal dia hanya akan bertemu dengan Lily tapi kenapa meja itu seakan disiapkan untuk dinner



"Hai Maria" suara itu Maria sangat mengenalnya


Maria langsung berbalik kearah suara itu


"Rangga?? bagaimana mungkin kamu ada disini??" Rangga tersenyum mendengar pertanyaan Maria


seorang wanita menunjukan diri pada Maria tepat dibelakang Rangga


"Lily?? jangan bilang ini rencana kamu??"


"maaf Maria,, tapi kamu berhak bahagia aku tahu kamu masih sangat mencintai Rangga jadi jangan kamu bohongi perasaan kamu sendiri,, Rangga Good Luck aku pergi tugas aku sudah selesai" Lily meninggalkan Rangga dan Maria berdua


"jadi Maria maukah kamu menikah denganku??" Rangga berjokok menunjukan sebuah cincin kepada Maria



Maria tidak diam mematung tatapannya menatap kosong kearah Rangga


"Maria,, Maria" panggil Rangga membangunkan lamunan Maria


"hmmm??"


"apa jawaban kamu??" Rangga masih dalam posisi yang sama


Maria tidak bisa mengatakan apa apa tapi Maria menanggukan kepalanya sebagai jawabannya


Rangga langsung memasangkan cincin dijari manis Maria


***


sesampainya dirumah Lily langsung masuk kekamar dia melihat Hiro sedang sibuk dengan hpnya


perlahan Lily menghampiri Hiro


"Hiro" Lily mencoba membuka pembicaraan Hiro langsung memandang Lily dan menyimpan hpnya tanpa mengalihkan pandangannya dari Lily


"ya ada apa Lily??"


"Hiro aku" Lily rangu mengatakannya


"katakan saja jangan takut aku akan tersinggung" Hiro mengerti dengan sikap yang Lily tunjukan


"aku akui pernikan kita bukan karena cinta,, Hiro bahkan malam itu saat kita... aku...."


"aku mengerti aku tahu segalanya"


"bagaimana mungkin aku bahkan tidak memberitahu siapa pun termasuk mama??"


"kemarilah" Hiro menarik tangan Lily memintanya duduk disebelahnya Lily duduk disamping kanan Hiro


Hiro membalikan badannya kini Hiro menghadap Lily


"dengar Lily sikap dingin kamu yang selalu berbicara tentang segalanya,, aku tahu jika malam itu kamu memang masih tidak mencintai aku,, bahkan dimalam setelah kamu tak sengaja bertemu dengan dia kamu sendiri tidak sadar apa yang kamu lakukan,, Lily harusnya aku yang meminta maaf" spontan tangan Lily membungkam mulut Hiro


"Hiro aku memang tidak bisa mencintai kamu tapi aku berjanji aku akan berusaha dan belajar mencintai kamu akan belajar menjadi istri yang baik dan berbakti kepada suaminya,, Hiro aku beri aku waktu untuk bisa mencintai kamu dan belajar menerima kehadiran kamu sebagai suami aku" Hiro memegang tangan Lily yang membungkam mulutnya perlahan Hiro menurunkan tangan Lily


"aku akan selalu menunggu kamu untuk mencintai aku,, aku akan selalu menunggu kamu untuk bisa menerima kehadiranku" Hiro tersenyum berusaha meyakinkan Lily