
setelah beberapa hari kini kondisi Biran semakin mambaik kini Biran sudah dipindahkan kerung rawan namun Biran masih belum dieperbolehkan banyak bergerak
hari demi hari Erina Faiz Bunda Laura Verel Jordan Rayan Lily dan Hiro saling bergantian menemani Biran
Hari ini giliran Erina dan Faiz namun Lily dan Hiro juga ada dirumah sakit
seorang pria dan wabita datang membawa parsel buah semua orang terkejut melihat mereka ya mereka adalah Evan dan Vanya yang datang menjenguk Biran
"mau apa kalian?? masih belum puas kalian menyakiti Biran??" tanya Lily penuh emosi
"Li aku dan Vanya kesinih karena ingin jenguk Biran" jawab Evan
"Lily biarkan mereka menjenguk Biran" ucap Erina
"jika bukan karena mama aku gak akan pernah biarkan kalian masuk"
"masuklah"
Evan dan Vanya masuk kedalam menemui Biran saat itu Biran tengah tidur
Evan duduk disebelah ranjang Biran dan memegang tangannya
"Biran maafkan aku karena aku gagal melindungi kamu harusnya aku yang ada diposisi kamu saat ini" Evan menenggelamkan wajahnya dikedua tangannya yang memegang tangan Biran
"Evan" terdengar suara Biran pelan Evan langsung mendongakan kepalanya dan memandang wajah Biran ya Biran terbangun karena merasakan tangannya yang dipegang
"maaf" rintih Evan
"tidak perlu minta maaf"
"Biran bagaimana keadaan kamu sekarang??" tanya Vanya yang sendari tadi berdiri dibelakang Evan seketika wajah Biran berubah melihat Vanya
"maaf aku tidak sempat mengucapkan selamat untuk kalian"
"Biran harusnya aku yang minta maaf karena aku kamu jadi terluka"
hiro keruanan Mizuki
"ibu" panggil Hiro
"ah Hiro" Mizuki memandang wajah puteanya itu
"Biran akan baik baik saja namun seperti yang kita ketahui selain pada kepalanya luka pada kakinya cukup parah jadi ada kemungkinan Biran akan mengalami kelumpuhan namun ibu sendiri masih belum tahu pasti apakah Biran akan lumpuh selamanya atau hanya sementara"
"gadis itu sangat baik kenapa hal ini harus menimpa dia"
"dengar sayang tidak ada yang akan tahu apa yang akan terjadi pada kita dimasa depan,, sayang ibu merasa ada hal yang janggal dibalik kecelakan Biran"
"maksud ibu??"
"tidakkah kamu merasa semua itu seakan kebetulan Evan yang bertunangan dengan Vanya dan melangsungkan acara pertunangannya di Bangka pada saat yang bersamaan Biran dan keluarganya juga ada di Bangka,, dan mengenai kecelakaan yang Biran alami kanapa harus lampu yang ada tepat pada kepala Evan bukan yang lain"
"bukankah ibu yang bilang jika kita tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadib dimasa depan??"
"iya sayang tapi coba kamu pikir bagaimana bisa kejadiannya seolah disengaja??"
Hiro terlihat berpikir setelah beberapa lama dia bangkit dari duduknya
"Hiro kamu mau kemana??"
"aku akan menyelidiki semua itu ibu,, ibu benar jika semua itu sebenarnya disengaja,, aku yakin siappun orangnya dia tahu jika Biran tidak akan membiarkan Evan terluka karena Biran sangat mencintai Evan"
"ya kamu benar tapi yang jelas dia bukanlah Rico"
"maksud ibu"
"ibu dapat telepon dari ayah kamu jika Rico sudah diamankan pihak berwajib"
"jadi ayah sendiri yang menngani kasus itu??"
"kasus Rico berbeda dengan kasus Aqsa sayang,, Rico terjelat korupsi diperusahaan tempat dia bekerja perusahaan miliknya bangkrut dua tahun yang lalu"
setelah mendengar penjelasan Mizuki Hiro langsung keluar sebelum meninggalkan rumah sakit Hiro menemui Lily terlebih dahulu
"Li" panggil Hiro
"iya??" jawab Lily
"maaf aku harus pergi ada pekerjaan penting nggak apa apa kan??"
"jangan khawatir ada mama sama papa disini"
"iya usah aku pamit ya" Hiro mencium kening Lily dengan lembut kemudian pergi