
disebuah sekolah elit seorang gadis cantik berjalan menyusuri lorong lorong sekolah semua mata memandangnya
"siapa dia canti sekali murid baru ya??" bisik semua orang
"Lily sayang" panggil Faiz Lily berbalik
"papa" Lily menghampiri Faiz
"ohh jadi namanya Lily" bisik semua orang
"mana Biran pa??" tanya Lily
"Biran sama mama"
"Biran disini kak" Biran menghampiri Lily dan Faiz bersama Erina
"Lily Biran mulai hari ini kalian akan akan sekolah disini Lily mama titip Biran ya" ucap Erina
"mama gak perlu khawatir Lily akan selalu jaga Biran" balas Lily
"baiklah papa sama mama harus pergi" pamit Faiz
"baik pa hati hati" Biran memeluk Faiz
bel berbunyi semua murid masuk kekelas masing masing
dikelas 3 IPA 1
"selamat pagi anak anak" sapa bu Andin wali kelas kelas 3 IPA 1
"pagi bu" balas semua murid
"anak anak hari ini kita kedatangan murid baru silahkan masuk" bu Andin mempersilahkan Lily masuk
Lily masuk ke kelas dia memandang sekitar
"hai namaku Lily aku harap kalian bisa menerima kehadiranku" ucap Lily
"cantik banget" ucap salah satu murid
"anak anak ada yang mau bertanya??"
"aku bu" ucap Maria Mahesa yang satu kelas dengan Lily
"iya silahkan Maria"
"kenapa kamu mau pindah keseini??"
"aku hanya mengikuti keingina mama sama papa"
"aku mau nanya dong bu bolehkan??" tanya Kiki teman Maria
"silahkan"
"boleh tahu nama lengkap kamu??"
"Lily namaku Lily Dirga Adipratama"
"wahh keren anaknya Tuan Faiz Dirga Adipratama sama nyonya Erina Jordan" teriak salah satu murid
"oke sudah cukup anak anak Lily silahkan kamu pilih tempat duduk yang kamu suka"
pelajaran dimulai
jelang beberapa jam bel istirahat berbunyi
didepan pintu kelas 11 IPS 2 Biran dihadang beberapa murid disana
"kalian mau apa??" tanya Biran
"heh murid baru,, kamu harus nurutin semua yang kita mau" ucap salah satu dari mereka
"maksudnya?? maaf tapi aku bukan babu kalian"
"lancang banget kamu ya rasakan ini" ketua geng itu menjambak rambut Biran
"ahh sakit lepasin" Biran merintih kesakitan namun jambakan itu semakin kuat seorang gadis datang memegang tangan ketua geng itu melepas paksa tangannya dari jambakan yang dia lakukan dan memelintirnya
"ahh sakit berani sekali kamu!!!" teriaknya
"beraninya kamu menjambak adikku,, beginikah cara kamu memperlakukan sesama murid di sini" Lily sangat marah
"sial awas kamu akan aku beri hukuman kamu"
"kamulah yang akan dihukum" Lily tahu sejak Biran dibuli banyak siswa yang merekam kejadian itu
Lily melepaskan tangannya lalu mengajak Biran pergi
"kirim Video nya sama aku" ucap Lily pada temannya
"oke Li aku kirim sekarang" jawab temannya merasa sedikit ketakutan melihat sikap Lily
Lily pergi kekantor kepala sskolah
"permisi" Lily mengetok pitu
"masuk"
Lily masuk bersama Biran
"ahh nona Lily dan nona Biran saya pikir siapa"
"jangan banyak bicara aku ingin anda lakukan satu hal" ucap Lily
tak lama geng yang tadi menghadang Biran datang keruang kepala sekolah
"pak ada apa bapak manggil kami??"
"Rangga,, Raisa,, Michel,, Evan kalian mau tahu kenapa bapak manggil kalian??"
"tentu saja pak"
"bapak sudah tahu semua kelakuan kalian dan kalian gak pantas berbuat seperti itu"
"maksud bapak??" tanya Rangga ketua geng itu
"biar aku yang beri tahu pak" Lily tiba tiba datang
"kamu ohh jadi kamu yang ngelaporin kita?? percuma saja asal kamu tahu orang tuaku adalah salah satu donatur disekolah ini" ucap Rangga
"hanya 25 % saja jangan sombong kamu,, kalau aku mau sekarang juga aku akan keluarkan kamu dari sekolah ini" balas Lily
"lancang sekali kamu baru sekolah disini ya kamu harus tahu siapa aku" Rangga memelintir tangan Lily
"Rangga!!!" bentak seorang pria yang baru datang
"papa" ucap Rangga pelan
"jadi begini cara kamu bersikap sama teman kamu di sekolah"
"pah semua ini dia yang mulai" Rangga mencoba mengeles sedangkan ketiga temannya hanya terdiam karena takut
"tolong semuanya tenang dulu ya" kepala sekolah mencoba melerai
"semuanya tolong duduk dulu sambil kita tunggu kedatangan Tuan Faiz
"kenapa harus nunggu Tuan Faiz memangnya siapa dia pak??" Tanya Raisa
"Tuan Faiz adalah pemilik sekolah ini" jawab kepala sekolah
tak lama Faiz datang Biran yang sangat sedih langsung memeluk Faiz
"papa" Biran lari dan memeluk Faiz
"Tuan Faiz maaf sudah mengganggu pekerjaan anda" ucap Kepala sekolah
"tidak apa apa" Faiz membelai lembut kepala putrinya itu
"papa?? ja...jangan jangan dia??" bisik Raisa dan yang lainnya
"Lily ada masalah apa lagi sayang??" tanya Faiz
"jangan tanya Lily pa,, tapi tanya Biran apa yang sudah mereka berempat lakukan pada Biran" jawab Lily kesal
"oke tenanglah Lily" Faiz mencoba menenangkan Lily yang masih marah
"Bagaimana Lily bisa tenang sedangkan adik Lily diperlakukan tidak adil Pa??" Faiz tersenyum melihat sikap Lily.