
malam harinya Faiz dan Erina ngajak Lily dan Biran makan malam diluar
disebuah restoran Lily Biran Erina dan Faiz sudah datang tak lama keluarga Bagas datang
perhatian Lily tertuju pada satu arah ya itu Piano diatas panggung direstoran itu
tak bisa menahan diri Lily langsung naik dan memainkan piano itu Lily juga menanyikan sebuah Lagu
lagu yang Lily bawakan adalah Lagunya Rosa yang berjudul cinta dalam hidupku
Dalam mimpiku
Aku bermimpi
Tentang kekasih
Itu dirimu
Tambatan hati
Yang telah pergi
Hanya dirimu
Tak ada lagi
Hanya wajahmu
Yang terukir di dalam hatiku
Abadi dan takkan pernah terganti
Hanya kaulah cinta dalam hidupku
Meskipun langit
Tlah memisahkan cinta kita
Cintamu akan s'lalu bersemi
Di hidupku
Malam malamku
Tanpa dirimu
Terbuai sepi
Di hias rindu
Resah di dada
Ingin berjumpa
Ku tak berdaya
Terbang ke sana
Hanya wajahmu
Yang terukir di dalam hatiku
Abadi dan takkan pernah terganti
Hanya kaulah cinta dalam hidupku
Meskipun langit
Tlah memisahkan cinta kita
Cintamu akan s'lalu bersemi
Di hidupku
Hanya wajahmu
Yang terukir di dalam hatiku
Abadi dan takkan pernah terganti
Hanya kaulah cinta dalam hidupku
Meskipun langit
Tlah memisahkan cinta kita
Cintamu s'lalu akan bersemi
Di hidupku
"Is itu Lily??" tanya Bagas
"iya itu Lily" jawab Faiz
"keren selain cantik dia juga sangat pintar"
Lily papa merasa kami sedang mencurahkan semua perasaan kamu lewat lagu itu. ucap Faiz dalam hati
semua orang tepuk tangan untuk Lily
Lily kembali kemejanya
"wah Lily kamu keren suara kamu bagus banget" puji Bagas
"makasih om" Lily duduk kembali
"ohh iya sayang ini om Bagas sama keluarganya pap sengaja ngajak mereka makan malam sama kita,, ada yang mau papa sampaikan sama kamu"
"apa pah??"
"sebenarnya papa sudah sudah menjodohkan kamu sama anak om Bagas sejak kamu masih kecil" Lily terkejut mendengar pengakuan Faiz
"oh iya maaf ya Is putra pertama kami gak bisa datang dia lagi sibuk sama olimpiade yang bisa ikut cuman Marvel"
"ohh ga apa apa kok"
"kak Lily bagaiman dengan kak Aqsa??" bisik Biran
" lupakan dia" balas Lily
"kenapa??"
"bagiku dia sudah tiada"
"kak Lily"
"kalian lagi biara apa sih kok bisik bisik??" tanya Erina
"ngga mah cuman masalah kampus" jawab Lily bohong
"iya mah Biran lupa kalau besok Biran harus ngumpulin tugas tapi Biran belum menyelesaikan tugannya" tambah Biran yang ikut bohong
"kalian ini ya"
Marvel terus menatap Lily,, Lily tersenyum kala melihat Marvel memperhatikannya
"semoga aja perjodohan ini bisa berjalan dengan lancar ya" ucap Bagas disela sela makan
"amin" balas Erina
"sayang kok ga dimakan sih makannya??" tanya Faiz
"Lily ijin mau ketoilet dulu pah"
"oke"
"kak Lily tunggu aku juga mau ketoilet" Biran mengejar Lily
sesampainya ditoilet
"kak Lily" Biran melihat Lily menangis
"dia mengkhianatiku Biran saat dipesta ulang tahun kita waktu itu dia datang dan dia mengucapkan kalimat perpisahan" Lily menangis dipelukan Biran
"kakak,, jadi kak Aqsa?? bagaimana bisa dia tega menghkianati kakak?? apa salah kakak sama dia??"
"Biran tolong jangan katakan apa pun sama papa dan mama,, aku tidak mau melukai perasana mereka terutama Papa"
"tapi kak perjodohan ini tidak benar"
"jika papa sendiri yang memeilihnya maka itu yang terbaik untukku Biran"
Lily menghapus air matanya Biran dan Lily kembali.