
Erina melepaskan pelukannya kemudian pergi ke kamar mandi selesai mandi Erina yang biasanya merias diri kini duduk disamping Faiz,, Faiz mengambil nampan berisi sarapan yang dia bawa tadi.
"sekarang kamu harus makan" Faiz menyuapi Erina
"Faiz aku bisa sendiri" Erina berusaha menolak disuapi Faiz
"Erina aku mohon" akhirnya Erina mau makan disuapi Faiz
"kamu udah sarapan??" tanya Erina disela sela makan
"jangan pikirkan aku pikirkan kamu dan janin yang ada dalam rahim kamu aja dulu itu yang paling penting untuk aku Erina" jawab Faiz
"kamu juga harus harus sarapan Faiz" Erina menyodorkan sedok berisi makanan kemulut Faiz,, Faiz terdiam sesaat namun Faiz tidak ingin Erina sedih akhirnya Faiz menerima supan dari sang istri
selesai sarapan Faiz mengajak Erina jalan jalan,, walaupun Erina maunya istrirahat dirumah tapi Erina akhirnya mau ikut jalan jalan setelah Faiz membujuk dia sebelum pergi Erina merias diri dengan make up sederhana.
mereka berhento ditaman kota
"kenapa ke taman??" tanya Erina
"kamu inget ga dulu pas kita masih SMP setiap pulang sekolah pasti kita kesini dulu,, sekalipun harus hujan hujanan" jawab Faiz
"iya dan kita selalu dimarahi orang tua kita,, tapi kita tidak pernah menengarkan apa kata mereka"
"karena itu kamu memutuskan untuk jadi Erina yang cupu Erina yang gak hidupnya pas pasan"
Erina dan Faiz tertawa bersama,, ketika waktu menunjukan puku 09:57 Erina merasa lapar dia ngajak Faiz makan walaupun bukan waktunya makan siang
"Faiz aku lapar banget" ucap Erina
"secapat ini,, waktu makan siang kan masih lama" jawab Faiz
"Faiz tapi aku lapar" rengek Erina
"ya udah ayo kita cari makan,, kamu mau makan apa??" tanya Faiz
"aku..." Erina berpikir cukup lama
"aku mau makan makanan manis" lanjut Erina
"apa makan makanan manis sejak kapan kamu suka makanan manis??"
"entah"
"iya udah aku tahu tempat yang cocok kamu pasti suka"
Faiz dan Erina pergi ke tempat yang Faiz maksud,, sesampainya disana Faiz dan Erina langsung memeilih tempat duduk Faiz memesan menu favorit di cafe itu
"kamu cobain deh pasti kamu suka" ucap Faiz
"Makasih ya Faiz" balas Erina
Erina langsung melahap menu yang ada dimeja Faiz tak bisa berhenti menatap Erina
"kamu udah puas makan??" tanya Faiz Erina mengangguk
"aku suka melihat wajah kamu yang penuh kebahagiaan" lanjut Faiz Erina metap Faiz
"apapun akan aku lakukan agar kamu bahagia Erina aku sangat mencintai kamu aku tidak mau kehilangan kamu" Faiz menggenggam tangan Erina
Faiz pergi ke kasir untuk membayar semuanya.
dimeja lain Miki dan Bintang terlihat asik,, ketika Faiz akan kembali kemejanya Faiz melihat Miki dan Bintang
"Miki Bintang" panggil Faiz Miki melihat Faiz dan tersenyum
"oh hai Faiz kamu disini sama Erina??" tanya Miki
"iya" jawab Faiz
Erina melihat Faiz sedang ngobrol jadi Erina menghampiri Faiz
"Faiz kamu malah disini" ucap Erina
"maaf aku lihat mereka jadi aku ngobrol dulu bentar" jawab Faiz mengelus lembut kepala Erina Bintang kelihatan tidak suka dengan pemandangan dihadapannya
"Faiz ayo pulang aku cape mau istirahat" Erina menggandeng Faiz dan menyenderkan kepalanya dibahu Faiz
"oke untuk hari ini udah cukup,, kita pulang ya aku gak mau kamu dan calaon anak kita kita kelelahan" Faiz mengusap perut Erina
"apa Erina kamu hamil??" tanya Miki Erina mengangguk
"selamat ya" Miki memeluk Erina
"bagus Erina kamu udah buktiin ke aku kalau kamu tidak akan merebut suamiku dari aku dan kamu udah buktiin ke Bintang kalau kamu bahagia dengan pernikahan kamu sama Faiz" bisik Miki
"harusnya kamu tahu sejak dulu aku menikah dengan Faiz karena kami saling mencintai" balas Erina kemudian melepaskan pelukan Miki.