
kesal dengan Faiz yang selalu menebar kemesraannya dengan Erina Reina mulai merencanakan sesuatu
"aku pasti akan mendapatkan Faiz dam memisahkan Faiz dari Erina" ucap Reina
Faiz baru pulang kerja dia melepas jas dan kemejanya menyimpannya di atas ranjang
Erina mengambil baju Faiz
"Faiz tumben tumbenan dia nyimpen baju kotor disini" Erina mengambil baju Faiz
dia terkejut kala melihat ada noda lipstik dan helaian rambut panjang milik seorang wanita
"apa ini!!" Erina mencium bau kemeja Faiz
"ini ini kan parfum perempuan,, hahh... apa jangan jangan Faiz dia?? tidak tidak mungkin" Erina berusaha berfikir positif
"kita lihat seberapa jauh kamu percaya sama Faiz dengan begini kamu dan Faiz pasti akan berantem" bisik Reina mengintip
"rencanaku akan segera dimulai" lanjut Reina
Flashback on
ketika Faiz akan pulang seorang perempuan jatuh dihadapan Faiz,, Faiz menolongnya perempuan itu seketika ada dipelukan Faiz
"kamu tidak apa apa??" tanya Faiz
"tidak terima kasih"jawab perempuan itu kemudian melepaskan pekukannya
"kalau gitu aku permisi" Fais pergi meninggalkan nya
"pergilah perjaanku selesai" ucapnya
kemudian menelopn Reina
"rencana pertama sudah berhasil aku sudah meninggalkan noda lipstik dikemejanya,, dan akan aku pastikan parfum yang aku pakai juga akan menempel di kemeja miliknya" ucap perempuan itu dalam telepon
"bagus biarkan sisanya aku yang urus" jawab Reina mematikan teleponnya
Flashbakc off
Faiz baru selesai mandi dan mengganti baju dia melihat Erina sudah berdiri dihadapannya
"Erina" panggil Faiz
"apa ini Faiz??" Erina menunjukan kemeja Faiz
"kamu... kamu abis ngapain sama perempuan lain??" Erina terlihat sangat kesal
"tidak tahu bagus lucu sekali" Erina melemparkan kemeja Faiz ke sofa dia meninggalkan Faiz dikamar
Faiz mengejarnya dan berusaha membujuk Erina tapi Erina tidak terpengaruh sama sekali
ketika makan malam Erina hanya diam tanpa sepatah katapun
bagus ini yang aku harapkan jika terus begini maka secepatnya Erina dan Faiz akan berpisah. ucap Reina dalam hati sambil mencuri pandangan pada Faiz dan Erina
selesai makan Erina langsungung ke kamar diikuti Faiz
"Erina kamu masih marah??"tanya Faiz menutup pintu kamar dan menguncinya Erina tidak merespon Faiz sedikitpun
"Erina sungguh aku tidak tidak tahu apa apa" Faiz berusaha memberikan penjelasan
"selamat malam" ucap Erina membaringka tubuhnya
"bagaimana aku bisa membuktikan kalau aku cuman mencintai kamu Erina" Faiz naik ke ranjang disebelah Erina sedangkan Erina membalikan tubuhnya membelakangi Faiz
entahlah apa ini karena Erina sedang hamil atau bukan tapi sejak Erina hamil dia jadi sangat sensitif. ucap Faiz dalam hati
"Erina aku hanya mencintai kamu bukan yang lain" bisik Faiz ditelinga Erina,, Erina pura pura tidur
"aku tahu Erina kamu belum tidur,, jadi Erina..." Faiz membalikan tubuh Erina kearahnya seketika Erina terkejut kala dia membuka matanya Faiz langsung mencium bibir Erina dengan lembut
Erina ingin membalas ciuman itu tapi Erina ingat kembali apa alasan kenapa dia marah sama Faiz
Faiz tak melepaskan ciumannya dengan mudah meski Erina memberontak
setelah Faiz puas dia melepaskan bibir Erina
"semarah itukah kamu sama aku Erina sampai kamu memberontak saat aku mencium kamu padahal sebelumnya kamu tidak pernah seperti ini" ucap Faiz
"Erina jika kamu berpikir aku sudah melakukan hal yang sama dengan perempuan lain maka itu semua bohong,, Erina aku hanya akan Bercinta dengan kamu saja" ucap Faiz dalam hati Erina tersenyum
Faiz tahu benar ketika Erina marah dan tidak marah lagi tanpa menunggu lagi Faiz langsung mulai lagi dengan aksinya kali ini Erina tidak memberontak kali ini Erina sangat menikmatinya.
Faiz berhenti dengan aksinya dia kembali berbaring disamping Erina
"kenapa berhenti??" tanya Erina Faiz melihat Erina
"aku hanya takut kamu masih marah Erina aku tidak ingin memaksakan keinginanku" jawab Faiz
"aku percaya kalau kamu tidak ada main dibelakang aku" ucap Erina Faiz tersenyum dan melanjutkan aksinya
"aku yakin saat ini mereka sedang berantem aku tidak akan membiarkan kamu baahagia dengan perempuan lain Faiz" ucap Reina dengan pdnya.