
sore harinya Lily pulang dia melihat Rayan sedang duduk diruang keluarga
"Rayan" panggil Lily
"kak Lily" Rayan melihat ke arah Lily
"Rayan bisakah kamu ikut aku ada yang mau aku bicarakan??"
"iya tentu kak"
Lily dan Rayan pergi Lily mengajak Rayan kekamarny
saat ada dikamar Lily,, Lily menceritakan semua yang terjadi pada Biran Rayan ikut terbawa emosi
"berani sekali dia menghina Biran!!!"
"Rayan aku sudah berjanji kalau aku akan menjadi oenghancur keluarga Sanjaya"
"aku akan membantu kak Lily,, apa yang bisa aku lakukan untuk menghukum Morgan??"
Lily menjelaskan semua rencananya
"aku sudah mendapatkan berbagai bukti untuk menjatuhkan Morgan"
"kapan kita mulai rencana kita??"
"aku dengar minggu depan Morgan dan Vanya akan melangsungkan pernikahan mereka di EriFa resto itu kesempatan kita untuk menghukumnya"
"baik kak aku akan membantu kak Lily dia sudah berani menghina adikku Biran sekarang dia akan mendapatkan hukumannya"
malam harinya semua berkumpul diruang tamu Lily kelihatan terburu buru
"Lily kamu mau kemana kok buru buru gitu??" tanya Verel
"iya om Lily ada pekerjaan mendadak Lily sudah ditungguin,, mah pah Om tante Lily pamit ya"
"malam malam gini??" tanya Laura
"iya ini sudah resiko pekerjaan Lily"
"ya udah hati hati sayang jangan pulang larut malam" ucap Faiz
"iya pah"
Lily pergi sesampainya disana ternyata Lily menemui Aqsa
"Lily" panggil Aqsa
"kenapa kamu nyuruh aku kesini??"
"lepaskan aku gak bisa bernafas"
"maaf,, Lily besok aku harus kembali ke asrama jadi aku mau ketemu sama kamu dulu"
"besok juga bisa kan"
"Lily kenpa kamu jadi dingin gini sama aku??"
Lily terdiam membelakangi Aqsa
"Lily" panggil Aqsa tepat dibelakang Lily
saat Lily membalikan tubuhnya bibir Aqsa langsung mendarat dibibir Lily
lagi lagi Lily tidak bisa menolak ciuman Aqsa
walaupun Lily mengatakan hatinya sudah hancur tapi sedikitnya hati Lily masih mengatakan kalau Lily mencintai Aqsa
menyadari apa yang Lily dan Aqsa lakukan Lily langsung melepaskan ciumannya
"ada apa Lily??"
"kenapa kamu harus lakukan ini??"
"Lily sudah aku bilang aku sangat mencintai kamu"
"aku gak bisa Aqsa kamu sudah menghancurkan hatiku"
"lalu kenapa kamu membalas ciuman aku tadi"
Lily terdiam tidak bisa mengatakan apa apa lagi Aqsa memegang kedua pipi Lily
dia memiringkan kepalanya dan mulai mencium bibir Lily lagi sedangkan Lily menutup matanya
Lily lagi lagi membalas ciuam Aqsa kali ini Lilu sadar betul apa yang dia lakukan bersama Aqsa tapi Lily tidak melepaskan ciuman nya Aqsa
satu jam mereka berciuman Lily dan Aqsa kini duduk dibawah cahaya bulan purnama
"Lily aku sangat mencintai kamu" tangan Aqsa mulai menyusuri dada Lily namun Lily menghentikannya Lily tahu apa yang Aqsa inginkan dari dirinya
"tidak Aqsa jangan sekarang jika hanya berciuman saja aku masih bisa tapi sampai ke hubungan badan sebelum menikah aku tidak bisa,, selama ini aku selalu menjaga kehormatan aku dari siapun yang bukan suami aku,, jika kamu menginginkannya maka tunggu sampai kita resmi menjadi suami istri"
"kalau begitu kita harus menikah secepatnya"
"tidak aku sudah berjanji sebelum aku bisa menghukum pria yang sudah menghina Biran maka aku tidak akan menikah dulu dengan Kamu"
"Lily"