The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
weak



Faiz pulang dia langsung kekamar melihat keadaan Erina


kini Erina sudah sadar namun dia masih menangis karena perkataan Miki saat di rumah sakit


Faiz duduk disebelah Erina yang masih terbaring lemah


"Erina apa yang terjadi??" tanya Faiz cemas


Laura dan Sasya menceritakan kejadian di rumah sakit Faiz sangat terkejut mendengarnya


"kenapa Miki bersikap kasar sama kamu Erina??" Erina tidak bisa menjawab pertanyaan Faiz


"Faiz sebenarnya Miki dan Erina tidak pernah akur" jawab Sasya


"maksudnya??"


"aduh Sasya kenapa kamu bilang gitu??" bisik Laura


"maaf" balas Sasya


"oke Is jadi singkatnya dulu Miki sering banget ngebuli Erina bahkan saat itu kami masih sama Miki" Laura berusaha menjelaskan secara singkat


"ngebuli?? tapi yang aku lihat dan aku tahu hubungan kalian sama Erina baik baik aja"


"Is sebenarnya Erina berusaha menutupi semua masalahnya dengan Miki dari semua orang iti yang Erina lakukan sejak dulu"


"Erina kenapa kamu ngga bilang sama aku?? apa kamu udah ngga anggap aku sahabat kamu??" Erina langsung memeluk Faiz tangis Erina semakin kencang


"Erina percayalah walaupun status aku suami sah kamu tapi aku tetap Faiz yang dulu Faiz sahabat kamu" Faiz mencoba menenangkan Erina


"Faiz Erina kami permisi" pamit Laura


Laura dan Sasya keluar


"Ra aku pulang duluan ya" pamit Sasya


"kenapa??" tanya Laura penasaran


"aku harus kebutik"


"ahh aku tahu 2 minggu lagi kamu bakalan nikah kan??"


"tuhh tahu,, duluan ya"


"iya hati hati"


Sasya pulang sedangkan Laura memilih tetap dirumah Erina sampai dia bisa pastikan kalau Erina baik baik saja


Laura duduk sendiri sambil nonton TV diruang keluarga Verel menghampiri Laura


"bagaimana keadaan kak Erina??" tanya Verel


"selama ini kalau kak Erina nangis cuman om sama tante yang biaa nenangin dia"


"semoga aja Erina baik baik saja aku takut Erina malah jadi sakit"


"kita berdoa saja"


dikamar Erina dan Faiz


Faiz masih berusaha menenangkan Erina,, mata Erina sudah bengkak dan memerah karena menangis


tubuhnya juga sudah lemah jarak beberapa menit Erina kembali pingsan Faiz membiarkan Erina istirahat


Faiz membaringkan tubuh Erina dan menyelimutinya


hari sudah malam dan semakin gelap Laura akhirnya memutuskan untuk pulang dan diantar oleh Verel.


keesokan harinya Faiz sudah bersiap untuk berangkat kerja saat dia berdiri didepan cermin tiba tiba Erina memeluk Faiz dari balakang


"Erina kamu udah bangun??" tanya Faiz


"Faiz jangan pergi" rintih Erina semakin mengeratkan pelukannya


"Erina aku harus kerja" Faiz membalikan badannya tangan Erina merayap mengambil hp Faiz


"hei mau ngapain??"


Erina menelepon seseorang


"hallo,, selamat pagi aku Erina istrinya Faiz" ucap Erina dalam telepon


"hallo,, selamat pagi nona Erina ada yang bisa saya bantu??" jawab orang yang Erina telepon


"aku cuman mau bilang kalau Faiz hari ini gak bisa masuk kerja"


"baik nona"


Erina menutup teleponnya


"Erina kamu kenapa bilang gitu??" tanya Faiz


"karena aku nggak mau kalau kamu ninggalin aku hari ini" jawab Erina


"Erina tubuh kamu masih lemah kamu harus banyak istirahat" Faiz berusaha membujuk Erina namun Erina malah ngambek


"hei kamu ngambek?? ayolah putri raja jangan ngambek gitu dek cantiknya jadi ilang" Faiz berusaha membujuk Erina


Erina tersenyum merasa sangat bahagia jika Faiz memeujinya.