The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
expulsion of Reina



Faiz berniat memberitahu Bunda dan ayah nya Erina tapi kemudian dia ingat baik Faiz ataupun Erian belum memberitahu kabar kehamilan Erina kepada ayah dan bundanya Erina


Dokter kembali memeriksa Erina


"bagaimana keadaannya sekarang dok??" tanya Faiz


"kondisi pasien sangat lemah jadi pasien harus dirawat dirumah saki" jawab dokter


"baiklah" Faiz pasrah dengan semua yang terjadi


Bagas datang menengok keadaan Erina setelah tahu kabar dari Faiz kalau Erina keguguran


"Is kamu harus kuat demi Erina" Bagas mencoba menguatkan Faiz


"Thank ya bro" ucap Faiz


"Gas boleh minta tolong gak??" lanjut Faiz


"iya tentu" jawab Bagas


"titip Erina bentar ya aku harus pulang bawa baju ganti buat Erina"ucap Faiz


"oke" Faiz pergi tapi Bagas menghentikan langkah Faiz


"Is" panggil Faiz


"hmmm??" Faiz menengok


"ganti baju kamu,, baju kamu penuh darah" ucap Bagas


"iya" Faiz pergi


sesampainya dirumah Reina melihat Faiz dengan wajah sedih dia juga lihat noda darah dibaju Faiz sangat banyak


"Is gimana Erina??"Reina pura pura khawatir


"Erina keguguran" ucap Faiz lemas kemudian berlalu pergi kekamar


Reina menari bahagia karena rencananya berhasil


"yes rencanaku berhasil Erina keguguran" Reina menari dengan riang sampai dia tidak tahu Faiz mendengar semua yang dia katakan


Reina berhenti menari kala melihat Fai


plakkkk!!! suara tamparan keras menggema diruangan itu


"keterlaluan kamu!! hanya demi keegoisan kamu kamu sampai tega merenggut impian aku sama Erina!!!" suara Faiz menggema di rumah itu semua pekerja dirumah itu scok melihat Faiz yang mereka kenal sebagi pria yang baik tidak pernah marah sedikitpun tiba tiba begitu emosi


"Faiz aku..." Reina bangkit dari posisinya


"aku apa!!?? hah... aku apa!!?? sebaiknya kamu keluar dari rumah ini sejak kamu ada dirumah ini Erina selalu dalam bahaya!!! satu hal lagi jika terjadi sesuatu sama Erina aku gak akan biarin kamu hidup tenang!!!" ancam Faiz


"untuk kalian aku mau saat Erina pulang wanita xxx ini sudah pergi dari rumah ini,, apapun alasannya aku tidak mau tahu!!!" semua pegawai menganggukan kepalanya mereka masih scok melihat sikap Faiz


Faiz kembali kerumah sakit untuk menemani Erina


Erina masih belum sadarkan diri


setelah Faiz datang Bagas pamit pulang


mama Faiz datang kerumah sakit menjenguk menantunya


"sayang bagaimana keadaan Erina??" tanya mama Faiz


"kondisi Erina baik baik saja ma tapi maih lemah,, dokter bilang Erina harus dirawat dirumah sakit aku gak tahu bagaimana reaksi Erina jika dia sadar nanti terakhir kali Erina tidak bisa mengendalikan dirinya"jawab Faiz


"sebagai sesama perempuan mama sangat mengerti apa yang Erina rasakan,, bagi seorang wanita anak dan suaminya adalah harta paling berharga"


Erina sadar dia kini lebih tenang tapi kesedihan masih menyelimuti Erina,, mama betusaha menenangkan Erina yang tak hentinya menangis.


5 hari kemudian Erina diperbolehkan untuk pulang


Erina masih diselimuti kesedihan karena kehilangan janinnya


Faiz berusaha tegar dan kuat meski Faiz sama sedihnya seperti Erina


"Erina kamu harus makan aku gak mau kamu sampai sakit" ucap Faiz


"aku gak lapar" balas Erina


"Erina aku mohon makan ya,, demi aku Erina ini adalah cobaan untuk kita percayalah suatu hari nanti disini akan ada anak kita lagi" Faiz memegang perut Erina


Erina memeluk Faiz dan menangis dipelukannya.