
malam harinya Maria datang dan mengajak Biran ketepi pantai sesampainya disana Biran terkejut melihat pemandangan pantai
suasana romantis seakan seseorang akan melamar Biran
"hai Biran" Biran membalikan pandangannya ketika mendengar suara seorangg gadis menyapanya
"Vanya"
"Evan ada disini"
"ehh??"
"Biran kami tidak saling mencintai kami terpaksa harus menjalani hubungan karena ibuku yang meminta,, Biran aku sadar kamu dan Evan saling mencintai bahkan kamu rela mengorban nyawa kamu demi Evan dan sekarang biarkan aku yang berkorban"
"masud kamu??"
"Evan" Vanya mengedipkan kedua matanya perlahhan dan agak lama
Evan mendekati Biran dia berjongkok dihadapan Biran
"Biran sejak kamu pertama kali datang kesekolah kita sejak itu aku menyukaimu seiring berjalannya waktu rasa itu berubah menadi sayang,, Biran andai kamu tahu aku tidak bisa hidup tanpa kamu" Evan menunjukan sebuah cincin permata yang indah pada Biran
"ta..tapi"
"Biran kami selalu merestui hubungan kamu dengan Evan"
"mama"
"iya sayang mama sama papa tahu kalau hanya Evan yang menjadi kebahagian kamu"
"papa"
"jadi Biran bagaimana??"
Biran menganggukan kepalanya,, tanpa berlama lama Evan langsung memasangkan cincin dijari mais Biran
semua merasa bahagia
selang satu minggu Biran dan Evan melangsungkan pernikahan bersamaan dengan Maria dan Rangga
Biran terllihat sangat cantik dengan gaun warna putih dan tali warna merah
walaupun gaun itu terlihat sangat sederhana namun Biran senang karena gaun itu dibuat sendiri oleh Erina
****
setelah pernilahan Biran semua orang kembal ke Makasar
kini Lily sudah mulai membuka hatinya untuk Hiro
***
hari minggu Lily dan Hiro datang untuk melihat kondis Biran
setelah mereka kembali Hirolah yang menangani dan bertanggung jawab penuh untuk pengobatan Biran
"Biran selamat pagi" sapa Hiro
"ah kak Hiro selamat pagi" Biran menoleh kearah Hiro disela sela dia memandang keindahan tamanam favoritnya
"bagaimana keadaan kamu sekarang apa sudah lebih baik??"
"iya aku merasa lebih baik,, aku berharap aku bisa berjalan lagi"
Hiro tak tega melihat wajah Biran yang berubah menjadi murung
"kalau kamu mau kamu bisa"
"bagaimana??"
"jangan biarkan Camellia ini layu" Hiro memberikan setangkai bunga Camellia yang dia petik barusan
"maksudnya??"
"selama kamu masih semangat menjalani segalanya maka kamu bisa meraih segalanya walaupun ada banyak rintangan yang menghadang kamu kamu jangan pernah menyerah" Hiro tersenyum tak lama Lily datang membawa jus untuk Biran dan Hiro
"sepertinya sekarang Biran sudah melupakan aku" ucap Lily menyimpan nampan berisi jus diatas meja
"ehh??" tanya Hiro bingung
"kenapa,, bagaimana mungkin kak Lily punya tempat khusus dihati Biran"
"kakak tahu dan percaya walalupun dihati kamu sudah ada Evan" Lily mencoba menggodanya
"kak Lily apa apan sih"
"sudah sudah minum dulu tuh Jus"
"oh iya akhir akhir ini Rayan selalu seibuk sendiri"
"entahlah hanya dia yang tahu apa yang dia lakukan diluar sana"
semua terlihat sangat indah kala kebahagian mewarnai kehidupan Biran tak pernah putus asa menjalani kehidulannya yang sekarang walaupun dia harus duduk dikuersi roda
namun Biran senang karena keluarganya ada bersamanya Lily yang tak pernah berhenti melindunginya
otang tua yang selalu menyayangi Biran suami yang selalu setia mendampingi dirinya walau dalam keadaan apapun
Biran juga bahagia mendapatkan kakak Ipar seperti Hiro yang selalu memperhatikannya layaknya memperhatikan adiknya sendiri