The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
It happens again



selesai mandi Faiz turun untuk makan malam


"waw ini kan makanan kesukaan aku semua" ucap Faiz


"aku sengaja masak ini semua untuk kamu" jawab Erina menhajikan makanan kepiring Faiz


mereka makan selesai makan Erina dan Faiz langsung kekamar Faiz langsung mengunci pintu kamar


baru saja Erina aka duduk diranjang Faiz menarik Erina kepelukannya.


"aku gak akan biarin kamu tidur secepat itu" Faiz mulai melepaskkan pakaian Erina dan dia satu persatu


"Faiz" Erina mersa geli ketika Faiz menyentuh pinggang Erina


"aku suka kalau kamu lagi kegelian gitu Erina" Faiz membaringkan tubuh Erina pelahan


kegian itupun terjadi,, kali ini Erina tidak ketiduran sebelum selesai.


ketika Erina turun dari ranjjang Faiz menarik Erina hingga Erina jatuh menimpa tubuh Faiz


"aku gak akan biarin kamu lepas dari aku dengan mudah" goda Faiz memeluk Erina


"kamu masih belum puas??"


"Erina jangan pergi aku gak bisa hidup tanpa kamu"


"hah??"


"Erina jujur saja aku menyukamu sejak kecil perasaan itu semakin mendalam seiring berjalannya waktu"


"Faiz" Erina membalas pelukan Faiz


"aku suka lihat tubuh polos kamu" goda Faiz Erina tidak mengatakan apapun karena sejujurnya Erina juga suka mslihat tubuh polos suamjnya


akhirnya mereka tidur tanpa memakai pakaian.


pagi harinya Erina terbangun dia bergegas mandi baru masuk kekamar mandi Faiz ikut masuk kekamar mandi.


"Faiz kamu ngapain??" tanya Erina


"mau tidur ya mandilah" jawab Faiz


"berdua??"


"nggak boleh kalau enggak ya udah aku keluar lagi"


"bukan gitu.."


"lalu??"


Erina tidak bisa menjawab pertanyaan Faiz akhirnya Faiz dan Erina mandi bareng.


karena batin Erina juga menginginkannya walau pun bibirnya mengatakan tidak.


hari ini Erina kekantor Jordan Grup dia bertemu dengan Mahesa bahkan Bintang juga ikut dengan papinya.


selesai miting Erina merapihkan berkas berkas


"Bintang papi masih ada urusan kamu bisa pulang sendirikan??"


"iya pi Bintang bisa"


Mahesa kekuar dari ruang miting tinggal Bintang dan Erina,, perlahan Bintang menghampiri Erina


"Er.." panggil Bintang


"tolong jangan ganggu aku lagi Bintang"


"kenap??"


"kamu harus ingat apa kamu sudah nikah sama Miki dan aku juga sudah nikah dengan Faiz"


"kamu juga jangan lupa aku akan segera menceraikan Miki jadi kamu juga harua menceraikan Faiz"


"itu tidak mungkin"


"kenapa tidak??" tiba tiba Erina mual mual dia segera lari ke toilet


"Er kamu kenapa apa kamu sakit??"


tak ada jawaban dari Erina


"Erina jawab aku apa kamu sakit,, ayo aku akan bawa kamu kerumah sakit" Erina keluar dari toilet


"aku baik baik saja,, kamu tahu apartinya ini?? ahh biar aku beri tahu kalau aku sedang hamil anak Faiz anak dari hasil pernikahan aku sama Faiz"


"tidak tidak mungkin,, itu tidak mungkin bagaimana bisa kamu hamil anaknya Faiz??"


"Bintang Bintang itu karena aku menyerahkan kehormatan aku sama suami aku"


"lancang sskali dia msnodai kamu" Bintang terlihat sangat marah


"bagaimana ini bisa dianggap noda jika aku melakukannya dengan suami sah aku dan itu pun karena cinta"


"tidak tidak mungkin ini mustahil mustahil kamu menyerahkan kehormatan kamu begitu saja"


"sudahlah terima kenyataannya,, faktanya aku sedang mengandung anak hasil dari pernikahan aku sama Faiz"


Bintang tidak bisa terima fakta bahwa Erina hamil anak Faiz.