
pernikahan Verel dan Laura sudah dilangsingkan bunda dan ayah Erina memutuskan untuk kembali ke Swiss walapun Erina masih merimdukan bunda dan ayahnya
sudah hampir setahun Erina dan Faiz menjalankan pernikah mereka
Erina dam Faiz akan tidur Faiz sudah menunggu Erina yang masih ganti baju
Erina keluar dari ruang ganti
"Erina" panggil Faiz
"hmm??" Erina naik keranjang
"kalau aku lihat lihat ada yang beda dari tubuh kamu"
"apa maksud kamu??"
"terakhir kali kamu datang bulan kapan??"
"ehmmm" Erina berusaha mengingat kapan dia terakhir kali datang bulan
"kalau gak salah 3 bulan yang lalu"
"apa mungkin kamu lagi hamil??"
"ahh masa sih?? orang aku ngerasa biasa aja gak ada tanda tanda aku lagi hamil"
"kita besok kedokter ya kita pastiin kamu hamil atau ngga"
"iya baiklah"
"Faiz"
"iya"
"jika aku beneran hamil kita mau kasih nama apa untuk anak kita nanti??"
"Lily"
"Lily??"
"iya kamu suka kan dengan bunga Lily?? bukan hanya itu kecantikan bunga Lily sangat memikat semua orang aromanya yang meneangkan sangat disukai orang orang walaupun Lily itu beracun tapi semua orang tetap menyukainya"
"Lily aku suka nama itu"
mereka tidur
keesokan harinya Erina dan Faiz kedokter memeriksa keadaan Erina apa benar dia hamil atau tidak
Erina selesai dipetiksa dia duduk di depan dokter dan disamping Faiz
"jadi gimana hasilnya dok??" tanya Faiz penasaran
"selamat ya tuan nona kalian akan menjadi orang tua" jawab dokter
"maksudnya dok aku hamil??" tanya Erina
"benar nona usia kandungan anda menginjak 3 bulan" jawab Dokter
Faiz dan Erina merasa sangat bahagia mendengar kabar kehamilan Erina
selama 3 bulan ini Erina sama sekali tidak menunjukan tanda tanda kehamilan seperti sebelumnya
kali ini Erina dan Faiz sepakat menyembunyikan kehamilan Erina dari publik mereka takut kalau kejadian sebelumnya akan terjadi lagi
bahkan selama masa kehamilan Erina hanya diam dirumah untung saja setelah menikah Laura menikah dengan Verel Laura tinggal bersama Erina jadi Erina tidak merasa kesepian karena ada Laura
publik mempertanyakan kabar Erina beberapa kali rumah Erina kedatangan wartawan namun karena perintah Erina dan Faiz jika ada yang menanyakan Erina maka mereka harus bilang kalau Erina ada di Swiss bersama ayah dan Bunda nya
sering kali Faiz juga didatangi wartawan seakan para wartawan itu tidak puas dengan kabar keberadaan Erina
kebahagiaan Erina dan Faiz akan semakin lengkap setelah kelahiran buah hati mereka
selama masa kehamilan Erina tidak penah manja seperti kebanyakan wanita lainnya bahkan setiap kali Faiz memanjakan Erina dia selalu menolaknya
Erina lebih suka melakukan seganya sendiri dia tidak pernah mau menyusahkan siappun
usia kandungan Erina semakin menua,, kini tinggal hitungan hari Erina akan melahirkan
siang hari kala Erina sedang menonton TV ditemenin Faiz tiba tiba perut Erina terasa sakit dengan segera Faiz membawa Erina kerumah sakit
Laura dan Verel cemas menunggu kabar dari Erina orang tua Faiz juga ada disana sedangkan Faiz ikut masuk menemani Erina diruang bersalin
semua orang sangat gelisah masih belum ada kabar dari Erina entahlah apa Erina akan melahirkab sekarang atau tidak
semua orang terus berdoa untuk keselamatan Erina dan Bayi nya,, papa terus mondar mandir seperti setrika saking paniknya.