
4 hari kemudian dimana pernikahan Erina dan Faiz diangsungkan Erina sangat cantik dengan gaun pengantin warna biru bagaikan seorang ratu.
Faiz juga tak kalah tampan dengan pakaian yang senada dengan Erina.
semua mata memandang pasngan penantin ini,, walapun acaranya terbilang sederhana karena mendadak namun tetap terkesan elegan.
"Erina kamu cantik" bisik Faiz ditelinga Erina
"kamu juga sangat tampan bagaikan pageran yang menjemput tuan putri untuk dijadikannya permaisuri di istana cintanya" balas Erina mendengar kakimat Erina ingin rasanya Faiz memeluk Erina namun Faiz juga harus menjaga kepercayaan Erina.
kedua keluarga sangat bahagia atas pernikahan putra putri mereka tak ada rintangan dalam pernikahan Erina.
diacara terakhir Erina menganti bajunya dengan dress warna putih
"gak nyangka ya ternyata Cowok keren itu nikah sama Erina" ucap Laura
"iya padahal dia itu cowok idaman aku banget" Sasya mulai histris
acara sudah selesai
"Erina Faiz kalian tinggal disini aja ya" ucap ayah
"Bunda Sama ayah harus ngurus perusahaan yang di Swiss" tambah Bunda
"jangan khawatir masalah Jordan grup ayah udah nyuruh kepercayaan ayah untuk ngehendelnya"lanjut Ayah
"Erina terserah Faiz aja yah Bun semua keputusan Erina serahkan sama Faiz sekarangkan Faiz yang akan bertanggung jawab untuk semuanya" jawab Erina memandang Faiz dan menggegam tangan Faiz
"Faiz gak keberatan kok tante om" jawab Faiz
"ko manggilnya masih om sama tante sih,, pangginya kaya Erina aja Ayah Bunda" ucap Bunda
"i..iya Bunda Ayah"
"nah gitu kan kedengerannya enak ya udah kalian istirahat gih pasti kalian cape"
"iya bun yah" jawab Faiz
perasaan Erina campur aduk kala Erina kini tidak akan tidur sendirian lagi namun disampingnya akan ditemani oleh suaminya
"Erina aku tahu bagaimana perasaan kamu,, aku tahu hati kamu untuk pria lain Erina aku akan tunggu kamu sampai kamu benar benar bisa menerima aku sebagai suami kamu dan sampai kamu bisa mencintai aku dengan tulus" ucap Faiz
"Faiz maaf" jawab Erina
"tidak perlu minta maaf sebaiknya kamu tidur udah malam kamu pasti lelah aku akan tidur di sofa" Faiz mengambil bantal dan berbaring disofa
Erina mulai membaringkan tubuhnya dan menutup matanya.
maaf Faiz jika aku melukaimu aku bukan hanya merenggut kebahagian kamu tapi juga masa depan kamu,, jujur samapi hari ini aku masih mencintai Bintang. ucap Erina dalam hati
pagi tiba Erina dan Faiz terbangun mereka mamdi bergantian kemudian turun untuk sarapan.
"pengantin baru giman selam nyenak tidurnya??" tanya ayah Faiz dan Erina hanya tertunduk malu walaupun tidak ada yang terjadi pada mereka
"Ayah jangan goda mereka,, tuh lihat Erina sama Faiz jadi malukan" ucap bunda
"iya iya maaf ya udah ayo sarapan" ajak ayah
mereka sarapan
"ohh iya gimana kalian siap berangkat ke Swiss untuk bulan madu??" tanya ayah
"kalau barang barang kami belum paking yan" jawab Faiz
"gak perlu khawatir kalau masalah baju atau kebutuhan kalian lainnya udah siapin sama Celsi,, kalian cukup bawa barang seperlunya aja" ucap ayah
"iya yah Erina ngerti tapikan penerbangannya besok lusa yah" jawab Erina
"siapa bilang,, orang siang ini kok"
"apa siang ini yang benar aja yah masa secepat itu sih entar Erina sama Faiz repot pakingnya yah"
"ayah gak becanda,, kan lebih cepat lebih baik. ya iar ayah sama bunda cepat punya cucu"
dasar ayah orang gak terjadi apa apa kok antara aku sama Faiz. ucap Erina dalam hati
malam pengantin yang ditunggu tunggu setiap pasangan entah kapan akan terjadi yah kalau Erina sendiri yang menolaknya jadi untuk apa bulan madu ini gak akan ada artinya inpian ayah sama bunda untuk cepet punya cucu gak aka terwujud secepat itu. ucap Faiz dalam hati