
tak lama terdengar suara tangis bayi dari dalam Faiz keluar
"Faiz bagaimna Erina dan bayinya??" tanya mama
"alhamdulilah ma pa Erina melahirkan dengan selamat bayinya perempuan cantik seperti Erina" jawab Faiz bahagia
"syukurlah" ucap semua orang
Erina kini dipindahkan keruang rawat bayi Erina ditidurkan disamping Erina
"jadi kalian mau memberi nama apa untuk bagi kalian??" tanya papa
"Lily,, Lily Dirga Adipratama" jawab Lily
"Lily nama yang indah" ucap papa
Erina dan Faiz memberitahu kamar gembira itu pada ayah dan bundanya
setelah beberapa hari dirawat dirumah sakit Erina kini boleh pulang
kepulangan Erina disambut baik oleh semua orang
"wah cantik sekali anaknya,, sekarang akan terdengar suara bayi lagi dirumah ini setelah sekian lama" ucap bibi ART Erina
"makasih pujiannya bi" ucap Erina
"bi tolong ambil minum untuk Erina ya antarkan kekamar" ucap Faiz
"iya siap tuan"
Faiz membawa Erina kekamar
Lily ditidurkan diranjang besar milik Erina dan Faiz
"sekarang kebahagiaan kita sudah lengkap anak yang selama ini kita impikan akhirnya lahir kedunia ini" ucap Erina bahagia
"iya kamu bener untuk itu kita harus bisa merawat dan menjaga Lily dengan baik kita harus bisa menjadi orang tua yang baik" balas Faiz mencium kening Erina
"ada kabar baik juga dari aku sama Laura kak Erina" ucap Verel
"ohh iya apa??" tanya Erina
"Laura hamil"
"waw selamat ya" ucap Faiz
kabar bahagia lainnya kini Erina bisa kembali kumpul dengan sahabatnya Mizuki
karena alasan pekerjaan Mizuki yang mengharuskan Mizuku kembali ke Makasar
ketika mendengar kabar Mizuki kembali ke Makasar Erina mesara sangat bahagia
kebahagiaannya Erina semakin lengkap namun Miki kini dia merasa sangat sesak dalam rumah tangganya bukannya bahagia setelah memiliki seorang putri Miki malah membenci putrinya sendiri
perlakuan yang tidak adil dari sang ibu membuat Maria selalu berfikir kalau Miki tidak pernah menyayanginya
selama ini Bintang ayahnya Maria yang selalu mencurahkan kasih sayangnya
setiap hari Miki dan Bintang selalu berantem karena Maria
Bintang hanya minta agar Miki agar bisa menerima Maria yang merupakan anak kandungnya
tapi Miki enggan menerima kenyataan bahwa Maria adalah anak kandungnya
bagi Miki Maria hanya orang asing
berbeda dengan Erina dia meliharkan seorang putri yang cantik kulitnya berwarna putih sama seperti kelopak Lily
Erina dan Faiz berharap kelak Lily bisa menjadi anak yang berbakti anak yang mandiri dan bisa menjadi kebanggaan bagi Erina dan Faiz
Lily tidur sangat lelap Erina berbaring disamping Lily
"kelahiran kamu adalah bukti cinta mama dan papa,, Lily mama akui dulu mama memang tidak mencintai papa kamu tapi seiring berjalannya waktu mama mulai mencintai papa kamu" ucap Erina membelai lembut pipi mungil Lily
"Erina" panggil Faiz
"sutt.... jangan keras keras Lily lagi tidur" balas Erina
"ohh maaf" Faiz mengecilkan suaranya
"Lily nggak ngerepotin kamu kan??" Faiz duduk disisi lain dina posisi Lily ada ditengah anta Faiz dan Erina
"ngga kok Lily anak yang baik dia sama sekali ngga ngerepotin aku"
"apa perlu kita pekerjakan pengasuh untuk Lily"
"itu tidak perlu lagi pula aku sangat bahagia jika aku sendiri yang membesarkan dan meawat Lily"
Faiz tersenyum mendengar kalimat yang terucap dari bibir Erina.