The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
Good news



tak lama terdengar suara tangis bayi dari dalam Faiz keluar


"Faiz bagaimna Erina dan bayinya??" tanya mama


"alhamdulilah ma pa Erina melahirkan dengan selamat bayinya perempuan cantik seperti Erina" jawab Faiz bahagia


"syukurlah" ucap semua orang


Erina kini dipindahkan keruang rawat bayi Erina ditidurkan disamping Erina


"jadi kalian mau memberi nama apa untuk bagi kalian??" tanya papa


"Lily,, Lily Dirga Adipratama" jawab Lily


"Lily nama yang indah" ucap papa


Erina dan Faiz memberitahu kamar gembira itu pada ayah dan bundanya


setelah beberapa hari dirawat dirumah sakit Erina kini boleh pulang


kepulangan Erina disambut baik oleh semua orang


"wah cantik sekali anaknya,, sekarang akan terdengar suara bayi lagi dirumah ini setelah sekian lama" ucap bibi ART Erina


"makasih pujiannya bi" ucap Erina


"bi tolong ambil minum untuk Erina ya antarkan kekamar" ucap Faiz


"iya siap tuan"


Faiz membawa Erina kekamar


Lily ditidurkan diranjang besar milik Erina dan Faiz


"sekarang kebahagiaan kita sudah lengkap anak yang selama ini kita impikan akhirnya lahir kedunia ini" ucap Erina bahagia


"iya kamu bener untuk itu kita harus bisa merawat dan menjaga Lily dengan baik kita harus bisa menjadi orang tua yang baik" balas Faiz mencium kening Erina


"ada kabar baik juga dari aku sama Laura kak Erina" ucap Verel


"ohh iya apa??" tanya Erina


"Laura hamil"


"waw selamat ya" ucap Faiz


kabar bahagia lainnya kini Erina bisa kembali kumpul dengan sahabatnya Mizuki


karena alasan pekerjaan Mizuki yang mengharuskan Mizuku kembali ke Makasar


ketika mendengar kabar Mizuki kembali ke Makasar Erina mesara sangat bahagia


kebahagiaannya Erina semakin lengkap namun Miki kini dia merasa sangat sesak dalam rumah tangganya bukannya bahagia setelah memiliki seorang putri Miki malah membenci putrinya sendiri


perlakuan yang tidak adil dari sang ibu membuat Maria selalu berfikir kalau Miki tidak pernah menyayanginya


selama ini Bintang ayahnya Maria yang selalu mencurahkan kasih sayangnya


setiap hari Miki dan Bintang selalu berantem karena Maria


Bintang hanya minta agar Miki agar bisa menerima Maria yang merupakan anak kandungnya


tapi Miki enggan menerima kenyataan bahwa Maria adalah anak kandungnya


bagi Miki Maria hanya orang asing


berbeda dengan Erina dia meliharkan seorang putri yang cantik kulitnya berwarna putih sama seperti kelopak Lily


Erina dan Faiz berharap kelak Lily bisa menjadi anak yang berbakti anak yang mandiri dan bisa menjadi kebanggaan bagi Erina dan Faiz


Lily tidur sangat lelap Erina berbaring disamping Lily


"kelahiran kamu adalah bukti cinta mama dan papa,, Lily mama akui dulu mama memang tidak mencintai papa kamu tapi seiring berjalannya waktu mama mulai mencintai papa kamu" ucap Erina membelai lembut pipi mungil Lily


"Erina" panggil Faiz


"sutt.... jangan keras keras Lily lagi tidur" balas Erina


"ohh maaf" Faiz mengecilkan suaranya


"Lily nggak ngerepotin kamu kan??" Faiz duduk disisi lain dina posisi Lily ada ditengah anta Faiz dan Erina


"ngga kok Lily anak yang baik dia sama sekali ngga ngerepotin aku"


"apa perlu kita pekerjakan pengasuh untuk Lily"


"itu tidak perlu lagi pula aku sangat bahagia jika aku sendiri yang membesarkan dan meawat Lily"


Faiz tersenyum mendengar kalimat yang terucap dari bibir Erina.