
"jadi katakan apa keinginan terakhir kamu!!! jangan menguji kesabaranku!!!" bentak wanita itu
"aku,, aku ingin penjelasan darimu ibu" mendengar kalimat Maria wanita itu sangat tersentak cahaya mulai menerang
Wanita itu terkejut kala melihat Maria yang ada disana bukannya Lily
"jadi apa ibu mau mengabulkan keinginan putrimu??" tanya Maria lebih tegas
kini Maria bisa melihat wajah wanita itu dengan sangat jelas dan ya benar wanita itu adalah Miki ibunya Maria
"Maria??"
"kenapa?? kenapa kamu diam!!?? kamu terkejut melihat anakmu yang disandra bukannya Lily Dirga Adipratama tapi malah Maria Mahesa"
"cuihh menjijikan,, kamu benar benar wanita yang hina!! aku benci kamu,, kamu bukan ibu aku!!"
Miki semakin terpukul kala mendengar kalimat yang Maria lontarkan
"Maria denar ini tidak seperti yang kamu kira" Miki berusaha menjelaskan segalanya namun Maria menolak penjelasan Miki
"apa?? apa lagi alasan kamu?? aku benar benar muak mendengar semua ocehan kamu"
"aku nggak nyangka dibalik wajah kamu yang cantik ternyata hati kamu busuk!!"
"Miki ibu mohon dengarkan penjelasan ibu"
"tidak ada lagi jyang perlu dijelasin"
"hei kalian kenapa kalian malah menyandra putriku!!!?? sekarang lepaskan dia!!"
"maaf nyonya kami tidak tahu jika dia adalah putri nyonya"
"cepat lepaskan ikatannya"
dengan segera tali yang mengikat kaki dan tangan Maria dilepaskan
Maria berdiri dan mendekati Miki bukannya memeluk Miki Maria malah mematung
"sekarang aku bisa membayangkan betapa takutnya Lily kala itu,, seorang anak kecil yang tidak tahu apa apa harus berada dirunangan yang penuh dengan ular betapa takutnya dia"
"Maria aku..." Maria tidak memberikan Miki celah untuk berbicara
"jika aku harus memelih antara kamu dan tante Erina aku akan memelih tante Erina sebagai ibu aku bukan kamu ibu yang jahat!!!"
"aku tidak akan pernah memaafkan kamu,, jika saja papa tahu apa yang sudah kamu lakukan aku yakin papa juga akan sama dia akan semakin membenci kamu!!"
Miki menangis mendengar pernytaan Maria
Faiz mendengarkan segalanya dia sangat terkejut mendengar dan menyalsikan segalanya
dengan segera dia menghampiri Maria tak lama Bintang datang
Bintang melihat hal yang tak pernah dia sangka ya keakraban Maria dengan Faiz
orang yang Bintang angga sebagai musuhnya karena Erina yang lebih memelih Faiz dari pada dirinya
kedatangan Bintang disusul dengan kedatangan polisi Miki dan anak buahnya diamankan oleh polisi
pandangan Miki terus menatap Mari dengan mata yang berlinang air mata
sedangkan Maria membuang wajahnya
mereka memutuskan untuk kembali
****
Rayan pulang membawa Lily melihat keadaan Lily Erina sangat cemas
"Rayan apa yng terjadi sama Lily??" tanya Erina cemas
"itu kak Lily..." Rayan ragu mengatakannya
"katakan Rayan ada apa??"
belum sempat Rayan menjawab Lily yang terlanjur lemas dan lemah langsung jatuh pingsan
kondisi Lily membuat semua orang semakin cemas
dengan segera Rayan mengangkat tubuh Lily dan ditidurkan diatas sofa
Mizuki memerikasa kondisi Lily
raut wajah Mizuki membuat Erina tambah cemas
"gimana?? apa Lily baik baik saja??" tanya Erina
"kamu harus tenang Erina,, Lily bik baik saja tapi..."
"tapi apa Yuka??"
"sepertinya kita harus lebih memperhatikan Lily rasa traumanya tidak masih belum bisa hilang sepenuhnya"
"Lily bertahun tahun dia harus melawan rasa takut akan hari itu" semua mata memanda g ke arah asal suara pria itu ya yang berbicara adalah Bintang