The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
Dinner 2



satu bulan sudah Verel ada di Makasar


hubungan Verel dan Laura semakin dekat,, malam ini Erina berencana ngajak Laura dinner


malam hari tiba


Erina dan Faiz sudah ada direstoran mereka masih menunggu kedatangan Verel dan Laura


"Erina kamu yakin mau ngedeketin Laura sama Verel??" tanya Faiz


"iya Faiz,, selama ini Verel tidak pernah bisa menemukan gadis idamannya aku ingin melihat temanku bahagia,, kamu tahu Faiz hampir semua teman seangkatan aku udah pada nikah tapi Laura bahkan dia masih kesulitan mencari pacar aku ingin Verel dan Laura bahagia" jawab Erina


"Erina terbuat dari apa hati kamu?? kenapa kamu begitu peduli sama orang lain??"


"membahagiakan orang lain bisa membuat kita ikut bahagia"


"aku sangat beruntung karena mendapatkan istri seperti kamu Erina" Faiz mencium tangan Erina


tak lama Laura dan Verel datang


"maaf nunggu lama ya,, jalanan macet" ucap Verel


"santai aja" balas Erina


"udah pada pesen makan??" tanya Laura


"belum kita nunggu kalian" jawab Faiz


Faiz manggil pelayan mereka mesan makanan dan minuman


"mbak aku mau Duck Breast Recipe 2 minumnya Fruity Lemon Squash 2,, kalian mau pesan apa??" tanya Faiz pada Verel dan Laura


" Salmon With Ratatouile" jawab Laura dan Verel kompak


"minumnya??" tanya Erina


" Mc Punch" lagi lagi Verel dan Laura menjawab kompak


"kompak banget kalian" ucap Faiz


"apa ada pesananan yang lain nona tuan??" tanya pelayan restoran


"aku pesan Red Velvet and Vanilla Cream Pudding 2,, Verel Laura kalian mau pesan dessert apa??" tanya Erina


"aku mau Banoffee Pie " jawab Verel


"aku mau Kiwi Panna Cotta aja " jawab Laura


"baik ada yang mau ditambah??"tanya pelayan restoran


"udah itu aja" jawab Erina


selama menunggu mereka berbincang Erina dan Faiz selalu mengarahkan pembicaraan kearah hubungan antara Laura dan Verel


setelah menunggu akhirnya pesanan datang


"selamat menikmati nona tuan" ucap pelayan restoran


"ini punya kak Erina" ucap Verel menyodorkan makanan ke Erina



"oh iya makanannya ketukar" Erina memberikan makanan pesanan Verel



mereka makan dengan dengan lahap namun pandangan Erina selalu mencuri kearah Laura dan Verel


selesai makan Erina dan Faiz mulai membicarakan hubungan Verel dan Laura lagi


"so kalian punya banyak persamaan kenapa kalian gak jadi pasangan aja??" ucap Erina ditengah tengah keheningan


"iya apa yang Erina katakan benar,, aku yakin kalian bakalan jadi pasangan yang cocok" tambah Faiz


"kak Erina apaan sih kak Dirga juga kenapa ikut ikutan" Verel berusaha ngeles


"Laura bagaimana meneurut kamu??" tanya Faiz


"hmm?? bagaimana apanya??" tanya Laura pura pura tidak tahu


"bagaimana jika minggu depan pernikahan kamu dilangsungkan" jawab Faiz


"pernikahan?? aku?? sama siapa?? Faiz bahkan aku gak punya pacar"


"iya pernihakan kamu sama Verel"


Verel sedang minum terseak dia batuk batuk


"uhuk uhuk"


"hei kenapa??" tanya Erina


"kak Dirga apaan sih"


"udahlah gak usah saling nutupin perasaan satu sama lain aku tahu kok kalau kalian sebenarnya saling suka saling cinta so mau tunggu apa lagi"


Wajah Laura memerah karena malu Verel berusaha menyembunyikan kegugupannya


aku akan sangat bahagia jika apa yang dikatakan Faiz benar benar terjadi Verel apa kamu gak tahu kalau aku jatuh cinta sama kamu sejak pertama kali ketemu??. ucap Laura dalam hati.