
"hei jangan lari" Faiz terus mengejar Erina hingga Faiz menangkap Erina dan menjatuhkan tubuh Erina keranjang Faiz menindih tubuh Erina
Erina menyadari apa yang terjadi namun dia tak bisa berbuat apa apa karena bagaimanapun Faiz adalah suaminya.
Faiz mengerti dengan sikap Erina yang gemetar dan gugup.
"kamu gak perlu takut aku akan nunggu kamu sampai kamu siap Erina" Faiz bangun dari posisinya
"maaf Faiz,, aku... aku masih takut karena kejadian dihotel itu" Erina bagun dan memeluk kakinya Faiz membalikan tubuhnya kearah Erina
Faiz cukup khawatir melihat keaadan Erina yang masih ketakutan.
"Erina aku gak akan biarkan siapapun nyakitin kamu aku akan pastikan orang yang menyakiti kamu mendapatkan hukuman yang setimpal" Faiz memeluk Erina
tak terasa air mata mengalir dipipi Erina,, Erina masih ketakutan kala mengingat apa yang menimpanya.
Faiz terus menenangkan Erina hingga akhirnya Erina teidur dalam dekapan suaminya.
Faiz membaringkan Erina dan menyelimuti tubih Erina,, Faiz mengunci pintu kamar dan menghampiri Erina.
"Erina aku tidak akan biarkan kamu menderita aku akan mederita akan aku lakukan apa saja yang akan membuat kamu bahagia" Faiz mengelus lembut kepala Erina dia mencium kening Erina
"selamat malam Erina" Faiz mengambil bantal dan mematikan lampu dia tidur disofa
tengah malam Erina bangun dia merasa haus kala itu malam sangat dingin Erina melihat Faiz tidur tanpa selimut
Erina menghampiri Faiz tubuhnya menggil Erina mengambil selimut disaat Erina akan menyelimuti tubuh Faiz,, Faiz menarik tangan Erina sampai Erina jatuh menindih tubuh Faiz
Faiz memeluk Erina dengan erat Erina berusaha melepaskan diri tapi tak bisa pelukan Faiz terlalu erat dan Erina pasrah akhirnya dia tidur dipeluk Faiz namun tak ada yang terjadi diantara mereka.
matahari terbit membangunkan Faiz ketika dia membuka matanya dia melihat Erina ada diatas tubuhnya.
"ahh selamat pagi Faiz" sapa Erina dengan santai
"bagaimana kamu bisa tidur dipelukanku??" tanya Faiz
"senalam saat aku mau menyelimuti kamu,, kamu malah narik aku sampai aku jatuh aku berusaha melepaskan diri aku tapi tidak bisa tanganmu terlalu kuat" Jawab Erina masih dalam posisi dipeluk Faiz
"Erina kenapa kamu gak bangunin aku bagaimana jika terjadi sesuatu??" tanya Faiz
"Faiz aku tahu aku tidak memberikan kamu hak sebagai suami aku tapi aku percaya sama kamu" jawab Erina Faiz melepaskan pelukannya
"akhirnya aku bisa bernafas lega" ucap Erina dengan nada mengejek
"apa?? kamu nyalahin aku" ucap Faiz
"udahlah aku mau madi aku harus nyiapin sarapan untuk kita" Erina pergi kekamar mandi Faiz tersenyum mendengar kalimat Erina
"Erina Erina kamu emang perempuan yang beda aku gak akan nyesel menikah sama kamu walaupun pernikahan kita ini tidak seperti pernikahan pada umumnya" ucap Faiz pada dirinya sendiri
setelah Erina mandi memakai pakaian dia langsung kedapur untuk menyiapkan sarapan
Faiz turun untuk sarapan dan Erina menyajikan makanan dimeja makan yang tadi dia buat.
Faiz duduk Erina menyajikan makanan kepiring Faiz Erina tidak menanyakan menu apa yang Faiz inginkan karena Erina tahu apa yang Faiz suka.
mereka sarapan dengan lahap
nona dan tuan sangat berbeda dari pasangan suami istri lainnya mereka lebih menunjukan sisi sahat mereka tapi baik nona ataupun tuan mereka saling memahmi satu sama lain. ucap Celsi dalam hati