The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
engagement



Lily kembali ke ruang keluarga duduk dengan semua orang


"Biran" bisik Lily


"jangan katakan apapun tentang hubungan kakak dan Aqsa kakak mohon" Lily berusaha terlihat tenang


"kenapa??" tanya Biran berbisik


"nanti kakak jelasin"


"oke"


tak lama Aqsa dan Marvel turun dan berkumpul Biran terkeju kala melihat Aqsa ada dirumah keluarga Bagas


"ah oke karena semuanya udah disini kita langsung aja ya" ucap Bagas


"Lily sebenarnya yang akan dijodohkan sama kamu adalah Aqsa bukan Marvel waktu itu Aqsa gak bisa datang karena dia harus mempersiapkan diri untuk olimpiade,, Aqsa inikan atlet Jetski dan sebentar lagi olimpiade Aqsa dapat libur selama 3 hari jadi om sama papa kamu sepakat agar kalian bertunangan dulu" ucap Bagas


"Lily gimana pendapat kamu??" tanya Faiz


"kalau untuk pertunangan secepat ini Lily bisa saja pah tapi kalau untuk pernikahan Lily ga mau terburu buru" jawab Lily


"oke masalah pernikahan biar Lily sama Aqsa aja yang atur gimana kalau gitu??" tanya Erina


"oke yang terpenting sekarang Lily dan Aqsa bisa tunangan dulu" balas Bagas


Lily dan Aqsa menukar cincin



"akan sangat baik jika Lily sama Aqsa memghabiskan banyak watu bersama" ucap mamanya Aqsa


"mah pah Lily cape apa kita bisa langsung pulang aja?? besok Lily harus kerja pagi pagi banget" ucap Lily


"kenapa buru buru Li??" tanya Marvel


"ada data yang belum aku periksa jadi besok aku harus kerja lebih awal" jawab Lily


"duhh sayang benget ya padahal Lily dan Aqsa baru aja ketemu" ucap Bagas


"iya mau gimana lagi Gas aku sendiri mama nya gak bisa maksa Lily dia sangat keras kepala apa lagi kalau udah marah percis kaya Faiz"


"namanya juga anak aku"


"Biran juga capek nih mana besok ada pemotretan lagi"


keesokan harinya pagi pagi sekali Lily sudah berangkat bekerja


Lily selalu tampil cantik dengan pakaian apapun



Lily sangat sibuk hari ini sampai dia lupa makan siang


disisi lain Biran sibuk dengan pemotretan


Erina pergi ka taman tidak sengaja dia melihat Maria menagis duduk sendirian ditaman


Erina menghampiri Maria yang sedang menangis


"Maria" panggil Erina Maria melihat kearah Erina


"ngapain tante disini??" tanya Maria sinis sambil menghapus air matanya


"Kamu kenapa?? kenapa kamu nangis??"


"bukan urusan tante"


"Maria kamu itu sama seperti Lily dan Biran bagi tante"


"kenapa apa karena aku anaknya papa Bintang??"


"tidak Maria tante bisa lihat dimata kamu,, ada kesepian yang sangat mendalam ada rasa yang tidak pernah kamu dapatkan tapi entah dari siapa"


Mendengar kalimat Erina hati Maria mulai tersentuh


"salahkah aku jika aku ingin dicintai dan disayangi seorang ibu??" Maria menagis lagi


"Maria kamu tidak salah tante tahu bagaimana Miki mama kamu dengar sayang setiap anak ingin dicintai dan disayangi oleh orang tuanya,, Maria kalau kamu mau main aja ke rumah tante" Erina memegang kedua tangan Maria


Erina mencoba menenangkan Maria sikap keibuan Erina perlahan membuat Maria nyaman ada didekatnya


perlahan Maria mulai membuka dirinya pada Erina


Lily kembali memikirkan apa yang terjadi dalam kehidupannya bagaimana takdir mempermainkan cintanya


dulu takdir memisahkan Lily dari cintanya namun kini takdir menyatukan kembali Lily dengan cinta yang telah hilang dari dirinya.