The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
Unstoppable anger



Biran segera dilarikan kerumah sakit Erina dan Faiz ikut dalam ambulan


Faiz berusaha menghentika pendarahan diseleluh tubuh Biran


Lily masih dalam posisi yang sama dia menetap kearah dimana Biran tertimpa lampu


Darah segar membasahi lantai itu Evan terdiam duduk ditempat itu


Vanya hanya bisa berdiam diri menyaksikan segalanya


"apa kamu puas sekarang!!!?? tanya Lily yang kini membuka suara


"apa maksud kamu??" Evan melihat kearah Lily yang kini berdiri tepan diadapannya


"tertawalah sepuas kamu karena hari ini recana keji papa kamu terlaksanakan!!!"


"apa maksud kamu Lily?? dendam apa?? tidak ada yang tqhu apa yang akan terjadi dimasa depan" Vanya mendekati Lily seketika Lily memblikan tubuhnya


"haruskah aku mengingatkan apa yang terjadi dihari pernikahan kamu dan Morgan!!! jangan pernah ikut campur,, kamu!!! dulu kamu menghancurkan impin adikku dengan merebut Morgan dari Biran dan sekarang kamu merenggut cintanya Biran lagi dan lagi!!!" teriakkan Lily didengar semua tamu Vanya memandang kesekeliling wajahnya memerah karena dia malu saat Lily mengungkapan semua yang sudah dia lakukan pada Biran sebelumnya


papa Vanya membubarkan semua tamu mata Lily memancarkan amarah semua orang bisa melihatnya dengan jelas


"aaarrrhhh!!!" Lily menyapu semua benda yang ada didekatnya dengan kedua tangannya


air mata menetes dari mata Evan Vanya terkejut melihat Evan meneteskan air mata padalah selama ini Evan terkesan dingin sama Vanya


"E...Evan" panggil Vanya pelan


Lily kembali menghampiri Evan yang berdiri mematung


"jika terjadi sesuatu pada Biran maka aku tidak akan membiarkan kalian hidup tenang!!" Amarah pada diri Lily sudah tidak tetbendung lagi


"Lily kendailan diri kamu" ucap seorang pria yang sngat Lily kenal


"jangan menghentianku hari ini!!"


"maaf Lily aku gagal melindungi Biran,, maaf" Evan terlihat sangat lemas


"Lily" Hiro langsung memeluk Lily dengan hangat mencoba menenangkan Lily dan meredam amarah Lily


Lily menangis sesegukan dipelukan Hiro perlahan dia menjatukan dirinya dan duduk dilantai


"selama ini aku selalu melindungi Biran,, aku tidak pernah memperdilikan keselamatanku sendiri demi Biran tapi hari ini aku gagal sebagai kakak ku gagal melindungi Biran" Lily masih menangis dipelukan Hiro tubuhnya kini lemas


"Lily dengar saat ini tidak ada gunanya marah saat ini kita harus pikirkan bagaimana keadaan Biran" Hiro mengelus lembut rambut Lily


karena terus menangis dan scok melihat adik kesayangannya Lily kini pingsan


Hiro membawanya mereka kini menuju rumah sakit yang sama dimana Biran dirawat


***


sesampainya dirumah sakit Biran langsung ditanganai dokter 1 jam kemudian dokter keluar


"dok bagaimana keadaan putriku??" tanya Erina penuh kecemasan


"pasien banyak mengeluarkan darah,, kondisinya juga sangat parah untuk tindakan lebih lanjut pasien harus dioprasi karena ada pendarahan dikepala pasien"


"lakukan apapun untuk menyelanatkan putriku" Faiz terlihat memohon


"baik kami pasti akan berusaha semaksimal mungkin namun untuk melakukan oprasi pasien membutuhkan transaksi darah"


"golongan darah putriku sama denganku,, ambil saja darahku" balas Faiz dengan cepat


"baik pak,, suster" susuter datang


"iya dok"


"cepat bawa ayah pasien keruang donor darah untuk diambil daraahnya agar kita bisa mempercepat menangani pasien"


"baik dok,, mari pak" Faiz mengikuti susuter itu


selang bebetapa lama Laura Verel dan Rayan datang disusul Hiro yang memebawa Lily masih dalam keadaan pingsan.