The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
Goodbye Makasar



keberangkatan Erina sudah disiapkan segalanya dia kini berada di bandara bersama ayah dan bundanya.


"Ayah Bunda doakan Erina terus ya semoga Erina bisa menjalankan Amanat omah,, Erina pasti akan sangat merindukan ayah dan bunda" ucap Erina


"iya sayang ayah dan bunda pasti akan mendoakan disetiap langkah kamu" jawab ayah


"Erina bunda dan ayah gak pernah ngebayangin kalau kamu akan pergi secepat ini kami juga pasti akan sangat merindukan kamh sayang" Bunda dan ayah memeluk Erina dengan erat


"sayang pesawat kamu akan segera takoff sebaiknya kamu sekarang cepat kesana" ucap ayah


"iya yah bun Erina pamit" Erina mencium tangan ayah dan bunda kemudian berjalan mundur.


walaupun bibirnya tersenyum namun hatinya menangis karena dia harus meninggalkan orang oranh yang dia sayangi.


keesokan harinya dipagi hari bunda masuk kekamar Erina,, kamar sederhana dan sangat rapi



selama ini Erina suka sekali dengan kesederhanaan,, bunda masuk untuk mengganti lengharum ruangan dikamar Erina.


"ehh ada tuan muda Bintang pasti mau nyari nona muda ya" ucap ART Erina


"iya bi Erina nya ada??" tanya Bintang


"Erina udah berangkat ke Swiss" jawab bunda baru datang


"Swiss,, loh bukannya bulan depan ya tante??"


"harusnya gitu tapi Erina tiba tiba minta dipercepat"


"kalau gitu Bintang permisi tante"


Bintang merasa tidak bersemangat akhirnya dia pulang ditengah perjalanan Bintang berhenti tepat di taman kemarin dimana Erina mencium pipi Bintang.


Bintang duduk disalah satu kursi taman


"eh itukan Bintang,, ehmm ini kesempatan aku buat deketin dia" ucap Miki pada dirinya sendiri


Miki mendekati Bintang dia duduk disamping Bintang,, Bintang tidak menyadari Miki ada disisinya karena dia larut dalam lamunannya.


hp bintang berbunyi ada pesan masuk dengan segera Bintang melihat hpnya


"pesan dari Erina" Bintang membuka pesannya Miki terlihat kesal namun dia juga penasaran dengan isi pesannya


hai Bintang maaf aku gak pamitan sama kamu aku mempercepat keberangkatan aku ke Swiss,, Bintang aku tahu kamu pasti kecewa aku juga tahu bagaimana perasaan kamu sama aku tapi tolong buka hati kamu untuk gadis yang ada disebelah kamu dia yang selalu mencintai kamu dengan tulus dari pertama kali kita semua melihat kamu,, Bintang forget me pleas.


Bintang melihat ke samping ternyata dia adalah Miki


"Miki" ucap Bintang


"hai Bintang aku juga baca kok pesannya dari Erina ya" ucap Miki


"apa yang Erina bilang bener Bintang kamu harus coba buka hati kamu untuk gadis lain" lanjut Miki


semula sikap Miki yang kecentilan kini berubah dia lebih menjaqga harga dirinya sebagi seorang perempuan.


Bintang masih tidak mengatakan apa apa dia masih tak percaya dengan keputusan Erina


rencananya hari ini aku mau mengatakan hal penting sama kamu Er aku sekarang sadar kalau aku mencintai kamu Er tapi kamu malah pergi,, apa kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan Er?? ucap Bintang dalam hati


"Bintang" panggil Miki membangunkan Bintang dari lamunannya


"gak apa apa kalau kamu gak mau sama aku tapi setidaknya biarkan aku jadi sahabat kamu"ucap Miki Bintang kini tersenyum Miki merasa bahagia karena ini pertama kalinya Bintang tersenyum sama Miki


"hanya sahabat gak lebih" ucap Bintang memberikan jari kelingking


"oke sahabat" Miki membalas uluran jari kellingking Bintang.