
gagal dengan rencana sebelumnya Reina tidak berhenti memisahkan Erina dan Faiz
kali ini Reina merencanakan yang pasti tidak akan gagal
hari minggu rencananya Faiz akan ngajak Erina nonton
ketika serapan semua baik baik saja wajah Reina kali ini terlihat senang
*kamu makan aja sepuasnya Erina karena setelah ini akan aku pastikan kamu akan menangis dan kamu pasti akan nyesel karena kamu berani ngerebur Faiz dari aku. ucap Reina dalam hati
***Flashbach on****
Reina masuk kedapur dia melihat berbagai menu makanan untuk sarapan
"Bi ini kok makanananya dipisah buat siapa??" tanya Reina
"ohh itu untuk Nona Erina,, tuan Faiz minta agar makan nona Erina harus benar benar tergaja dadi segala apapun mengingat nona Erina sedang hamil anak pertamanya" jawab Art Erina
Reina terlihat berpikir sebentar
"bi boleh tolong ambilin aku sereal" pinta Reina
"baik non"
bibi mencari sereal yang diminta oleh Reina tapi stok sereal habis
"maaf non stok sereal nya abis,, tapi ada diruangan bahan makanan non" ucap bibi
"ya udah bibi tolong ambilin ya"
"baik non"bibi pergi meninggalkan dapur
Reina mengeluarkan botol kecil berisi obat dan menuangkannya kemakanan Erina
"dengan obat ini kamu akan kehilangan bayi yang ada dalam kandungan kamu" ucap Reina
Flashback off
selesai makan Erina berdiri tiba tiba perutnya terasa sakit
"aww sakit sekali" ucap Erina memegangi perutnya
"Erina kenapa??" tanya Faiz cemas
"perut aku sakit sekali" Erina semakin kesakitan darah mengalir dikaki Erina Faiz langsung cemas ketika melihat darah dikaki Erina
"Erina kamu baik baik saja??" Faiz semakin cemas
"Faiz perut aku sakit banget" Erina semakin kesakitan
Faiz dengan segera menggendong Erina membawanya kerumah sakit
selama diperjalanan Erina terus merintih kesakitan
"Erina kamu pasti bisa bertahan demi aku demi calon anak kita" Faiz mengusap kepala Erina
"Faiz sakit" Erina terus merintih kesakitan
"bertahanlah Erina bertar lagi kita sampai" Faiz berusaha menguatkan Erina
sebelum sampai di rumah sakit Erina pingsan karena tidak tahan menahan rasa sakit diperutnya
sesanpainya dirumah sakit Erina langsung diperiksa
Faiz gelih dengan keadaan Erina
setelah cukup lama dokter keluar Faiz langsung menanyakan keadaan Erina
"dokter bagaimana keadaan istriku dan kandangannya??" tanya Faiz cemas
"keadaan istri anda sudah membaik bahkan istri anda sudah sadar tapi..." Dokter seakan enggan mengatakannya
"tapi apa dok??" tanya Faiz penasaran
"kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi maaf kami tidak bisa menyelamatkan bayinya"
"apa??" Faiz semakin sedih mendengar pernyataan dokter
"saya permisi" dokter pergi meninggalkan Faiz
Faiz langsung masuk kedalam ruangan Erina
Erina sangat sedih dia meningis
"Erina" panggil Faiz Erina langung memeluk Faiz dia meningis dipelukan Faiz
"Faiz bayiku" Erina memukuli dada Faiz dan terus menangis
"Erina ini adalah ujian untuk kita" Faiz mencoba untuk tenang dihadapan Erina walaupun hatinya menangis dan sangat hancur
"kemabalikan bayiku aku mau bayiku kembali" tangisan Erina semakin keras
hingga suster datang dan menyuntikan obat penang pada Erina
Faiz menangis karena mimpinya untuk menjadi seorang ayah hancur dalam sekejap
tapi Faiz harus terus berusaha tenang dan kuat agar dia bisa membuat Erina tetap kuat dan tegar juga.