The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
bad news



gagal dengan rencana sebelumnya Reina tidak berhenti memisahkan Erina dan Faiz


kali ini Reina merencanakan yang pasti tidak akan gagal


hari minggu rencananya Faiz akan ngajak Erina nonton


ketika serapan semua baik baik saja wajah Reina kali ini terlihat senang


*kamu makan aja sepuasnya Erina karena setelah ini akan aku pastikan kamu akan menangis dan kamu pasti akan nyesel karena kamu berani ngerebur Faiz dari aku. ucap Reina dalam hati


***Flashbach on****


Reina masuk kedapur dia melihat berbagai menu makanan untuk sarapan


"Bi ini kok makanananya dipisah buat siapa??" tanya Reina


"ohh itu untuk Nona Erina,, tuan Faiz minta agar makan nona Erina harus benar benar tergaja dadi segala apapun mengingat nona Erina sedang hamil anak pertamanya" jawab Art Erina


Reina terlihat berpikir sebentar


"bi boleh tolong ambilin aku sereal" pinta Reina


"baik non"


bibi mencari sereal yang diminta oleh Reina tapi stok sereal habis


"maaf non stok sereal nya abis,, tapi ada diruangan bahan makanan non" ucap bibi


"ya udah bibi tolong ambilin ya"


"baik non"bibi pergi meninggalkan dapur


Reina mengeluarkan botol kecil berisi obat dan menuangkannya kemakanan Erina


"dengan obat ini kamu akan kehilangan bayi yang ada dalam kandungan kamu" ucap Reina


Flashback off


selesai makan Erina berdiri tiba tiba perutnya terasa sakit


"aww sakit sekali" ucap Erina memegangi perutnya


"Erina kenapa??" tanya Faiz cemas


"perut aku sakit sekali" Erina semakin kesakitan darah mengalir dikaki Erina Faiz langsung cemas ketika melihat darah dikaki Erina


"Erina kamu baik baik saja??" Faiz semakin cemas


"Faiz perut aku sakit banget" Erina semakin kesakitan


Faiz dengan segera menggendong Erina membawanya kerumah sakit


selama diperjalanan Erina terus merintih kesakitan


"Erina kamu pasti bisa bertahan demi aku demi calon anak kita" Faiz mengusap kepala Erina


"Faiz sakit" Erina terus merintih kesakitan


"bertahanlah Erina bertar lagi kita sampai" Faiz berusaha menguatkan Erina


sebelum sampai di rumah sakit Erina pingsan karena tidak tahan menahan rasa sakit diperutnya


sesanpainya dirumah sakit Erina langsung diperiksa


Faiz gelih dengan keadaan Erina


setelah cukup lama dokter keluar Faiz langsung menanyakan keadaan Erina


"dokter bagaimana keadaan istriku dan kandangannya??" tanya Faiz cemas


"keadaan istri anda sudah membaik bahkan istri anda sudah sadar tapi..." Dokter seakan enggan mengatakannya


"tapi apa dok??" tanya Faiz penasaran


"kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi maaf kami tidak bisa menyelamatkan bayinya"


"apa??" Faiz semakin sedih mendengar pernyataan dokter


"saya permisi" dokter pergi meninggalkan Faiz


Faiz langsung masuk kedalam ruangan Erina


Erina sangat sedih dia meningis


"Erina" panggil Faiz Erina langung memeluk Faiz dia meningis dipelukan Faiz


"Faiz bayiku" Erina memukuli dada Faiz dan terus menangis


"Erina ini adalah ujian untuk kita" Faiz mencoba untuk tenang dihadapan Erina walaupun hatinya menangis dan sangat hancur


"kemabalikan bayiku aku mau bayiku kembali" tangisan Erina semakin keras


hingga suster datang dan menyuntikan obat penang pada Erina


Faiz menangis karena mimpinya untuk menjadi seorang ayah hancur dalam sekejap


tapi Faiz harus terus berusaha tenang dan kuat agar dia bisa membuat Erina tetap kuat dan tegar juga.