The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
Part 90



Anna menatap bayi cantik yang tengah menyusu padanya, terlihat sekali bayi itu sangat lahap menghisap sumber asinya.


"Siapa namanya? "Gumam Anna.


Alex tersenyum, lalu membelai pelan kepala putrinya yang tertutup topi bayinya.


"Waktu itu kamu memberitahukan padaku sebuah nama. "


Anna langsung menatap Alex, "Oh ya? "


Alex mengangguk, "Ya... Michelle. "Ucap Alex, "Artinya pembawa keadilan Tuhan, katamu ini nama dedikasi untuk sahabatmu, Mike, Michael.Karena nama anak kita perempuan maka namanya Michelle. "


Anna tersenyum lalu menatap bayinya, "Michelle... "Lirihnya, lalu ia kembali menatap pria yang sekarang ia yakini sebagai suaminya, "Apa hanya itu namanya? "


"Apa kamu mengizinkan aku memberinya nama? "


"Tentu saja, bukankah dia putri kita. "


Alex langsung mengangguk antusias, "Ya... baiklah. "


Alex menatap bayinya yang tampak sudah mulai terlelap, "Amora... namanya Amora Michelle Bramono. "


Anna tersenyum lebar lalu menatap bayinya, "Amora... kita akan memanggilnya Mora. "


"Kamu suka namanya?"Tanya Alex sambil membelai kepala Anna


Anna melirik ke tangan Alex di kepalanya, lalu ia tersenyum, "Cantik namanya, aku menyukainya. "


"Ya, Amora artinya Cinta. Dia bukti cinta kita. "


Anna langsung menatap lekat wajah Alex, mendengar kata cinta dari laki-laki yang di katakan adalah suaminya, hatinya terasa hangat dan karena itu, ia yakin jika meski pikirannya melupakan cinta untuk Alex,tapi tidak hatinya, hatinya mencintai Alex.


Alex menatap mata istrinya yang terus menatapnya lekat, Alex lalu membelai pipi Anna dan memberanikan diri mendekatkan wajahnya, entah Anna sudah mengingatnya atau tidak, tapi ia sungguh merindukan istrinya.


Melihat Anna yang memejamkan matanya, Alex tersenyum, itu tanda izin dari istrinya untuk apa yang akan ia lakukan, Alex pun mencium bibir istrinya dengan lembut, Alex bertambah bahagia saat merasakan balasan dari istrinya itu.


"Astaga... kalian..."


Alex melepaskan ciumannya, lalu menoleh, ada Axel dan Angel juga Lucas yang tengah di tutup matanya oleh Angel. Sementara Anna segera menutup payudaranya yang sudah terlepas dari mulut putrinya yang sudah tertidur.


"Kalau masuk ketuk pintu dulu. "Tegur Alex


"Tadi sudah aku ketuk. "Jawab Axel sambil mendudukkan dirinya di Sofa.


"Wah apa dia tidur mom? "Tanya Lucas membuat Anna bingung


"Dia Lucas, putra Naina dan Ibrahim, dia memanggilku Daddy, maka dari itu dia memanggilmu Mommy."Ujar Alex menjelaskan.


"Iya kak, dia anakku juga, dia memanggilku mama, dan papa pada Axel, pada orang tuanya memanggil ayah dan bunda."Ujar Angel menjelaskan membuat Anna bingung


"Nanti pelan-pelan kamu akan mengingatnya. "


Anna mengangguk lalu menatap Lucas yang mencium Amora dengan pelan.


"Siapa namanya mom? "


"Namanya Amora. "


"Amora..."Jawab Lucas lalu kembali menyentuh pipi Amora.


.................


Baby Amora akhirnya di perbolehkan pulang setelah satu minggu di rumah sakit, saat ini di rumah Alex yang berada di puncak, tengah ramai kedatangan keluarga Adam dan Daffa, juga keluarganya dan beberapa anggota DGS untuk memberi selamat atas kelahiran Baby Amora.


"Selamat ya Anna, putrimu sangat cantik. "Ucap Darra


"Terimakasih kak. "Ucap Anna.


Kondisi Anna sudah jauh lebih baik, setelah mendapatkan obat dari Sam, perlahan ingatan Anna mulai stabil.


"Mami kenapa Siena tidak punya adik cantik seperti dede Amora? "


"Memangnya kenapa? Kan Siena sudah punya adik dua."


Siena langsung menggeleng, "Ih Siena gak suka Leo Lio, mereka nakal. "


Dara dan yang lainnya tertawa melihat tingkah Siena, sementara Difa terlihat tenang duduk di pangkuan bundanya di samping baby bouncer tempat Amora terlelap.


"Anak-anak itu siapa? "Tanya Anna melihat 3 balita laki-laki tengah bermain di sofa dekat anak laki-laki yang tampak tenang sibuk dengan ponselnya.


"Ah itu si kembar Leo Lio, putraku,adik Siena"Ujar Dara,"Lalu yang lebih besar itu Defan, putra bungsu Sifa,adik Difa. "Tunjuk Dara pada Difa,"Lalu yang duduk bersama Lucas itu Raffa, putra pertama Sifa. "


Anna mengangguk mengerti, ia lalu tersenyum karena ternyata dia berada di keluarga yang benar-benar hangat seperti ini.


....................


"Alex...."Panggil Anna.


"Ya sayang."


Alex yang baru saja menutup panggilan teleponnya langsung menghampiri istrinya.


"Kenapa? "Tanya Anna.


Istrinya itu tampak menunduk, membuat Alex bingung,"Sayang... ada apa? "


Alex lalu melihat ke arah ranjang dan melihat jika Amora tengah tertidur dengan tenang.


"Sayang..."


"Alex... aku harus bagaimana? "Tanya Anna menatap suaminya sendu


"Hei sayang... kamu kenapa? "


Anna menghela nafasnya lalu menyerahkan sebuah benda pada suaminya itu.


"Apa ini? "


"Masa kamu gak tau itu apa? "


Alex mengangguk, "Tau ini testpack,tapi punya siapa? "Tanya Alex sebelum ia sadar dengan maksud istrinya.


"Ka... kamu hamil lagi? "Tanya Alex memastikan dugaanya


"Aku tidak tau, tapi aku tak datang bulan sejak selesai nifas padahal ini sudah 3 bulan, terus sejak kemarin aku mual-mual dan itu hasilnya."Lirih Anna di akhir kalimatnya seolah dia meragukan hasil alat itu.


Alex tersenyum, "Kalau hamil lagi ya kita harus bersyukur. "


Anna langsung menggeleng, "Melahirkan kemarin saja masih aku ingat betapa sakitnya masa aku harus melahirkan lagi sih. "


Alex terkekeh melihat ekspresi istrinya lalu menariknya ke dalam pelukannya, "Aku tau kamu kuat, menahan luka dan peluru saja kamu kuat, lagi pula kata orang beda anak juga beda rasa melahirkannya, siapa tau anak kedua kita ini laki-laki, bukankah kamu ingin memberinya nama Mike kalau punya anak laki-laki nanti. "


"I...iya tapi gak secepat ini juga. "


Cup...


Alex mengecup puncak kepala istrinya,meski ia cukup khawatir jika benar Anna hamil lagi, tapi apapun keadaannya tetap harus ia syukuri.


"Kita ke dokter sekarang."Pinta Anna.


Anna ingin sekali memastikan apa benar dia hamil atau tidak, meski ia sedikit khawatir mengingat usia Amora yang baru 3 bulan, tapi ia berharap kehamilannya kali ini benar-benar anak laki-laki, ia ingin mewujudkan impian Mike di masalalu.


"Jika aku di lahirkan lagi, aku ingin lahir di keluarga yang lengkap, ada papa mama yang menyayangiku, aku ingin hidup dengan cinta kedua orang tuaku. "


Di sinilah Alex dan Anna saat ini setelah tadi menitipkan Amora pada Angel dan Axel yang memilih membeli rumah di dekat rumah Alex.


"Harusnya dulu KB selesai nifas bu, ini jaraknya akan sangat dekat sekali dari kelahiran sebelumnya."Ujar dokter kandungan di depan Alex dan Anna


Anna memang tidak KB hormon karena tak baik untuk pemulihan kondisi ptsdnya tapi ia juga tak memasang kb lain karena belum sempat sementara Alex selalu menolak menggunakan ****** karena merasa tak nyaman dengan itu.


"Sudah dok katakan saja bagaimana kondisinya. "Ujar Alex tegas, 'Kenapa dokter itu yang repot, aku saja senang kok dengan kehamilan Anna lagi. 'Batin Alex


Dokter itu menghela nafasnya lalu menjelaskan kondisi Anna dan kandungannya jika mereka baik-baik saja dengan usia kehamilan Anna memasuki 7 minggu.


"Terimakasih."Ujar Alex dan Anna setelah dokter selesai menjelaskan.


Keluar dari ruang dokter sambil menunggu antre obat, Alex mengetik sesuatu di ponselnya.


Anna mengerutkan keningnya lalu mengambil ponselnya yang bergetar, suaminya baru saja mengirim sesuatu di grup keluarganya dan DGS.


Suamiku


Istriku hamil lagi, kalian lihat aku yang terhebat dari kalian semua.


"Alex... ini apa? "Tegur Anna yang hanya di balas senyuman lebar di bibir suaminya.


...The End...


.......


.......



**Terima kasih sudah mengikuti cerita ini sampai akhir, Nantikan sequelnya ya cerita tentang Amora ,putri Alex dan Anna.


......🖤🖤......


...@myAmymy**...