
Axel berdiri di samping mobilnya, hari ini adalah hari minggu, tadi setelah mengantar Lucas ke panti, dan mengantar Angel les masak, dia beralasan pada istrinya jika hari ini dia ada kerjaan.
"Axel... " Seru seseorang yang menghampirinya, seorang wanita dengan celana jins dan kemeja kuning dengan rambut pendeknya.
'Siapa? seksi banget.'Batin Axel.Meski wanita itu memakai pakaian panjang tapi pakaian yang di kenakannya cukup press body sehingga menampilkan lekuk tubuhnya dengan dada yang besar juga pantat yang ah Axel tak bisa menggambarkannya, 'Apa dia mantanku juga?'Batin Axel.
"Kamu ngapain di sini? "Tanya wanita itu.
Ehem...
Axel berdehem, tak mungkin kan dia mengatakan jika dia akan jalan dengan Sarah,"Owh aku lagi nunggu klien, kamu... "
"Haa.. kamu pasti lupa kan sama namaku? "
"Kok tahu?"
"Ih udah biasa kali, kamu kan pernah bilang kalau kamu susah menghafal nama orang."
"Ah ya.. jadi namamu siapa? "
wanita itu mendekat lalu mengusap pipi Axel, "Aku Lusi. Balerina yang kamu bilang seksi. "
Ah ya aku ingat, dia Lusi yang waktu itu minta putus darinya karena mau ikut lomba balerina ke NewYork,"Owh ya jadi bagaimana? Apa kamu menang waktu itu. "
Lusi menggeleng,"Tidak, aku jadi nyesel waktu itu putusin kamu."Lusi mengapit lengan Axel, "Jadi apa kita bisa menyambungkan sesuatu yang dulu sempat putus?"
Axel menaikan satu alisnya, "Hmm... nanti aku hubungi kamu ya."
"Kamu tahu nomor aku? "
Axel terkekeh, "Jangankan cuma nomor telepon, pin atm kamu juga aku bisa cari. "
"Ish kamu mah... "
Axel melirik jam di tangannya, sepertinya sebentar lagi Sarah turun, "Mm Lusi sepertinya klien ku akan segera tiba."
Lusi langsung melepas tangannya dari Axel, "Ah ya.. kalau begitu aku pergi dulu ya Axel. " Ujarnya lalu pergi dari hadapan Axel dan menyetop sebuah taksi lalu masuk dan pergi.
Axel menghela nafasnya lega tepat saat ia menatap pintu sebuah salon kecantikan ada Sarah muncul di sana.
"Lama ya... " Tanya Sarah,"Kenapa tadi tidak masuk aja si?"
"Tidak apa? Aku juga baru sampai... "Axel melirik penampilan Sarah, "Hmm... wangi banget si kamu. "
"Iya dong kan aku baru nyalon."
"Ya udah yuk jalan,bagaimana kalau kita ke Ancol?"
"Boleh." Seru Sarah lalu mengikuti Axel masuk ke mobilnya.
.
.
Di tempat lain Angel baru saja menyelesaikan pelajaran memasaknya dengan baik.
"Cheff apa saya bisa membawa makanan ini ke rumah?"Tanya Angel pada cheff yang mengajarinya memasak.
Dia bernama Cheff Stevan. Pria blasteran Indo Jerman.Dia cukup tampan dan ramah,dia juga baik usianya tak jauh beda dengan Axel sepertinya.
"Tentu boleh Angel. "Jawabnya membuat Angel gembira.
"Terima kasih Cheff. " Angel tersenyum, hari ini masakannya mendapat nilai cukup bagus dari gurunya dan dia ingin menunjukkannya pada anak dan suaminya.
Cheff Stevan menatap tak berkedip pada Angel yang tersenyum dengan begitu cantik.Tapi pria itu harus menahannya karena status Angel saat mendaftar kelasnya sudah menikah.
..............myAmymy..............
Alex baru bangun tidur saat jam makan siang. Mengerjapkan matanya lalu memutar pinggangnya ke kanan dan kiri.Segera ia turun dari ranjang lalu meraih celananya sebelum masuk ke kamar mandi.
Sementara Naina tengah duduk di depan televisi, menatap kosong pada televisi yang menyala,ia terus memikirkan semua yang melintas dalam ingatannya.
"Memikirkan apa Hmm? "Tanya Alex yang datang memeluk lehernya dari belakang Sofa.
"Alex... " Lirih Naina lalu mendongakan kepala menatap Alex.
Cup...
Alex mengecup kening istrinya lalu melompati Sofa dan mendarat di samping istrinya,meraih kepala Naina dan menyandarkan ke bahunya.
"Mau jalan-jalan tidak? "Tanya Alex.
Naina menggeleng, "Tidak, di rumah saja."
"Kenapa? "Tanya Alex, "Aku libur loh. "
Naina menghela nafasnya, "Di rumah saja, aku takut gila ku kumat,aku takut aku melukai orang lain. "
"Alex, aku akan gila jika terus memikirkan semuanya."
"Maka jangan di pikirkan."
"Tidak bisa Alex, setiap aku memejamkan mata, gambar-gambar darah, pisau dan juga pistol terus melintas dalam ingatanku. "
Alex menghela nafasnya lagi, kemarin dia sudah konsultasi dengan Sam, sahabatnya itu mengatakan jika obat yang ia berikan pada Naina sudah bereaksi,dan jika Naina rutin meminum obatnya maka cepat atau lambat Naina akan ingat siapa dirinya.
"Apa kamu masih rutin meminum obatmu?"Tanya Alex.
"Hmm... "
"Jangan di minum lagi. "Alex rasa itu yang terbaik.Dia tidak mau Naina mengingat semuanya nanti terlebih jika benar dugaannya Naina adalah R01 maka lebih baik Naina tak mengingat masalalunya.
"Kenapa?"Tanya Naina.
"Tidak apa, lebih baik jangan di minum lagi. "
"Tapi..."Protes Naina lagi
"Sayang, menurutlah .. "
Naina menghela nafasnya lalu mengangguk,"Ya Sudah. " Jawab Naina meski hatinya merasa jika tak ada masalah dengan obatnya tapi justru ia merasa obat itu cukup membantunya dalam mengingat masalalunya.
"Kalau kamu tak mau jalan-jalan ya sudah kita bisa bermesraan seharian di rumah."
Naina tersenyum lalu mencubit pinggang suaminya,"Kamu tuh pikirannya. "
"Apa...? "Tanya Alex dengan nada mengelak dan menunjukkan dagunya.
"Hih kesel deh. "
Alex tertawa karena berhasil menggoda istri nya itu dan mengalihkan pikiran istrinya dari bayang-bayang masalalunya.
"Kamu masak apa? "
"Hmm... kesukaan kamu, mau makan sekarang?"
Alex mengangguk lalu memeluk Naina dan mengecup puncak kepala istrinya itu sebelum mereka makan siang.
................myAmymy...............
Alex baru saja menemani Adam untuk bertemu klien di sebuah hotel.
"Alex lusa aku akan ke Singapura bersama istri dan anak-anakku kau persiapkan anak buahmu di sana. "
"Yes sir. "
Adam melirik jam di tangganya, "Sepertinya kita bisa pulang."
"Siap sir. "Jawab Alex lalu mengabarkan anak buahnya untuk menyiapkan mobil.
"Alex,semalam aku dengar R02 berhasil kabur 2 tahun lalu. "
Alex langsung menatap pada Adam penuh tanda tanya. Adam menghela nafasnya, "Kita bicara sebagai sahabat." Ujar Adam.
Alex langsung duduk di depan Adam dan mendengar semua cerita yang baru ia ketahui.
"Sejak kamu menanyakan soal The Reapers aku kembali mencoba mencari sesuatu tentangnya. Dan ya fakta itu yang aku dapat, FBI menutupi hal itu karena tak mau membuat kekhawatiran dan berusaha menangkapnya kembali tapi hingga saat ini belum ada hasil. "
"Apa menurutmu dia akan mencari R01? "Tanya Alex.
"Nah itu, kita bisa menggunakan Naina untuk pancingan sekaligus mencari tahu apakah istrimu itu benar R01 atau bukan. "
"Tidak aku tidak setuju. "Jawab Alex tegas, "Naina saja aku larang meminum obat dari Sam lagi, aku tak mau dia ingat masalalunya. "
Adam mengerutkan keningnya, ya dia mengerti kekhawatiran Alex,tapi kasus The Reapers tidak bisa mereka abaikan begitu saja.
Alex benar-benar tak mau Naina ingat masa lalunya yang semakin ia yakin jika Naina adalah R01 yang menghilang itu, menghela nafasnya tak setuju dengan ide Adam, Alex membuang muka ke arah lain,tiba-tiba matanya memicing saat ia melihat seseorang tak jauh dari jangkauannya.
"Naina." Lirih Alex saat melihat sesuatu tak jauh dari pandangannya.
Adam mengikuti arah pandang Alex lalu kembali menatap Alex yang sudah berdiri dan langsung menghampiri wanita yang kini tengah berdiri di depan lift tengah menunggu lift terbuka.
................myAmymy................
...Kira-kira Naina mana nih yang di lihat Alex? Naina istri pertamanya atau Naina yang sekarang? ...
...Wait di part selanjutnya ya... VOTE aja dulu ...
......🖤🖤......
...@myAmymy...