
Naina sedang berkumpul dengan teman-temannya di sebuah panti asuhan Purnama,hari ini adalah hari di mana ia dan teman-temannya yang sama-sama berasal dari panti ini datang secara bersama-sama seperti reuni untuk merayakan hari ulang tahun ibu panti yang sudah lanjut usia.
"Ibu senang akhirnya di usia ibu ini bisa melihat lagi anak-anak ibu yang sudah pada jadi orang,kamu Jaja,sudah jadi dokter, ibu bangga sama kamu nak. " Ujar ibu Sari, wanita berusia 70 tahun,ibu ketua panti yang masih setia mengurus panti asuhan Purnama meski usianya telah lanjut
"Iya bu, Jaja bersyukur karena orang tua yang mengadopsi Jaja sangat baik, jadi Jaja bisa seperti sekarang."
Ibu panti beralih pada Naina, "Naina ibu dengar kamu baru wisuda? "
"Iya bu, dan sebentar lagi Naina akan menikah."
"Dengan siapa? Apa dengan Baim, kalian sudah bersama sejak kalian masih di panti ini. "
Naina tersenyum tipis, "Bukan bu, Kami sudah berpisah sejak Baim ikut ayah kandungnya ke Thailand. "
"Owh, lalu dengan siapa? Apa dia pria baik? "
"Iya bu, dia pria yang baik, nanti Naina kenalkan padanya ya. "
"Harus sayang, ah ya nanti Ana juga akan datang."
"Siapa bu? Ana? Maksud ibu Sandriana? "
"Iya, beberapa hari lalu dia kembali dan berjanji akan ke mari hari ini. "
Naina tersenyum, ia ingat Ana, 10 tahun mereka tak bertemu ,Sandriana sahabat kecilnya, ah dia merindukannya. Naina berharap gadis itu sudah sembuh, terakhir kali ia dengar jika Naina di bawa ke rumah sakit jiwa.
"Selamat siang semuanya."Ujar seseorang yang baru saja masuk ke ruang tengah panti itu, "Hallo Ana is back, miss you all... "
"Ana... " Seru Naina, ia langsung berdiri dan menghampiri seseorang yang baru saja datang dengan celana jins dan kemeja hitamnya, rambut gadis itu di ikat tinggi membuatnya terlihat fresh.
"Hmm, Wait... you..... "Ana nampak mencoba mengingat,"Do you Naina? "
"Ya... aku Naina... "
"Woah... i miss you so much beb... "
Naina dan Ana langsung berpelukan, melepaskan kerinduan mereka bersama ibu dan teman-teman panti asuhan Purnama.
.
.
Alex menatap wanita yang tertidur dalam pangkuannya, Naina sudah menceritakan apa yang terjadi padanya, istrinya selama ini lari dari seseorang yang tak di kenal,hingga ia melahirkan dan menitipkan bayinya pada Naina sebelum ia tertangkap oleh penculiknya, ah Alex harus mulai menyebut istri keduanya Ana mulai sekarang.
Tapi jujur Alex merasa ada yang janggal dari cerita Naina, entah ia tetap merasa ada yang Naina sembunyikan darinya.
Lalu Alex menatap pintu kamar di mana Ana berada, wanita itu bernama Sandriana, atau Ana, entah akan seperti apa ketika nanti wanita itu bangun dari tidurnya, lalu akan bagaimana nanti Alex bersikap pada dua wanita itu.
Sementara di dalam kamar, Ana masih terpejam, wanita itu terlihat gelisah dalam tidurnya.
"Kamu mau kemana Naina? "
"Tolong Ana... jaga anakku, aku tak mau pria tua itu mengambilnya. "
"Tapi ada apa? Pria tua siapa? "
"Tolong Ana, bawa anakku sejauh mungkin. "
"Jangan bawa dia, anak itu lebih aman bersamaku, dia milikku Ana. "
"Tidak, Naina sudah menitipkannya padaku. "
"Ana, ingat kondisimu, jangan sampai kau malah membunuhnya nanti. "
Ana tersenyum smirk, "Aku hanya membunuh jika ada nilai yang pantas untuk membayar jasaku. "
"Ck... Aku rasa, kita tak bisa bicara baik-baik."
Ana semakin terlihat gelisah dalam tidurnya,gambaran-gambaran sebuah pertarungan yang cukup sengit membuatnya berkeringat dingin.
"Anak ini akan lebih aman di sini dari pada ikut denganmu, siapa yang tak tahu siapa dirimu Ana... "
"TIDAK... " Seru Ana bangun dari tidurnya,nafasnya terengah-engah, kepingan masalalu yang ia lihat tadi sangat jelas, ada dirinya, Naina dan juga pria itu.
"Siapa aku, apa aku bernama Ana? "Gumamnya.
Ana memejamkan matanya, ia menelan paksa salivanya.
Ceklek....
Ana langsung menoleh ke arah pintu, di sana ada seseorang yang berdiri menatapnya, lalu dengan senyum langsung menghampirinya dan memeluknya.
"Naina, ah maksudku Ana? " Ujar Alex lega, "Syukurlah kamu baik-baik saja. "
Ana masih menatap lekat pria yang baru saja memeluknya,mencerna semua yang ada di memori otaknya.
"Sayang.... " Lirih Alex cemas.
"Kamu...." Ujar Ana ragu-ragu,Ana memejamkan matanya, ia ingat sekarang,"Istrimu sudah kembali, kamu tak lagi membutuhkanku. "Ujar Ana memalingkan wajahnya.
Alex menghela nafasnya lega, Ana tak berubah menjadi orang lain, ia lalu menggeleng, "Tidak Ana, aku tetap membutuhkanmu, kamu tetap. istriku,dan aku benar-benar mencintaimu."
Ana langsung menoleh, menatap intens mata Alex, "Benarkah?"
Alex mengangguk yakin, benar dirinya memang mencintai wanita di depannya ini.
"Lalu, wanita tadi, Naina yang asli?"
Alex menghela nafasnya, ia senang karena Naina sudah kembali, tapi soal perasaannya kini, entah dia belum yakin apakah dia masih mencintainya atau tidak, yang jelas, dia Alex tak bisa dan tak mau jauh dari wanita yang harus ia panggil Ana mulai sekarang.
"Alex... "Panggil Ana lagi saat di lihatnya Alex terlihat melamun.
Alex menghela nafasnya, ia membelai rambut Ana lalu mencium bibir Ana dan sedikit memagutnya dengan lembut, "Aku tak tahu, yang jelas sekarang perasaanku, aku hanya menginginkanmu. "Ujar Alex yakin dan kembali memagut mesra bibir Ana.
"Aku mencintaimu Ana, Sandriana."Bisik Alex sebelum ia merebahkan Ana dan kembali memagut mesra bibir manis candunya itu, mereka tak peduli jika ada seseorang di balik pintu kamar mereka, Naina mendengar semuanya,ia meremas baju yang ia kenakan, menangis seorang diri.
Ia masih mencintai Alex, bukan keinginannya meninggalkan Alex dulu, ia terpaksa melakukannya demi menutupi kesalahannya.
"Ana... kenapa harus kamu yang merebut semuanya dariku. "Lirih Naina, ia tak tahan mendengar suara-suara yang sayup-sayup ia dengar dari balik pintu di depannya, Naina menutup telinganya, ia kembali ke sofa dan duduk di sana, ia menggelengkan kepalanya masih dengan kedua tangan berada di telinganya, "Tidak aku tak mau kehilangan semuanya, aku sudah kehilangan anakku, dan aku tak mau jika aku harus kehilangan Alex.Cukup selama ini aku pergi darinya,dan sekarang aku kembali untuk mengambil apa yang menjadi milikku."
Di tempat lain, Ibrahim membanting semua barang-barang di kamarnya, "Kau kabur Naina... "Pria itu meremas gelas di tangannya hingga pecah berkeping-keping dan membuat tangan itu bermandikan darah.
"Kau tak akan pernah bisa lari dariku Naina, kau milikku. "Desis pria itu yakin.
"Lets Play baby. "
........
Ana membuka matanya, ia melirik ke sampingnya pada pria yang kini tengah memeluknya, perlahan ia menyingkirkan tangan Alex dari tubuhnya, dengan hati-hati Ana bangkit dan turun dari ranjang, tak peduli keadaan tubuhnya ia melangkah masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Astaga pria itu meninggalkan banyak jejak di mana-mana. "Gerutu Ana di depan cermin.
"Mau aku tambahkan sayang. "
"Astaga, Alex kamu mengagetkanku."
Alex tersenyum, "Mau bermain sebentar?"Bisiknya.
"No....aku harus cepat mandi dan memasak untuk sarapan, kamu harus ke kantor bukankah kamu bilang hari ini harus menemani Adam ke Bali. "
"Hah ya sudahlah, kita mandi saja. "
"Hanya mandi. "Ujar Ana memperingatkan.
"Ya.. hanya mandi, janji. "
Sekitar 15 menit kemudian, Ana sudah rapi dengan dress baru yang Alex belikan kemarin sepulang pria itu dari Singapura.Ana sangat senang dan bangga memakainya.
"Aku keluar dulu sayang. "Pamit Ana pada Alex yang tengah menyisir rambutnya.
Ceklek....
Naina tersenyum menuju dapur, namun sesaat kemudian senyum itu hilang dari bibirnya,di depannya ada Naina yang tengah menata meja makan dengan masakannya.
"Kenapa berhenti? "Tanya Alex, lalu Alex ikut menatap Naina di depan mereka, astaga kenapa ia bisa lupa jika ada Naina di rumahnya ini.
"Sayang.... aku sudah buatkan sarapan nasi goreng kesukaanmu. "
Alex menatap bingung pada Ana, sungguh ia khawatir keadaan ini akan berdampak pada ptsd Ana.
"Sayang ayo... " Ujar Naina sambil menarik tangan Alex menuju meja makan, sementara Ana langsung berbalik masuk ke kamarnya lagi.
Ting.... tong.....
Alex melepaskan tangannya dari tangan Naina, "Ada tamu, aku lihat dulu. "Ujarnya.
..............myAmymy...............
Akankah cinta Alex pada Ana akan goyah nanti, atau Ana yang akan menyerah dan pergi?Atau Naina yang akan mengalah?
Ayo ramaikan Vote dan KOMEN untuk lanjut part berikutnya.
......🖤🖤......
...@myAmymy...