The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
Part 32



Axel menatap Angel dalam, ia begitu penuh harapan dan keyakinan.


"Dengar Angel. Setelah Lucas kita adopsi maka saat itu juga kita resmi menjadi orang tua, aku kepala rumah tangga dan kamu ibu rumah tangga."


Angel mengangguk, "Iya kak, aku mengerti. "


"Dengar dulu sayang... " Axel mengambil tangan Angel dan menggenggamnya,"Akan ada banyak perubahan pada kehidupan kita nanti, jadi kamu jangan kaget, terlebih kamu juga harus tetap kuliah. "


"Maksud kak Axel apa? "


"Untuk sementara kita bisa membawa Lucas tinggal di sini,tapi nanti setelah apartemen ku terjual aku akan membeli rumah untuk kita tinggal. Menurutku sebuah keluarga lebih baik tinggal di sebuah rumah bukan apartment, sehingga nanti kamu bisa berbaur dengan para tetangga dan juga anak-anak kita.Ehemm...maksudku Lucas dia akan memperoleh teman baru. "


Angel mengangguk mengerti, "Oke.. Angel setuju. Angel akan ikuti apa kata kakak. "


"Bagus,sudah sekarang kamu tidur saja."


"Kak Axel? "


Axel membelai rambut istrinya,"Aku akan menyiapkan berkas yang akan kita butuhkan besok."


Angel tersenyum lalu memeluk Axel, "Terima kasih kak, dan maaf soal tadi. "Angel mendongak menatap mata Axel, "Angel janji nanti pasti Angel akan penuhi hak kakak. "


Axel menatap tak percaya pada istri mungilnya, "Memang kapan selesainya?"


Angel nampak berfikir, "Mmm... biasanya tiga hari lagi."


Axel langsung tersenyum semringah, "Oke..."Serunya begitu antusias.


.............myAmymy.............


Alex menatap Naina yang terbaring di sebelahnya, tangannya terulur untuk menyingkirkan helai rambut lepek Naina ke samping.Ia tak menyangka jika dirinya akan kembali takluk pada seorang wanita setelah Nainanya dulu.


Meski masih bingung dengan kondisi Naina yang sangat mudah sekali terpengaruh dengan kata-kata orang lain,Alex juga memikirkan kiranya apa yang terjadi dengan wanita berstatus istrinya ini.


Siapa dia dan apa yang terjadi padanya sebelum bertemu dengannya.Alex kembali teringat dengan kata-kata Sam di telpon tadi siang, setelah menelaah lebih jauh selain amnesia sepertinya Naina kemungkinan juga mengalami bipolar atau kepribadian ganda. Maka dari itu Alex benar-benar harus menjaga suasana hati istrinya.


Merapikan selimut Naina, Alex bangkit,mamakai celana boxernya dan berjalan menuju balkon, Kembali memikirkan Raisa. Apa yang harus ia lakukan pada wanita itu, haruskah ia menikahi Raisa mengingat jika wanita itu tak pernah melayani pria lain selain dirinya.Tapi jika ia melakukan itu ia khawatir sesuatu terjadi pada kondisi Naina.


"Ya Tuhan... aku rindu hari-hari tenangku." Gumam Alex sambil meremas rambut kepalanya.


.


.


Pagi harinya Naina terbangun saat sinar matahari berhasil menembus tirai jendela kamarnya. Mengerjapkan matanya lalu dengan malas ia bangkit duduk sambil meraih selimut hingga menutupi dadanya.


Menyingkirkan rambut panjangnya ke samping,"Jam berapa sekarang." Di lihatnya Jam di atas nakas sudah menunjukkan pukul 8 pagi.


"Astaga..." Pekik Naina, segera ia bangkit dan meraih apa saja yang bisa ia kenakan dan langsung keluar kamar, memastikan siapa tahu Alex belum berangkat bekerja.


"Mau kemana sayang?" Tanya Seseorang yang sudah rapi dengan setelan kemeja putih dan celana bahannya.



Naina langsung menoleh ke arah dapur,di sana berdiri Alex yang terlihat sedang mengoles selai pada roti.


"Kau belum berangkat?" Tanya Naina lirih.


"Aku bangun kesiangan jadi aku akan berangkat nanti setelah makan siang. "


Naina mengangguk, "Maaf aku tidak menyiapkan sarapan untukmu. "


Alex tersenyum,"Kamu bisa memberikanku sarapan lain. " Goda Alex, "Kau sangat seksi sayang memakai kemejaku. "


Naina langsung merapatkan kemeja yang ia pakai,",Aku mau mandi. " Ujar Naina langsung masuk ke kamarnya.


Masuk ke kamarnya Naina bersandar pada pintu,ia langsung memegang dadanya yang berdebar tak beraturan.


Masuk ke kamar mandi Naina menatap dirinya di cermin, lalu mengingat apa yang Alex katakan semalam tentang wanita bernama Raisa. Naina menggeleng,Tidak dia tidak siap kehilangan Alex. Hanya Alex yang ia miliki saat ini.Dia istri sah Alex, tidak dia tak mau Alex menikahi wanita itu.


"Aku ingin bahagia.Aku istrinya dan dia suamiku. " Ucapnya yakin.


Tanpa menunggu Naina langsung menuju Shower untuk membersihkan dirinya.


Sementara di meja makan Alex tengah menghadap laptop sambil menikmati kopi juga roti bakar buatannya.


Hingga tak lama kemudian Seseorang duduk di depannya...



Uhukkkk.....


Alex terbatuk melihat penampilan Naina, dan juga senyum penuh kepercayaan diri dari Naina.


"Kenapa?" Tanya Naina.


"Apa aku tidak cantik?"


Alex langsung menggeleng, "Sangat cantik."


"Kamu suka? "


Alex mengangguk ,"Suka sekali. " Jawabnya yakin meski dalam hati ia bertanya ada apa dengan Naina.


"Ada apa denganmu? Maksudku kamu tak biasanya tampil seperti ini. "


Naina langsung mengambil roti di tangan Alex, memotongnya lalu mengigitnya dan kemudian mendekatkan bibirnya pada bibir Alex.


Alex menatap mata Naina lalu melirik pada roti di bibir istrinya dan kembali menatap mata Naina sambil bibirnya bersiap mengambil alih roti di bibir istrinya.


Saat baru saja bibirnya akan meraih bibir Naina, wanita itu menjauhkan wajahnya dari Alex.


"Aku hanya ingin tampil cantik untuk suamiku? Apa salah? Aku tak mau suamiku ini." Ujar Naina sambil menarik dasi Alex mendekat, "Mencari wanita lain. "


Alex menelan paksa salivanya,Naina sudah kembali ke mode agresifnya. Tapi apa yang membuatnya berubah tak ada yang mengarahkan pikirannya kan.


"Kamu hanya boleh menjadi suamiku." Naina menggeleng, "Kamu....tidak boleh menikahi wanita itu. "


Alex menghela nafasnya, sepertinya masalah Raisa masih mengganggu pikiran istrinya.


"Kamu tenang saja sayang, hanya kamu yang akan menjadi istriku."


Naina tersenyum,"Baiklah kalau begitu habiskan makananmu,aku mau ikut kamu kemanapun hari ini. "


"APA... " Pekik Alex kaget.


.............myAmymy.............


Axel dan Angel kini tengah berada di panti asuhan tempat Lucas berada. Mereka baru saja berbicara dengan ibu panti yang kini tengah memeriksa berkas-berkas pernikahan Axel dan Angel.


"Sebenarnya kami berat melepas Lucas pada kalian, selain pernikahan kalian masih baru,usia Angel juga masih terlalu muda untuk menjadi seorang ibu. "


"Tapi kami menyayangi Lucas bu. " Ucap Angel meyakinkan.


Ibu panti menghela nafasnya, "Bagaimana jika nanti kalian memiliki anak sendiri,kalian masih muda pasti akan cepat memiliki anak sendiri nanti. "


Angel akan kembali menyela tapi Axel dengan cepat menggenggam tangannya,"Untuk sementara kami akan menunda memiliki anak bu, selain usia Angel yang terlalu muda dan saya takut tubuhnya belum siap untuk hamil dan melahirkan,Angel juga harus menyelesaikan kaliahnya dulu. "


Ibu panti lalu mengangguk, bisa dia lihat jika Axel terlihat lebih siap menjadi orang tua dari pada Angel.


"Baiklah, tapi tetap 6 bulan pertama kalian masih kami pantau. "


Angel tersenyum bahagia, ia langsung memeluk Axel erat.


"Terima kasih bu. "


"Baiklah saya akan mengurus berkas adopsinya, kalian bisa melihat Lucas dulu."


Angel mengangguk dan langsung menarik tangan Axel untuk pergi menemui Lucas dan mengabarkan berita gembira ini.


Di teras panti di lihatnya Lucas tengah menenangkan seorang anak perempuan yang sedang menangis sambil memeluk bonekanya.


"Sudah Momo jangan menangis lagi..."


"Adikku akan bahagia kan dengan keluarga barunya."


"Tentu saja, kamu lihat kan om dokter terlihat sangat menyayangi adikmu kemarin."


"Kamu benar Lucas, Aku harus bahagia untuk adikku. "


"Ada apa ini? " Tanya Angel.


"Wah... kak Angel.... " Seru Lucas langsung berlari menghampiri Angel dan memeluknya.


"Kak Angel ada apa Kesini? "


"Kami datang menjemputmu Lucas,hari ini kami sudah mengadopsimu, kamu akan tinggal bersama kami mulai hari ini."


Mata Lucas langsung berbinar senang, namun ia teringat pada sahabatnya lalu menoleh menatap Momo yang langsung berlari masuk ke dalam panti.


............ myAmymy...........


...Jangan pelit Vote ya Readers ...


...🙏...


...🖤🖤...


...@myAmymy ...