
Tidak terasa usia kandungan Ana sudah memasuki usia 5 bulan, semua berjalan lancar tanpa ada hambatan membuat hati Ana sedikit tenang.
"Kenapa Mike tak ada kabar ya? "Gumam Ana sambil membelai perutnya yang sudah terlihat membesar.
Jujur, Ana mengkhawatirkan Mike, mau bagaimanapun Mike pernah menyelamatkan hidupnya hingga pria itu melakukan segala cara untuk menyelamatkannya waktu itu.
"Mike... "Gumam Ana lalu mendesah kemudian menatap keluar jendela kamarnya.
Ceklek...
Ana menoleh, ia lalu tersenyum menatap Alex yang baru saja mandi.
"Kamu sudah bangun. "Tanya Alex.
"Hmm... aku lapar... "
Alex tersenyum, ia lalu mendekat dan menyentuh perut istrinya, "Putri papa sudah lapar lagi hmm? "
Ya... anak dalam kandungan Ana berjenis kelamin perempuan, dan itu sungguh membuat Alex merasa sangat senang.
"*Aku senang anak kita perempuan."Ujar Alex setelah pulang dari rumah sakit.
"Kenapa? Bukankah biasanya pria ingin punya anak pertama laki-laki ?"Tanya Ana heran.
"Ya tapi aku selalu membayangkan anak kita ini perempuan dan dia akan secantik mamanya. "
Cup...
Alex mengecup pipi istrinya, "Terimakasih sayang karena kehadiranmu benar-benar membuatku bahagia*. "
"Terima kasih sayang karena kehadiranmu membuatku bahagia. "
Ana tersenyum, "Aku juga bahagia bisa bertemu denganmu. "
Alex menatap mata istrinya , "Kamu hal terindah dalam hidupku sayang. "
Cup...
Dengan lembut pria itu mengecup dan memagut mesra bibir manis istrinya.
Ana memejamkan matanya, menikmati pagutan manis di bibirya, bersama Alex, dia merasa hidupnya benar-benar nyaman dan normal.
Tapi di satu sisi, dia merasa bersalah karena ia seolah telah menghianati Mike, bagaimanapun dulu dia pernah berjanji dengan pria itu, jika dia akan selamanya bersamanya.
"Aku janji tak akan pernah menghianatimu Ana, kamu wanita terindah dalam hidupku, kamu bukan hanya sekedar adik bagiku, aku menyayangi dan mencintaimu sebagai seorang laki-laki bukan kakak. "
Ana mengangguk, "Aku juga Mike, aku akan bersamamu selamanya, aku ingin sehidup semati bersamamu, cuma kamu yang aku miliki,aku tak sanggup jika hidup tanpamu. "
Ana menghela nafasnya, mengingat itu, dia merasa bersalah dan tiba-tiba ia semakin penasaran dengan kabar Mike, di mana pria itu sekarang kiranya.
"Ya sudah, aku buatkan kamu sarapan dulu ya. "Ujar Alex.
Ana mengangguk, "Aku mau mandi... "
Alex mengangguk lalu melepas pelukannya pada istrinya dan mengusap lembut kepala istrinya, "I Love you... "
"Love you to."
Ana mendesah setelah Alex keluar kamarnya, wanita itu langsung mengambil ponselnya dan membawanya masuk ke kamar mandi.
"Aku harus cari tahu tentang Mike, aku khawatir padanya."
Lalu Ana mulai bermain dengan ponselnya, mau tidak mau ia masuk ke server rahasia milik The Reapers.
Where are you my King? Please reply to my message. Aku mengkhawatirkanmu.
Begitulah Ana mengetik pesan pada Mike di server itu.
Ana menghela nafasnya, ia harap Mike membuka pesannya.
Sementara Alex di dapur, pria itu tersenyum smirk menatap ponselnya,'Akhirnya. 'Batin Alex.
Pria itu langsung menelpon Axel, "Hallo sekarang kerjakan, dia baru saja masuk."
Setelah mengatakan itu, Alex menutup panggilannya, ia menghela nafasnya, "Maafkan aku sayang, semua demi keselamatanmu dan putri kita. "
"Kau sadap ponsel istrimu, aku yakin dia pasti akan menggunakan ponselnya untuk menghubungi R02. "Ujar Axel
"Tapi... "
Axel menghela nafasnya, "Papa memintaku membuka server ke dua milik DGS... "
"Kenapa? "
Axel mengangguk, "Jadi Ana cerita jika R02 meminta Ana mencoba masuk ke server rahasia kita, tapi Ana sudah mencoba melihat ponselmu tapi dia tak pernah kamu izinkan memakai ponselmu. "
Alex mendesah, jujur dia ada sedikit rasa kecewa karena istrinya masih memiliki niat membantu mantan partnernya itu.
'Apa benar jika hubungan mereka lebih dari sekadar partner? 'Batin Alex.
Keretek... kretek....
"Astaga... "Kaget Alex karena apa yang tengah ia masak sedikit gosong.
"Ck... "Alex berdecak kecewa, "Ini bukan sedikit gosong tapi gosong. "
"Bau apa ini? "
Alex menoleh, "Maaf sayang, aku masak nasi goreng tapi gosong, aku ada telepon tadi. "
Ana menatap ke arah wajan di depan Alex, ia menggelengkan kepalanya, "Tidak apa Alex, aku yang salah seharusnya aku bangun pagi dan memasak sarapan untuk kita."
Alex menghampiri istrinya, "Jika mau ada yang di salahkan, maka akulah yang harus di salahkan, karena aku yang membuatmu lelah semalam. "
Blush....
Ana memalingkan wajahnya, "Apaan sih. "
Alex terkekeh kecil, "Kamu masih saja malu Hmm... "
"Beli aja ya... "
Ana mengangguk, "Boleh..."
Sekitar 30 menit kemudian, bel apartemen berbunyi, "Itu pasti sarapannya, biar aku ambil dulu. "Ujar Ana mendorong Alex yang tengah mencium bibirnya.
"Aku saja. "
Ana menggeleng, "Aku saja. "
"Ya baiklah."
Ana tersenyum lalu keluar dari kamar, entah kenapa ia merasa kehadiran Mike saat ini.
Ceklek...
"Pesanannya mbak. "
Ana mendesah kecewa karena pengantar makanannya seorang wanita, ia pikir mungkin Mike akan menyamar seperti biasanya untuk menemuinya.
"Terimakasih."
Ana masuk kembali ke dalam apartemen setelah menutup pintu apartemen dan langsung menuju dapur untuk menyiapkan makanan untuk mereka sarapan.
"Alex... ayo sarapan. "
"Iya sayang... "
Alex datang ke dapur dan langsung duduk di kursi makan dan membuka paper bag berisi pesanan makanan sementara Ana terlihat membuat teh hangat manis untuknya juga menyiapkan air putih.
"Ini teh hangat manis untukmu sayang."
"Makasih sayang... "
Ana tersenyum lalu kembali ke dapur untuk mengambil sendok.
"Aku pikir tadi aku pesan bubur ayam saja, kenapa ini ada satenya."
Ana menghentikan kegiatannya sesaat, lalu ia buru-buru menghampiri Alex.
"Aku dan kamu sama-sama tak suka makan bubur pakai sate, ini siapa yang mau makan."
"Ini enak sayang... coba A..."
"Tidak mau Mike... aku tidak suka, apa lagi itu sate ampela... iuh itu tempat itunya ayam kan?"
Ana langsung menatap 4 tusuk sate di atas piring, 'Itu sate ampela, kesukaan Mike.'Batin Ana.
"Ayo sayang makan dulu. "
Ana mengangguk, namun pikirannya langsung tertuju pada Mike, 'Berarti dia tetap berada di sekitarku, tapi di mana dia dan kenapa dia tak menemuiku atau sekadar memberi kabar padaku. 'Batin Ana.
"Sayang... ayo makan. "
"Ah... iya... "
Sementara di tempat lain , seorang pria tengah mengunyak makanan di mulutnya dan memegang sebuah tusuk sate di tangannya.
"Ini minumnya mas. "Ujar seorang penjual.
"Terima kasih mas. "
"Sama-sama . "
Pria itu tersenyum lalu menatap ponselnya, "Aku tahu kamu mengkhawatirkanku sayang... "Gumamnya.
Mike baru saja bangun tidur, ia menatap ponselnya, "Apa ini... "
"Queen... "Gumamnya,"Aku di sini Queen, aku tetap berada di sekitarmu, aku hanya menunggu waktu yang tepat saja. "
Mike tersenyum, ia lalu langsung bangkit dan keluar apartemennya. Baru saja ia keluar apartemen ia melihat ada seorang kurir yang datang membawa pesanan seseorang.
"Tunggu..."
"Ya mas.... "
"Itu apa pesanan untuk saya? "
"Ini untuk penghuni unit 205."
"Ah...kebetulan saya penghuni 205"Mike tersenyum, "Apa ada satenya? "
"Tidak."
"Kalau begitu anda harus kembali dan tambahkan 4 tusuk sate ampela. "
"Tapi di pesanannya. "
"Istriku lupa. tolong ya, ah ini aku tambahkan uangnya, nanti anda antar saja, aku buru-buru harus bekerja. "
"Baik mas. "
Mike tersenyum, "Sudah 3 bulan aku pindah ke apartemen ini, tapi kalian tak menyadarinya, heh... mana DGS yang katanya hebat itu. "
Sementara di tempat lain, seorang pria tersenyum puas menatap layar monitor di depannya , "Ketemu kau. "
.
.
..................myAmymy..................
...Berapa part lagi ya endingnya?...
...🖤🖤...
...@myAmymy**...