
Alex melirik ke arah dapur, di sana di lihatnya Naina duduk di kursi makan sambil menatap bingung ke arahnya dan Raisa.
Kembali pada Raisa, "Lebih baik kita bicara di luar." Ajak Alex sambil menarik Raisa ke arah pintu keluar,"Tunggu sebentar. "
Alex kembali masuk ke dalam, menghampiri Naina yang jelas sekali terlihat ekspresi kebingungannya.
"Sayang, aku harus keluar sebentar."Ujar Alex sambil membelai wajah Naina, dalam hati Alex masih bertanya ada apa dengan Naina, dia berbeda sekali,kemarin Naina begitu agresif dan sekarang wanita ini lebih pendiam dari pada saat sebelum mereka menikah.
"Di.. dia kekasihmu? " Tanya Naina.
"Siapa? Dia? "Alex menghela nafasnya, itukah yang membuat Naina berubah,Alex memeluk Naina, "Bukan dia hanya rekan kerjaku, tidak dia karyawanku. "
"Tapi dia bilang kalau kamu kekasihnya. "Entah Naina begitu nyaman dengan pelukan Alex, hingga tanpa sadar ia membalas pelukan pria berstatus suaminya.
"Dia bilang seperti itu padamu? " Tanya Alex sambil menahan emosinya,"Jangan salah paham, dia hanya bercanda denganmu. "
Melepas pelukannya Alex membelai rambut Naina, "Aku keluar sebentar ada pekerjaan yang harus ku urus dengannya. Kau.. istirahat dulu saja Oke!"
Ragu-ragu Naina mengangguk,Lalu Alex mendekatkan wajahnya ingin mencium Naina namun dengan segera wanita itu menghindar hingga Alex harus puas dengan hanya mengecup pipi lembut istrinya.
"Ya sudah aku pergi." Ujar Alex mengusap kepala Naina.
Kembali pada Raisa Alex segera menarik wanita itu keluar,"Ikut aku, kau harus jelaskan semuanya dan siaplah menerima hukumanmu jika apa yang kau lakukan adalah kesalahan. "
Raisa sedikit kesulitan mengikuti langkah Alex. Di dalam lift bahkan bisa Raisa lihat Alex yang terus mengetatkan rahangnya menahan emosi. Raisa menunduk memikirkan kembali tujuannya menemui Alex hari ini. Ada rasa takut untuk menyampaikannya tapi ia tak dapat mundur,masa depannya di pertaruhan kali ini.
Tiba di parkiran Raisa masih larut dengan pikirannya. Hingga tiba-tiba Alex menyentak tangan yang ia cekal sedari tadi keluar apartemen.
"Sekarang katakan apa tujuanmu mencariku? Dan apa maksudnya kamu mengatakan pada istriku jika kamu adalah kekasihku?"
"Apa... istri?" Lirih Raisa.
Alex berkacak pinggang, dia menatap dingin pada Raisa,"Cepat katakan ada apa?Apa maksudmu tak bisa tinggal di CLUB lagi? Kau mau keluar dari pekerjaanmu? Baiklah aku bebaskan dirimu,aku tak lagi membutuhkannya. "
Raisa menarik nafasnya dalam lalu dengan mengumpulkan semua keberaniannya dia mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
"I.. ini... "
Alex melirik ke arah apa yang tengah Raisa tunjukkan di tangannya.
"Ini?" Ragu-ragu Alex menerima benda kecil dari tangan Raisa, ia tahu apa itu, langkahnya sedikit mundur ke belakang, "Kau...... hamil?" Tanya Alex ragu langsung menatap tak percaya pada Raisa.
"I.. iya....anakmu. "
Alex sedikit terkekeh,"Kau... kau bercanda? Bagaimana bisa itu anakku? "
Raisa yang sedari tadi menunduk memberanikan diri menatap Alex,"Apa maksudmu tuan, selama ini, sejak awal aku hanya melayanimu, kau sendiri yang memintaku hanya melayanimu. "
"Tapi aku selalu memakai pengaman."
"Aku juga tidak tahu, bisa saja pengamanmu bocor kan?"
Alex kembali menatap benda kecil di tangannya, "Berapa bulan?" Tanya Alex.
"Aku belum tahu, aku belum memeriksanya ke dokter, aku baru mengetesnya dengan benda itu,tapi aku tak mendapat tamu bulananku selama 2 bulan. "
Alex memejamkan matanya,2 bulan,"Sekarang apa maumu?"
Raisa menarik nafasnya dalam lalu dengan berani ia mengatakan keinginannya, "Aku mau kamu menikahiku? "
"WHAT... " Kaget Alex mendengar permintaan Raisa.
"Aku tak mau melenyapkan anak ini, dan aku juga tak mau anak ini lahir tanpa ayah. "
"Kau gila, aku tak bisa menikahimu. " Ujar Alex.
"Apa maksudmu? " Tanya Raisa, ia tak menyangka jika Alex akan menolaknya. Yang ia rasa selama ini Alex begitu perhatian padanya.
Dalam hati Alex tak menyangka semua ini, Baginya cukup sekali ia menikah tanpa cinta dengan Naina kemarin,dan di saat kini Hatinya mulai menerima Naina, justru Raisa datang membawa masalah.
"Tapi bagaimana dengan anak yang aku kandung?"
Alex berfikir apa yang harus ia lakukan, Raisa benar wanita ini tak mungkin lagi tinggal di lingkungan CLUB, tapi membawanya ke apartemen di mana ada Naina sama saja dengan bunuh diri, ke apartemen satunya ada Axel dan Angel tinggal di sana. Mencarikan apartemen lain tak mungkin malam ini.
Menghela nafasnya,"Aku carikan kamu hotel dulu untuk beberapa hari, nanti aku pikirkan solusi terbaik untukmu. "Alex membuka mobilnya, "Cepat masuk. "
Raisa mengangguk dan segera masuk ke dalam mobil Alex.
Sepeninggal mobil Alex, ada seseorang di balik mobil lain duduk di lantai sambil memegang dadanya yang terasa sesak, air matanya deras mengalir membasahi wajahnya. Naina mendengar semuanya,ia sengaja mengikuti Alex,entah dia merasa ada hal yang tak beres antara keduanya.
"Hiks...kenapa aku... Hiks... mena.. menangis..." Dengan kasar Naina menghapus air matanya segera ia bangkit dan berlari masuk kembali ke apartemennya.
............myAmymy ............
Axel juga baru pulang ke apartemen,Dia merasa lelah sekali, hari ini Daffa memberinya banyak sekali pekerjaan, bahkan rasanya matanya begitu panas karena seharian tak lepas menatap layar monitor dan menatap angka-angka.
"Kak Axel baru pulang?" Tanya Angel yang datang dengan piyama biru muda bergambar doraemon. Axel menghela nafasnya, Kapan istrinya mau memakai lingeri yang ia belikan waktu itu, paling tidak meski si jack belum bisa di manjakan,paling tidak matanya di manjakan oleh istri kecilnya itu.
"Hmm... bisa ambilkan minuman dingin?"
Angel mengangguk lalu menuju dapur untuk mengambilkan suaminya minuman dingin.
Axel bersandar pada sofa sambil melepaskan dasi dan membuka kancing kemejanya.
"Ini minumnya kak. " Ujar Angel mengulurkan sebotol air mineral pada Axel.
Axel menghela nafasnya, lalu menerima minuman itu, "Terima kasih."
Angel segera duduk di samping Axel, ia memberanikan diri untuk memijat lengan Axel,"Kakak pasti lelah sekali. " Ujar Angel.
Axel menaikan satu alisnya melihat apa yang istri kecilnya itu lalukan,Axel meletakan botol minumnya ke meja lalu ia membuka semua kemejanya.
Ragu-ragu Angel ingin melanjutkan apa yang ia lakukan tadi setelah kini Axel hanya bertelanjang dada.
"Kenapa berhenti? " Tanya Axel, "Lanjutkan pijatnya! "
"I...iya kak. " Dengan ragu Angel menyentuh lengan Axel, namun tiba-tiba Axel menariknya hingga kini Angel begitu dekat di atas tubuhnya yang sekarang dalam posisi merebah di sofa.
"Ka... kak... " Gugup Angel.
Axel menyeringai, "Katakan apa maumu? " Bisik Axel. Ia sangat tahu jika apa yang di lakukan Angel padanya pasti ada maunya.
Angel merasa susah menelan salivanya, Nafas Axel terasa begitu panas,Kulit dada pria itu juga tak kalah terasa panas di tangannya yang kini menahan agar ia tak semakin dekat karena tangan Axel yang terus menekan pinggangnya.
"Katakan Angel...."
"Sosoal... adopsi Lucas. " Gugup Angel akhirnya bisa mengatakan keinginannya.
Axel menyeringai, tentu itulah kemauan Angel, apa lagi,"Oke... tak masalah, kita bisa lakukan secepatnya.Tapi....apa yang kudapat sebagai imbalannya harus sebanding dengan kemauanmu. "
"Maksud kakak? "
"Jangan pura-pura tak tahu sayang. "
...Mulai konflik nih gaes........
...Yang nunggu cerita ini siapa nih wajib VOTE oke...
...🖤🖤...
...@myAmymy ...