The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
Part 44



Naina mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan suaminya, lalu ia menggeleng dan menunduk sedih. Alex menghela nafasnya lalu menarik Naina ke dalam pelukannya.


"Sudah tak apa, yang penting kamu baik-baik saja. "Ujarnya sambil mengusap punggung istrinya.Meski ia masih penasaran dengan teknik pertahanan istrinya, ia yakin Naina sebelumnya adalah seorang petarung yang handal.


Alex melepas pelukannya lalu menatap istrinya begitu dalam, tanpa menunggu lagi, Alex segera memagut bibir istrinya dengan begitu dalam yang langsung di sambut oleh Naina dengan membalas ciuman suaminya itu tak kalah dalam.


Masih dengan bibir yang saling terpaut, Alex mengangkat tubuh istrinya menuju meja makan lalu mendudukannya di sana, tangan Alex perlahan membuka kancing kemejanya satu persatu dan segera menanggalkannya.


"Ah... " Desah Naina saat Alex melepas pagutannya, ia menatap mata Alex lekat, nafas mereka saling memburu.


Beberapa detik kemudian Alex kembali memagut bibir mungil istrinya itu sesaat, lalu melepasnya.Kembali menatap istrinya dengan tangannya menarik kaus yang Naina kenakan ke atas hingga terlepas dari tubuh istrinya.


"Kita main di sini." Lirihnya sebelum mulai mencumbu istrinya lagi dan lagi.


Alex sebenarnya tak peduli dengan siapa jati diri Naina sebenarnya,bahkan ia tak peduli dengan PTSD yang istrinya derita,atau bahkan jika Naina seorang psikopat sekalipun atau Naina terbukti sebagai R01 sungguh Alex tak peduli, ia mencintai Naina,sangat mencintai.


Hanya saja, ia tak mau jika jati diri Naina sebenarnya nanti justru menjadi boomerang untuk kehidupan rumah tangga mereka kelak.


"Ah... Alex... pelan,ah...sedikit. " Desah Naina yang kini terbaring di atas meja makan dalam pelukan Alex dalam penyatuan mereka.


"Aku mencintaimu Naina. " Alex begitu bergairah malam ini, seolah ia menyalurkan seluruh perasaannya, antara khawatir, takut dan marah pada takdir yang seolah mempermainkan hidupnya.


Ia tak masalah jika ia hidup dalam bayang-bayang kematian setiap saat, tapi jika benar Naina juga berasal dari lingkup yang sama dengannya, apa lagi jika Naina adalah R01,tidak Alex tak mau jika Naina tertangkap oleh polisi internasional.


..........


Axel baru saja mandi setelah ia pulang dari kantor, dengan handuk kecil yang tengah ia gunakan untuk menggosok rambut basahnya Axel duduk di sofa kamarnya sambil membuka laptopnya, melirik ke ranjang ternyata belum ada Angel di sana.


"Apa dia tidur di kamar Lucas. Ah aman... " Lirih Axel,artinya dia bisa bekerja malam ini.


Ting....


Axel melihat ke arah ponsel di sebelah laptopnya, ada sebuah pesan masuk.


From: 08123xxxxxxx


Hai sayang, ini nomor aku Sarah.. save ya.


Mata Axel berbinar segera ia menyimpan nomor Sarah, ia tak perlu menyimpan nama Sarah dengan nama lain karena tak ada yang bisa membuka kunci ponselnya selain dirinya.


^^^To: Sarah Dancer^^^


^^^^^^Ok sayang aku save ya ^^^^^^


Setelah mengetik balasan untuk Sarah Axel kembali fokus pada layar laptopnya. Malam ini ia akan bermain Forex setelah ia mendapat pinjaman 10 juta dari Daffa tadi sore. Paling tidak dia bisa menghasilkan 500$ malam ini sudah cukup.


Ting sebuah pesan kembali masuk ke ponselnya, segera Axel membukanya saat ia melihat nama Sarah dari pesan itu


From : Sarah Dancer


Kamu belum tidur?


Axel tersenyum, rasanya sudah lama dia tak mendapat perhatian semacam ini, Angel... mana pernah mengirim pesan selain yang penting-penting saja seperti menjemput Lucas, menjemputnya di kampus, minta oleh-oleh. Axel menghela nafasnya, ia merasa jika ia tak ada bedanya dengan abang-abang ojol iya kan? Sambil tersenyum ia lalu mengetik balasan untuk Sarah.


^^^To: Sarah Dancer^^^


^^^Belum mau kerja nih buat cari uang jajan untuk kencan kita barangkali besok minggu^^^


Axel menyeringai setelah membalas pesan untuk Sarah.


Ting... satu pesan kembali masuk dari Sarah.


From: Sarah Dancer


Wah semangat ya sayang, beneran minggu kita jalanya... love you...


Huff....


Axel menghela nafasnya puas, ia yakin pesonanya masih sama, malah pasti auranya semakin aur-auran sekarang alias semakin mempesona.


^^^To: Sarah Dancer^^^


^^^Oke sayang, Good night selamat bobo caahhshdhsuhanjzhdhrha... ^^^


"Kakak udah pulang ternyata, udah makan belum?" Tanya Angel.


Axel menatap tak berkedip pada Angel, ia tak percaya dengan apa yang di lihatnya sekarang, Angel yang biasanya memakai piyama bergambar doraemon,malam ini...Angel, istrinya itu memakai piyama satin tipis berwarna merah dengan tali tipis yang menggantung di bahu indahnya.


"Kak Axel. "Panggil Angel sekali lagi.


"Yah... " Jawab Axel lirih, entah ia tak bisa mengatakan apapun.Satu yang ia tahu, malam ini ia tak akan bisa konsen jika menyia-nyiakan istrinya begitu saja.


"Kak Axel mau makan? "Tanya Angel namun lain di dengar oleh Axel yang justru mendengar ajakan bercinta dari istrinya itu.


"Mau, sampai pagi juga mau. "Segera ia berdiri dan menghampiri Angel yang terlihat bingung.


"Langsung saja Yok. " Tanpa basa basi Axel langsung membopong Angel dan membawanya ke ranjang.


"Ah... kakak... " Pekik Angel langsung mengalungkan tangannya ke leher Axel.


"Kamu cantik banget malam ini Angel. "


"Kak Axel suka? "


Dengan cepat Axel menganggukan kepalanya, "Suka, banget malah, kapan kamu belinya? "


"Tadi siang,pakai uang yang kakak kasih atm kemarin. "


"Oke tak apa, besok kamu beli lagi, bilang minta lingeri seksi sama penjaga tokonya ya..."


Angel menggeleng, "Enggak yang seperti itu mahal banget kak. "


"Tidak apa mahal nanti kakak Kerja keras lagi, demi lingeri seksi untuk kamu pakai. "


"Tapi. "


"Sudah, Ngobrol terus kapan mulainya udah tegang ini. " Ujar Axel sebelum ia langsung mencumbu bibir istrinya dengan rakusnya.


Malam ini Axel akan bercinta dengan istrinya hingga pagi, untuk niat Treding malam ini ia tunda dulu, Ah kalau Angel benar-benar beli lingeri seksi bagaimana ia bisa kerja malam, lebih baik kerja keras mengadu keringat dengan istrinya kan.


.........


Di sebuah kamar dengan cahaya remang-remang, seorang pria dan wanita duduk berhadapan dengan keadaan polos, nafas mereka masih saling memburu, si wanita terlihat begitu kesal pada pria di depannya.


Bugh... Bugh....


"Kamu membohongiku Baim, katanya kamu mau mempertemukan aku dengan anakku. "


Bugh... lagi wanita itu kembali melayangkan bantal ke arah pria yang ia panggil Baim tadi.


"Aku sudah katakan padamu sayang, bersabarlah tunggu sebentar lagi. "


Pria itu bangkit dari ranjang lalu memakai celananya, "Kau istrirahatlah aku akan mencoba menghubunginya.Jangan lupa minum pil KB mu jika kau tak mau hamil karena aku tak pakai pengaman malam ini."


" Dasar brengs*k kamu. " Kesal wanita itu melempar bantal pada pria di depannya.


Pria itu menghela nafasnya, "Lebih baik kita ikuti permainan yang telah di atur jika kau mau anakmu kembali. "


"Dasar kamu tak punya hati pria brengs*k" Maki wanita itu lagi menatap kepergian pria itu yang hilang di balik pintu kamar bercat hitam.


"Hiks... " Wanita itu menangis ia menyesali semua yang terjadi dalam hidupnya. Ia mengingat semuanya, saat seorang pria tua mengatakan sebuah kebenaran padanya dan sebuah kenyataan yang menampar dirinya,saat itu ia terpaksa pergi dan menjalani kehidupan bagai boneka yang hidup sesuai aturan pemiliknya.


"Alex maafkan aku." Lirihnya menutup wajahnya.


................myAmymy.................


Wah wah wah... kayaknya ada yang tahu siapa yang muncul di bagian akhir part ini


sabar ya untuk nunggu part selanjutnya...ayo dong Vote yang banyak untuk semangatin author.


...🖤🖤...


...@myAmymy ...