
Alex menatap wanita yang kini tidur di ranjangnya, tadi ia sudah menanyakan beberapa hal padanya, dan Ana bisa menjawabnya dengan benar tapi tetap saja, instingnya mengatakan hal lain, dan ia yakin ada yang istrinya sembunyikan darinya.
"Mau tanya apa Lex.... "
"Apa kamu masih simpan plat R01 milikmu."
"Plat ...? Ah ya... ada,kenapa?Apa kamu sudah tahu benda apa itu? "
Alex menggeleng, "Belum...tapi entah itu benar milikmu atau bukan hanya saja sepertinya itu benda yang penting untuk pemiliknya. "
"Begitukah?Terus apa yang harus ku lakukan dengan benda itu? "
"Bolehkah aku yang menyimpannya? "
"APA? "Ana terlihat sedikit gugup, "T.. tentu... "
Alex menatap plat kecil di tangannya, kemudian menggenggamnya erat sebelum pria itu menjadikannya bandul kalung untuk ia kenakan, ia yakin ada rahasia besar dari plat besi kecil itu.
Setelahnya,pria itu merebahkan dirinya di samping istrinya dan memeluknya.
"Sayang.... aku mencintaimu,demi Tuhan."
"Ana... percayalah padaku... "
"Bagiku kamu segalanya."
"Aku mencintaimu.....Alex... "
Ana membuka matanya tiba-tiba, ia mulai mengatur nafasnya yang tak beraturan.
"Kau baik-baik saja?"
Ana langsung menatap seseorang di sampingnya, "Alex... "Lirihnya.
"Ya... "
Susah payah, Ana menelan salivanya, memikirkan mimpinya tadi yang terlihat begitu nyata, dalam hati ia bertanya apakah yang ia lihat dalam mimpi adalah kejadian sebenarnya antara dia dan pria di sampingnya ini, jika iya apa artinya dia telah mengkhianati Mike.
Ana bangkit dan langsung meremas kepalanya
"Sayang... are you oke... "Tanya Alex khawatir, pria itu langsung mengusap bahu Ana lalu menarik Ana ke dalam pelukannya.
"Kepalaku sakit Alex.... "
"Apa sakit sekali? "
Ana mengangguk, bayangan antara Alex dan Mike terus saja masuk ke dalam pikirannya.
Alex menatap khawatir pada istrinya, "Ana... lihat aku sayang... "Ujar Alex menarik pipi Ana agar menatapnya.
"Lihat mataku sayang..."
"Alex... "
"Ya...listen to me, you are my wife, don't be afraid oke. "
"Am I your wife? "
"Yes, it is true you are my wife. I Love you and you love me. "
Ana menatap lekat mata Alex, entah kenapa hatinya merasa damai mendengar itu semua.
" I don't care who you really are, who you are, to me you are still Ana,kamu Ana, istri yang sangat aku cintai."
"Meskipun jika aku bukan orang yang baik? "
"Aku juga bukan orang baik Ana."
"Bagaimana jika aku banyak Dosa Alex?"
"Aku juga banyak dosa Ana, aku bahkan banyak membunuh orang karena pekerjaanku."Alex yakin jika sebenarnya Ana sedikit banyak sudah ingat siapa dirinya.
"Dengar Ana, segemuk-gemuknya ikan, itu pasti ada durinya, begitupun ikan yang kurus pasti ada dagingnya, tak ada manusia sempurna di dunia ini.Semua orang punya dosa, tapi hanya caranya saja yang berbeda."
"Alex.... "
"Ya... "
"Do you know anything about me? About my past? "
Alex menatap mata istrinya,lalu ia mengangguk.Ana mencengkeram erat lengan Alex.
"I know and i don't care. even though you will kill me later."
"Alex... "Ana menggeleng, "No... i will not kill you,i love you Alex... "
Cup...
Ana meraih tengkuk Alex dan memagut bibir pria yang ia yakin adalah benar suaminya, Ana ingat hari di mana mereka mengucapkan janji suci di depan Tuhan, sedang Mike, entah ia bingung harus bagaimana, Ana ingat semuanya sekarang tapi ia tak mungkin lagi mengkhianati Mike lagi dan juga mengkhianati Alex. Ana dalam dilema.
..................
Pagi-pagi sekali Naina dan Ibrahim tiba di depan gedung apartemen Axel.
"Baim, aku sudah tidak sabar bertemu anakku."Ujar Naina menggenggam erat tangan Ibrahim begitu mereka turun dari mobil.
"Sabar sayang. "Ibrahim menatap Naina yang terlihat begitu bersemangat pagi ini, suatu hal yang sudah lama tak ia temui sejak pertemuan kembali mereka 8 tahun lalu.
"Ayo kita ke dalam."
Ana tersenyum dan mengangguk, "Ayo. "
Sementara itu di dalam apartemen Axel, Angel tengah kesal membangunkan dua pria berbeda usia yang memilih tidur lagi di depan televisi.
"Ya Tuhan, Lucas, bangun kamu harus sekolah, dan papa ayo katanya papa ada kerja pagi ini kan? "
"Sebentar lagi mama, Lucas masih mengantuk sekali."Ujar Lucas tanpa membuka matanya.
"Ya sayang, aku juga ngantuk sekali, bukankah kita baru tidur jam 3 tadi,ah malam tadi kamu sangat....hhmmmmppp... "Angel segera membekap mulut suaminya yang tak memiliki rem itu.
"Lucas cepat ke kamar mandi jika tidak mama tidak mau bicara lagi denganmu. "
Lucas langsung dengan malas bangkit dan menuju Kamarnya lagi.
"Mandi Lucas jangan tidur lagi. "
"Iya mama... "
"Hmmmppp... "Mata Angel membola karena tiba-tiba Axel menarik tengkuknya dan memagut bibirnya.
"Lain kali kalau mau menutup mulutku pakai bibirmu, jangan tanganmu yang bau bawang sayang. "Ujar Axel setelah melepas ciumannya.
"Oh ya semalam goyanganmu sungguh Mantap."
"Kak Axel ih... "Kesal Angel.
Tak... .
"Aws sayang... "Protes Axel karena istrinya memukul kepalanya.
"Biar otaknya tidak omes pagi-pagi. "Kesal Angel berdiri dan lanjut memasak sarapan.
Axel bangkit dan ingin meraih istrinya tapi tidak sampai, keburu Angel berlalu memasuki dapur kembali.
"Hah... ya sudah, aku mandi saja."Pria itu bangkit, "Istriku semakin pintar tiap malam..."Ujar Axel bernyanyi tanpa nada yang jelas memasuki kamarnya.
Sementara Angel hanya bisa menunduk malu mendengar ucapan suaminya.
Ting....tong....
Angel mengerutkan keningnya mendengar suara bel apartemennya, "Siapa pagi-pagi bertamu?"Gumamnya.
Angel lalu mencuci tangan dan mengeringkannya sebelum ia ke depan untuk membuka pintu.
Klik...
Ceklek...
Angel menatap bingung pada dua orang asing di depannya, "Cari siapa? "
"An... "Ujar Naina tertahan karena Ibrahim menahan tangannya.
"Saya Ibrahim dan ini istri saya."Ujar Ibrahim.
"Oh... ada apa ya? "
"Saya, kakak pertama Axel."
"Oh... maaf saya cuma tahu kak Alex, ya sudah kak ayo masuk. "
Ibrahim mengangguk dan masuk bersama Naina.
"Silahkan duduk, kak Axel sedang mandi. "
"Terimakasih. "
Ibrahim duduk di ikuti Naina.
"Baim... "Bisik Naina.
"Sabar sayang... "
"Mau minum apa? "Tanya Angel ramah.
"Apa saja. "
"Oh baiklah, tunggu sebentar."
Angel kembali ke dapur untuk membuatkan minum untuk tamunya, tapi sebelum itu ia masuk ke kamar dan memberitahukan pada Axel.
Tok... tok...
"Kak... " Seru Angel dari luar pintu kamar mandi.
"Sebentar lagi sayang. "
"Ada orang katanya kakak kamu tapi bukan kak Alex. "
"Oh... mungkin Ibrahim, katakan tunggu padanya."
"Oh baiklah... "
Setelah itu Angel keluar kamar, tepat saat Lucas keluar kamar.
"Mama... aku tidak bisa pakai dasinya."Ujar Lucas, "Di mana mama... "
Sementara Naina dan Ibrahim menatap haru pada bocah kecil di depannya.Naina berdiri dan menghampiri Lucas.
"Biar mama pakaikan nak. "Lirih Naina dengan menahan tangisnya.
"Tante dan om siapa? "Tanya Lucas lalu menatap Ibrahim, "Oh teman papa ya? "
"Lucas..."Ujar Angel.
Lucas menoleh, "Mama... " Serunya berlari menghampiri Angel, "Pakaikan ini ma, susah."Tunjuknya pada dasi di tangannya.
"Hmmm... kamu tuh mirip papamu, tidak bisa pakai dasi."
"Iya dong, Lucas kan anak papa Axel, Nanti kalau sudah besar Lucas mau seperti papa yang pintar komputer tapi Lucas juga mau hebat berkelahi seperti papa Alex biar bisa lindungi mama dari orang jahat yang mau rebut papa Axel. "
Angel tersenyum lalu mencubit hidung Lucas, "Kamu tuh masih kecil fokus belajar saja di sekolah."
"Kan Lucas sayang mama... "Ucap anak itu sambil memeluk Angel,"Mama adalah ibu terbaik di dunia ini. "
Naina menghapus air matanya, seharusnya dia yang ada di posisi itu, bukan wanita lain. Baru saja Naina ingin menghampiri Lucas dan Angel, lagi-lagi Ibrahim menahannya.
"Baim... "Protes Naina.
" Sabar sayang, jangan sampai kamu membuat putra kita syok. "
"Tapi... "
"Trust me oke... "
.............myAmymy.......... ...
...Siapa yang Gak sabar nunggu endingnya? ...
...🖤🖤...
...@myAmymy ...