The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
Part 60



Alex mengikuti Adam ke ruang kerjanya. ia langsung duduk di kursi depan meja kerja sahabatnya itu.


"Jadi informasi apa yang kamu butuhkan Lex. "


Tanya Adam begitu ia mendudukan dirinya di kursi kerjanya.


"R02. "


Adam mengerutkan keningnya, "R02? "


Alex mengangguk meski ragu, tapi jika benar Ana adalah R01 maka pria berpakaian dokter kemarin pagi adalah R02, Alex sudah mengecek cctv rumah sakit dan di pastikan pria itu bukan dokter dari rumah sakit itu.


"Apa kamu yakin jika istrimu itu R01? "


Alex mengangguk namun ia lalu menggeleng, "Belum tapi aku tak ada gambaran lain. "


Adam mengangguk paham, lalu ia mengambil chip dari lemari besi di bawah mejanya dan menghubungkannya ke laptop.


"Jadi apa yang ingin kamu ketahui dari R02? "


................


Naina baru saja merebahkan dirinya di ranjang, ia tak sabar menanti hari esok dan dia ingin segera menemui putranya di tempat Axel.


Ting Tong....


Naina mengerutkan keningnya mendengar suara bel apartemen, jika itu Alex, tak mungkin ia menekan bel, apa itu Ana? Tapi juga tak mungkin.


Penasaran, akhirnya Naina bangkit dari ranjang dan keluar kamar menuju pintu apartemen.


Tak ada orang di balik layar monitor membuat Naina semakin mengerutkan keningnya,akhirnya mau tidak mau, wanita itu membuka pintu apartemen.


Ceklek...



...Cast : Park Hei Jin as Ibrahim Bramono...


"B.. Baim..."Ujar Naina sedikit kaget.


Ibrahim menatap Naina lalu ia langsung melangkah masuk ke dalam apartemen Alex.


"Mau apa kamu kemari?"Tanya Naina gugup.


"Tak usah takut, malam ini Alex tak akan pulang, bukankah dia sedang mencari keberadaan istri tercintanya sekarang?"


Naina masuk ke dalam setelah ia menutup kembali pintu apartemen.


"Dan lagi, adikku itu harus ke CLUB malam miliknya, ku dengar ada keributan di sana."


"Apapun itu, tak seharusnya kamu datang dan menemui istri orang lain di saat suaminya tak ada."


Ibrahim terkekeh, "Kamu lucu sekali sayang, bahkan bukan hanya apartemen Alex yang ku masuki, bahkan dirimu,apa kamu lupa Hmm? "


Naina mengepalkan tangannya, "Diam. "


Ibrahim menghela nafasnya lalu mendekati Naina dan langsung memeluk wanita itu.


"Lepas Baim..."


"Diamlah, aku benar-benar merindukanmu, aku lelah, Papa baru saja memarahiku Karena membawamu kembali."


Gerakan Naina yang tengah memukuli punggung Ibrahim terhenti,ia tahu bagaimana Ibrahim selalu menjadi di anak tirikan oleh Bram.


Naina ingat saat itu, Ibrahim datang ke panti untuk pertama kalinya dengan lebam di sekujur tubuhnya.


"Kamu kenapa?"


"Hiks... pria itu kata ibuku adalah ayahku, tapi dia memukuliku karena aku datang menemuinya di rumahnya. "


"Kenapa kamu menemuinya? "


"Ibuku baru saja meninggal, dan kata ibu aku harus menemuinya. "


Naina langsung memeluk anak laki-laki kurus yang ia kira seusianya itu, "Sudah jangan menangis, kamu memiliki aku sekarang."


Naina menghela nafasnya, lalu ia membalas pelukan Ibrahim dan mengusap punggung pria itu.


"Hampir 30 tahun,aku terus diam dengan perlakuannya,dia ayah kandungku, tapi tidak benar-benar ku milikki meski apapun yang ia katakan aku selalu menurutinya termasuk pergi meninggalkanmu dan ikut ke Thailand waktu itu. "


Ibrahim melepas pelukannya, ia menatap mata teduh Naina dan membelai rambutnya,"Dan sekarang, setelah kita bersama 6 tahun apa aku juga harus melepasmu? "


"Baim.... "


"Aku benar-benar mencintaimu Naina, tidakkah bisa kamu memilihku? "


Naina bingung harus menjawab apa, ia masih menatap mata Ibrahim sesaat sebelum ia memalingkan wajahnya.


Ibrahim menarik dagu Naina agar menghadapnya,"Tatap mataku Naina... "


"Tidakkah kamu melihatnya?Cinta yang besar untukmu? Bahkan aku tak pernah sekalipun berpaling darimu meski kita berpisah."


Cup....


Ibrahim tak mau mendengarkan jawaban yang selalu Naina berikan padanya, ia memilih membungkam bibir Naina dengan bibirnya.


Naina memejamkan matanya saat bibir dingin Ibrahim menyentuh bibirnya, bibir dingin itu mulai bergerak perlahan, tak tahan dengan rasa dingin di bibir itu, Naina mulai mengalungkan tangannya ke leher Ibrahim dan membalas pagutan bibir Ibrahim padanya.


"Naina... "Lirih Ibrahim, "Kembalilah padaku."


Naina menunduk, lalu ia mengangguk pelan membuat senyum terbit di bibir Ibrahim.Pria itu langsung kembali memeluk wanita itu.


"Aku mencintaimu Naina... "


"Aku akan urus perceraianku dengan Alex, dan aku ingin kamu urus hak asuh anak kita di tangan Axel."


"Anak kita?"Tanya Ibrahim melepas pelukannya


Naina mengangguk, "Iya kata Alex, anak kita ada pada Axel. "


Ibrahim tersenyum lalu mengangguk antusias, "Tentu sayang... kita akan urus setelah kita menikah nanti."Ujar Ibrahim yakin sambil menarik Naina ke dalam pelukannya lagi.


Naina memejamkan matanya, semoga pilihannya tepat kali ini, ia benar-benar sudah tak merasakan cinta dari Alex lagi, dan lagi Naina pikir hanya Alex yang bisa mengendalikan bipolar Ana.


"Ana... aku titip bayiku, bawa dia ke luar negeri, nanti jika aku bisa aku akan menemuimu... "


"Tapi Naina... aku tak bisa mengurus bayi, kamu tahu kondisiku? "


"Saat ini hanya kamu yang ku percaya Ana, aku mohon. Jika pria tua itu mengambilnya aku tak yakin bisa melihat anakku lagi. "


Naina tak menyalahkan Ana, ia yakin jika pernikahan Ana dan Alex adalah takdir yang sesungguhnya.


Naina pernah melihat foto masa kecil Ana di meja kerja Bram saat ia menemui Bram untuk meminta restu pria itu secara pribadi, dan yang ia dengar Ana adalah putri sahabat lama papa Bram yang sedang pria tua itu cari.


Dan karena itu, Naina yakin jika Ana pasti di terima baik oleh Bram, apalagi sekarang terbukti jika Alex tidak mandul, maka di pastikan anak dalam kandungan Ana adalah anak Alex dan keberadaan Ana akan aman dari Bram.


..................


Alex memukul stir mobilnya, ia menahan emosinya saat mendengar dugaan Adam soal hubungan Ana dan R02.


"Kamu lihat foto-foto ini, sepertinya mereka sepasang kekasih. "


"APA? "


Adam terkikik melihat respons Alex, "Santai bung..."


Alex hanya mengepalkan tangannya, ia kembali menatap layar monitor di depannya.


"Dengar Alex, berdasarkan beberapa kali anggota kita melawan mereka, R02 tak pernah membiarkan R01 itu terluka sedikitpun, bahkan di penangkapan terakhir, R02 rela tertangkap dan membiarkan R01 kabur. "


"Pasangan katanya?"Geram Alex, "Ana hanya mencintaiku, dia istriku."


Dering ponsel mengalihkan perhatian Alex, ada nama Roger di sana, Roger adalah orang kepercayaan barunya di CLUB malam setelah masalah Raisa Alex mengganti anggotanya di CLUB malam miliknya.


"Hallo.... "


"Maaf bos, ada keributan di CLUB. "


"Apa aku harus turun tangan? "


"Maaf bos, tapi ada pembunuhan di sini, Daren mati. "


"Kalian bisa urus sendiri kan. "


"Bos... kami tak tahu pembunuhnya, dan... dan... "


"Cepat katakan."


"Ada Stample The Reapers di dada Daren. "


Citttt.....


Alex langsung menginjak rem mobilnya,ia mencengkeram erat kemudinya.


'The Reapers, dia mulai menyerangku? 'Batin Alex.


Jadi apa benar R02 adalah kekasih R01, benarkan Ana dan R02 adalah sepasang kekasih, berdasarkan cerita Adam, jika R02 begitu melindungi R01, di pastikan dia sangat mencintai pasangannya itu, "Karena cemburu dia membunuh anak buahku untuk menggertakku? "Gumam Alex


Ting....


Sebuah pesan masuk ke ponselnya dari nomor tak di kenal,dan seketika Alex mencengkeram erat kemudinya, Rahangnya langsung mengeras setelah melihat isi pesan itu.


..............myAmymy..............


...Huhu.... semakin seru nih... ...


......Ayo Vote dan KOMEN untuk lanjut ......


...🖤🖤...


...@myAmymy ...