The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
Part 13



Naina membuka kacamatanya. Hari ini akhirnya untuk pertama kalinya ia menginjakan kakinya di Tanah air yang ia tinggalkan 6 tahun lalu.


Tanpa terasa air matanya keluar begitu saja.


"Kau menangis? " Tanya Alex yang baru selesai mengambil koper mereka.


Buru-buru Naina menghapus air matanya.


"Entah, hanya hatiku merasa menghangat saat ini. "


Alex mengangguk," Sudah ayo kita pulang. "


Naina menatap Alex,"Pulang? " Lirihnya.


Alex mengangguk," Ya pulang.Kenapa?" Tanya Alex heran.


"Pulang kemana? "


Alex mendesah, "Pulang ke apartemenku, kau lupa sekarang kau istriku."


"Hanya pura-pura kan? "


Alex menggaruk pelipisnya, " Sekarang aku tanya jika tak pulang ke tempatku kau mau kemana? "


Naina dengan cepat menggeleng.Alex benar, jangankan rumah siapa dia juga dia tak ingat.


"Dengar sekarang kau istriku,maka kau akan tinggal bersamaku. "


Naina mendesah pasrah," Baiklah tuan..." Ujar Naina membungkuk.


Alex menggelengkan kepalanya,lupakan ia yang pernah menyamakan gadis ini dengan istrinya.Sifatnya sangat berbeda dengan istrinya yang lemah lembut. Gadis ini sedikit konyol.


.


.


Setelah menempuh perjalanan satu jam dari bandara akhirnya Alex dan Naina sudah sampai di apartemen pribadi Alex.


"Masuklah." Alex membuka pintu lebih lebar agar Naina bisa masuk sementara dirinya masih berdiri di pintu.


"Terimakasih. " Naina melangkahkan kakinya memasuki apartemen bernuansa serba putih itu.


"Ternyata kau menyukai warna putih tuan? "


Alex meletakan dua koper mereka di ruang tamu, " Bukan aku tapi istriku. "


Naina mengangguk mengerti, " Aku suka warna pink. " Ujarnya.


"Mulai sekarang kau harus menyukai warna putih. "


"Kenapa harus? "


"Karena sekarang kau istriku."


Naina mengerutkan keningnya, kenapa ia merasa jika Alex mulai memaksanya menjadi Nainanya.


Naina hanya mendesah," Baiklah, di mana kamarku? "


Alex menunjuk satu kamar tentu dengan pintu bercat putih kesukaan istrinya yang lagi-lagi membuat Naina mendesah pasrah. Ia tak tahu harus bagaimana,untuk saat ini hanya Alex yang ia kenal dan ia andalkan.Selain itu sepertinya Alex bisa di andalkan untuk mencari tahu apa yang terjadi pada dirinya.


Jujur Naina bingung apa yang terjadi pada dirinya. Dia tak ingat apapun masalalunya selain kepingan dirinya berebut seorang bayi dengan seorang pria,hanya itu.


Naina memandang ke sekeliling kamar. Ada foto Alex dan wanita cantik yang jujur membuat Naina merasa tak asing dengan wajah itu, tapi ia lupa di mana dia bertemu, dan siapa?


"Kamu bisa taruh baju-bajumu di sana, tapi ingat jangan pakai pakaian yang ada di lemari itu. " Tunjuk Alex pada satu lemari yang terletak di sudut kiri kamar.


"Apa ini kamarmu bersama istrimu? " Tanya Naina.


Alex menganggukkan kepalanya.


"Lalu kalau aku tidur di sini, kamu tidur di mana? " Tanya Naina bingung," Jangan bilang jika kita tidur bersama. " Protes Naina curiga.


"Kau lupa..."


"Cukup tuan, aku hanya pura-pura sebagai istrimu bukan berarti aku ini istrimu. Kita tidak bisa tidur bersama. " Ujar Naina dengan wajah memerahnya. Ia ingat sekali bagaimana pria itu terangsang hanya karena sebuah pelukan.


"Ck.. tenang saja, kamarku tetap di sini, tapi untuk tidur aku akan tidur di sofa depan. Apa kamu tak lihat di apartemen ini hanya ada 2 kamar, 1 kamar ini dan yang lain adalah ruang kerjaku. "


Naina bisa bernafas lega,karena Alex masih tahu batasan. Sungguh Naina sedikit merasa takut. Bayangkan jika kalian tinggal serumah dengan duda yang sudah lama di tinggal pergi istrinya. Kira-kira bagaimana?


Naina mengedikan bahunya tak mau membayangkannya.


...........


Axel dan Angel memasuki apartemen milik Alex.Tanpa bicara Angel langsung memasuki kamarnya.


Angel tengah dilema,dia dan Axel baru saja pulang dari panti.Dia mendapat kabar ada orang tua yang ingin mengadopsi Lucas lagi dan tengah membujuk anak itu.


Angel duduk di ranjangnya sambil merenungkan semuanya. Dia tak tega melihat Lucas menangis dan memohon untuk ikut dengannya.


Angel mengingat tawaran Axel untuk manikah dengan pria itu, tapi mengingat bagaimana sifat pria itu membuat Angel ragu. Pria itu sungguh sangat playboy.Bahkan Angel sudah berapa kali di tinggal hanya karena pria itu ada janji dengan salah satu pacarnya.


Angel menerawang jauh,meski dia ada sedikit rasa suka pada Axel atau sekalipun dia telah jatuh cinta tapi dia ragu untuk mau menikah dan hidup selamanya dengan pria itu.


Bagi Angel, menikah hanya sekali. Tapi apa dia memiliki jalan keluar lain selain yang di tawarkan Axel?


Memejamkan matanya Angel akhirnya mengambil keputusannya.Dia bangkit dan keluar kamar untuk menemui Axel.


Ceklek....


Angel keluar kamar dan mendapati Axel tengah menelpon sambil rebahan di Sofa.


"Beres sayang, besok kita jalan"


"Ah ya... pakai baju yang merah yang waktu itu ya, kamu seksi banget pakai itu. "


Angel menarik nafasnya panjang,ia ragu lagi dengan keputusannya. Perlahan ia mendekati Axel dan menepuk lengannya.


Axel menoleh sesaat sambil mengisyaratkan Angel untuk diam.


"Eh, udah dulu ya, di panggil ibu Ratu ini. "


"Oke sayang, sampai ketemu besok... "


Menutup panggilannya Axel kembali menoleh pada Angel yang sudah duduk di Sofa single sebelahnya.


"Kenapa babe...?" Tanya Axel sambil sibuk dengan ponselnya lagi. Pria itu terlihat sedang mengetik sesuatu di ponselnya.


"Aku mau ngomong soal Lucas. "


"Hmm... katakan?" Ujar Axel tetap fokus pada ponselnya.


"Aku mau adopsi Lucas secepatnya."


Axel langsung menatap Angel sambil mengerutkan keningnya.


"Apa tawaranmu masih berlaku? " Tanya Angel ragu.


"Tawaran? " Beo Axel bingung.


Angel menarik nafasnya dalam, sepertinya apa yang Axel tawarkan beberapa hari lalu hanya candaanya saja.


"Ah... aku ingat, jadi apa kamu mau kita menikah?" Tanya Axel setelah ingat dan mengerti maksud Angel.


"Mmm... "Angel ragu kembali, ia menggigit bibirnya sambil memikirkan ulang keputusannya. Tapi ingat lagi ini satu-satunya cara agar dia bisa mengadopsi Lucas secepatnya sebelum orang lain mengadopsinya.


Lucas yang tampan untuk anak seusianya memang menarik minat para calon orang tua asuh. Tapi anak itu selalu menolaknya,dan entah sampai kapan dia bisa menolak.


"Iya aku mau menikah denganmu. " Ucap Angel pada akhirnya. Semua demi Lucas. Entah kenapa di matanya Lucas sangat berharga baginya.


"Baiklah tak masalah, aku akan atur semuanya. " Axel berdiri sambil menelpon seseorang.


"Ya swety aku akan segera ke sana, persipkan dirimu. " Axel langsung menutup panggilannya.


Ia berdiri dan memakai Jaketnya dan mengambil kunci mobilnya.


Angel ikut berdiri. Sambil melihat kesibukan Axel.


"Oke Angel, aku harus pergi ingat jangan buka pintu untuk siapapun. "


Cup...


Axel mengecup bibir Angel sekilas kemudian berlalu meninggalkan Angel sendiri.


Angel terduduk di sofa lagi dengan lemas. Rasanya memikirkan ia akan menyerahkan hidupnya dengan pria playboy seperti Axel adalah keputusan salah. Tapi sekali lagi ia tak punya pilihan lain.


.


.


Menang banyak Alex dan Axel nih.


Seru gak sih ceritanya.Tapi di sini gak ada mewek-mewekan seperti di lapak Menantimu Kembali?


.


.


🖤🖤


@myAmymy