
Alex duduk termenung di sofa yang berada di balkon kamarnya, memikirkan kembali apa yang baru saja ia temukan.Apa itu istrinya yang menggambarnya sendiri, tentu kalau bukan siapa lagi?Tapi untuk apa? Pistol angka-angka,dan juga kode R 01,bukan apa-apa,Alex jelas tahu apa itu, kode rahasia yang sudah tak pernah muncul lagi sejak 8 tahun lalu.
"Kamu sudah pulang?"
Alex langsung menoleh ke samping di mana ia mendapati istrinya,"Hmm... "
"Maaf tadi aku ketiduran, aku belum masak. "
Alex mengulurkan tangannya yang langsung di sambut oleh Naina, Wanita itu langsung duduk di pangkuan suaminya, "Kenapa? Sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu?"
Alex tersenyum tipis lalu membelai rambut istrinya, di tatapnya dalam mata istrinya itu, menghela nafasnya dalam sebelum ia menanyakan sesuatu pada Naina, berharap hal itu bisa memberi petunjuk siapa wanita itu sebenarnya.
"Sayang... bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu? "
"Tanya apa? "
Alex mengambil apa yang tadi ia ambil dari pelukan istrinya saat wanita itu tertidur, "Soal ini... "Tunjuknya pada buku bergambar sketsa sebuah pistol, angka-angka dan juga kode R 01.
Naina menerimanya lalu menatap dalam mata suaminya, "Itu sebenarnya entah aku tidak tahu, sudah beberapa hari aku selalu memimpikan ini, aku juga..." Naina memejamkan matanya sesaat sebelum kembali menatap mata Alex, "Aku juga tidak tahu apa ini, yang aku lihat darah di mana-mana, bahkan entahlah.. aku takut Alex, aku benar-benar takut. "
Alex langsung memeluk tubuh istrinya, wanita itu benar-benar gemetar, Alex pikir dia akan menyelidiki siapa Naina mulai dari hal itu.
"Sudah tenanglah, kamu tak perlu takut,ada aku yang akan selalu melindungimu. "Ucapnya menenangkan istrinya.
...............myAmymy................
Axel baru saja menghentikan mobilnya di pelataran rumah besar bergaya klasik di depannya, sebenarnya cukup malas bagi Axel pulang ke rumah itu karena telinganya akan panas mendengar ceramah dari laki-laki tua yang pincang yang tak lain adalah papanya.
"Rumah siapa ini papa? "Tanya Lucas yang duduk di kursi penumpang belakang, sementara istrinya Angel ada di sampingnya.
Axel menoleh dan tersenyum, "Ini rumah ayahnya papa, kamu bisa memanggilnya Eyang."
Lucas mengangguk, "Oke, apa Eyang itu seperti tokoh pak Raden? "
"Lucas, jangan seperti itu."Tegur Angel.
"Mama, Lucas memang tidak tahu seperti apa itu Eyang, di panti kami hanya punya ibu panti juga bibi yang membantu memasak. "
Axel nampak berfikir, papanya itu memang sedikit gemuk dengan perut yang sedikit buncit, lalu pria tua itu juga selalu memegang tongkatnya, tak jauh beda dengan karakter pak raden, tapi tidak juga, papa Bram memiliki perawakan tinggi dan sedikit kekar di lengannya,itu sisa-sisa kejayaan masalalunya.
"Papa, kenapa tersenyum begitu?"Tegur Angel.
Axel menggeleng, "Tidak sayang, ya sudah ayo kita turun."
Beberapa saat kemudian mereka sudah tiba di ruang tamu, "Kalian duduk dulu biar aku panggil papa. "Ujar Axel.
Angel dan Lucas mengangguk lalu duduk di sebuah Sofa besar bergaya eropa di sana.
"Rumah Eyang besar ya ma?
Sementara Axel masuk lebih ke dalam untuk mencari papanya, "Bi papa di mana? "Tanya Axel.
"Ada di ruang kerjanya den. "
Axel mengangguk lalu segera menuju ruang kerja sang papa di ujung koridor.
Beberapa kali mengetuk pintu Axel memberanikan diri langsung masuk ke dalam.
"Katakan padanya untuk bersabar, dan jangan sekali-kali muncul di depannya."
"Sebaiknya kamu bisa mengendalikannya. "
Axel sedikit kaget mendengar papanya berbicara di telepon entah dengan siapa dengan nada cukup tinggi.
"Papa. "
Bram langsung berbalik, "Ingat kata-kataku tadi."Ujar pria tua itu sebelum mengakhiri panggilan teleponnya.
Bram menatap Axel dengan pandangan tanda tanya.
"Papa telepon siapa? Kenapa marah-marah? "
"Apa harus papa lapor padamu tentang pekerjaan yang papa urus?"Tanya Bram dengan nada tak suka.
"Hais, papa santai saja, Axel tahu itu bukan urusan Axel, tuh di depan Axel bawa menantu papa, juga Lucas. "
"Lucas?"
"Bener-bener dah tua ya si papa nih, Lucas anak yang Axel dan Angel adopsi. "
Bram mengangguk lalu langsung melangkah melewati Axel dengan terburu-buru.
"Segitunya ingin cucu nih si papa, antusias sekali. "
.
.
"Mama lihat patung-patung kuda ini ternyata ada yang kakinya cuma tiga. "
"Lucas duduklah, jangan sembarangan menyentuh."
Ehem...
Angel dan Lucas langsung menoleh pada sumber suara sejenak, segera Angel berdiri untuk menyambut kedatangan ayah mertuanya.
"Papa... "
"Hmm... duduk saja Angel. " Ujar Bram sambil menatap Lucas.
Segera ia hampiri bocah berusia 7 tahunan itu, memegang pipi dan membelai rambutnya.
Angel menatap haru, ia yakin ayah mertuanya juga mau menerima Lucas sebagai anggota keluarganya.
Sementara Bram masih menatap lekat wajah Lucas, 'Mirip sekali. 'Batinnya.
"Wah papa bener-bener sudah ingin cucu ya pa."Celetuk Axel,"Kalau nunggu Axel sabar 5 tahun lagi, mending papa nagih sama Alex dan Naina."
Bram langsung menoleh pada Axel lalu kembali menatap Lucas, "Dia juga cucu papa. "
Angel langsung memeluk Axel, menenggelamkan wajahnya pada dada bidang suaminya, "Sayang jangan di sini, kita ke kamar saja. " Bisik Axel yang langsung mendapat cubitan di pinggangnya, "Aku sedang terharu. "
"Apa aku boleh memanggilnya Eyang papa. "Tanya Lucas pada Axel.
Axel menatap ayahnya, "Lebih baik kamu panggil dia kakek saja. "
Lagi Angel mencubit pinggang Axel, "Kamu panggil Eyang saja sayang. "
"Eyang..."Ujar Lucas
"Iya... panggil Eyang. Ini Eyangmu. " Ujar Bram lalu memeluk Lucas.
...............myAmymy............. ...
Alex memasuki rumah Adam, ada sesuatu yang harus ia tanyakan pada pria itu.
"Uncle... " Sapa Siena.
"Hallo Siena, di mana papimu? "
"Papi sedang di taman dengan si kembar."
Alex langsung menuju taman untuk menemui Adam.
"Woah, Leo pintar sekali bermain bola, wah lihat sayang, putramu bisa memasukan bola ke gawang kecil itu."
"Yeyeyeye... Eyo enang..."
"Mami... aaaaa.... " Berbeda dengan saudara kembarnya Leo yang sangat aktif, Lio lebih suka permainan yang tak banyak menguras tenaganya.Seperti sekarang anak itu sedang bermain lego sambil menerima suapan dari maminya.
"Mau pepaya apa kiwi sayang? " Tanya Dara.
"Aya... oyen...iwi giinnn... "
Dara tersenyum, Lio memang sangat pintar apapun yang di ajarkan padanya maka dia akan cepat mengingatnya.
"Bang... " Sapa Ricard yang tengah berjaga pada Alex yang baru datang dan langsung mengalihkan perhatian Adam dan Dara.
Adam menghentikan permainannya dan memberi kode pada salah satu anak buahnya untuk bermain bersama Leo menggantikannya.
"Ada apa Lex? " Tanya Adam mengerti jika Alex ada sesuatu yang penting untuk di bahas bersamanya, "Kita ke ruang kerjaku saja. "
Alex mengangguk lalu mengikuti Adam menuju ruang kerjanya.
"Ada apa? " Tanya Adam sesaat setelah ia mendudukan dirinya di kursi kerjanya.
"Apa kau masih mengingat soal R 01. "
Adam mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Alex, "Kenapa kau tanya soal itu. "
"Karena kau yang pernah bertemu dengannya selain aku. "
"Iya tapi kenapa kamu tiba-tiba bertanya soal dia? "
"Menurutmu R 01 seorang pria atau wanita? "
...............myAmymy................
...Siapa nih yang semakin penasaran sama cerita ini?Vote yah 😉...
...🖤🖤...
...@myAmymy ...