The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
Part 16



Alex keluar kamar setelah menenangkan


Naina.


Alex menggelengkan kepalanya melihat siapa yang datang, "Jadi kamu yang bikin istriku nangis. "


"APA... " kaget Axel mendengar ucapan kakaknya.


"Maksud kamu apa kak? Aku tidak salah dengar kan? " Tanya Axel memastikan.


"Ck.. katakan ada apa kalian datang kemari pagi-pagi."


Axel menggeleng serius, "Ulangi dulu apa yang tadi kamu katakan kak, Istri?Aku tidak salah dengar kan? "


"Ya baiklah,dia Naina."


"APA... "Kaget Axel lagi. Sementara Angel hanya diam kebingungan.


Alex akhirnya menceritakan apa yang terjadi pada adiknya,toh dia memang membutuhkan bantuan Axel untuk mencari tahu tentang Naina.


"Jadi sekarang kalian tinggal bersama sebagai suami istri tanpa menikah,gila kamu kak. Ena-ena aku yang pusing. "


"Kamu masih butuh jari-jarimu tidak?Atau mau aku patahkan supaya kamu tidak bisa bekerja lagi. "


"Ih kak, aku serius, tadi aku lihat ada kissmark di lehernya, kalian pasti sudah,...wah... gila. " Axel menggelengkan kepalanya tak percaya.


"Sekali lagi ngomong aku patahkan jarimu. Katakan apa maumu datang kemari. "


"Ah ya, jadi begini kak. "Axel menceritakan rencananya bersama Angel tapi terhalang dengan perjodohan Alex dan Angel.


"Bagaimana kak. "


Alex memegang dagunya sambil berfikir, "Ya kamu tinggal katakan saja pada papa kalau aku sudah menemukan Naina."


"Tidak akan semudah itu kak. "


"Lalu? "


"Papa pasti tahu kalau dia bukan Naina, bukankah papa yang memastikan jika jenazah wanita dalam mobil itu adalah Naina. "


"Lalu? "


"Nah lebih baik kalian menikah sungguhan saja."


Alex langsung menggelengkan kepalanya,"Tidak aku tidak mau menghianati Naina. "


Axel melirik Angel, "Bagaimana kalau aku buatkan data palsu untuk pernikahan kalian, tapi kita ubah rencana, dia bukan Naina tapi Nama lain. coba fikir, jika dia tetap memakai nama Naina pasti papa akan curiga dan mengira kamu belum move on. "


Alex nampak berfikir,"Aku bisa buatkan itu sekaligus nanti aku cari identitas asli dirinya."


"Tapi aku mau dia memancing orang di balik menghilangnya Naina muncul. "


"Itu nanti kita bisa atur. "


"Ya terserah kamu saja. "


Ceklek...


Naina keluar kamar setelah berpakaian rapi.


"Naina kemari." Ujar Alex melambaikan tangannya.


Ragu-ragu Naina mendekat lalu duduk di sebelah Axel.


"Perkenalkan dia Axel adikku, dan dia Angel mmm.. calon istrinya. "


Naina cemberut kesal melihat Axel lalu tersenyum melihat Angel.


"Maaf soal tadi kak. "


"Ck... " Naina hanya berdecak lalu menatap Alex,"Ajak mereka sarapan, ini sudah waktunya sarapan."


Alex mengangguk,"Sebaiknya kita sarapan dulu baru nanti kita bahas hal selanjutnya."


Mereka lalu sarapan bersama.


Setelah sarapan Alex dan Axel kembali ke ruang tamu,sementara Naina membereskan meja makan di bantu Angel.


"Terimakasih. " Ucap Naina.


Angel tersenyum,"Sama-sama kak, Angel harap kita bisa berteman ke depan. "


Naina membalas senyuman Angel seraya mengangguk.


"Berapa usiamu? "


"18 kak, mau 19."


"Kamu yakin mau menikah dalam usia muda? "


Angel mengangguk cepat, "Iya kak, aku mau mengadopsi seorang anak, tapi syaratnya harus suami istri yang bisa mengadopsinya. "


"Berarti kalian menikah bukan karena cinta?"


"Mmm... sebenarnya tidak seperti itu juga, tapi... entahlah.. aku belum tahu. "


"Kamu mencintainya aku tahu itu, tapi priamu pasti belum menunjukan kesungguhannya. " Ujar Naina.


Angel merasa apa yang di katakan Naina adalah benar.Perasaan Axel yang membuatnya ragu.


Angel menghela nafasnya, "Tak apa kak, yang terpenting bagiku sekarang adalah bagaimana caranya aku bisa mengadopsi Lucas. "


"Mulia sekali hatimu. "


"Ou ya?Apa alasanmu? "


"Waktu itu usiaku baru 12 tahun,aku baru pulang sekolah. Aku menemukan Lucas di antara semak-semak tengah menangis.Tapi karena saat itu aku masih kecil dan aku tinggal sendiri meski aku memiliki papa tapi aku tinggal sendiri dengan beberapa asisten jadi pemerintah melarangku membesarkan Lucas dan akhirnya Lucas di bawa oleh petugas dinas sosial dan pada akhirnya dia tinggal di panti asuhan."


Angel menerawang mengingat saat ia menemukan Lucas, air matanya menetes, saat itu ia sangat bahagia karena dia merasa jika hidupnya berarti, setidaknya untuk bayi itu.


"Naina... " Panggil Alex.


Naina dan Angel saling menatap lalu menghampiri Alex dan Axel.


"Kemari. " Ujar Alex,"Biarkan Axel mengambil foto dan sidik jarimu. "


"Baik. "


Axel memotret Naina lalu mengambil ponselnya.


"Letakan jarimu di sini. "


Naina menurut dan mengikuti arahan Axel.


Axel mengerutkan keningnya, "Coba tangan yang satu. "


Naina langsung menurut. Sementara Alex menatap curiga pada ekspresi adiknya.


"Kenapa? "


Axel mendesah, " Sidik jarinya telah di rusak. "


Alex kaget lalu membenarkan posisi duduknya, di ambilnya tangan Naina lalu ia lihat telapak tangannya dan mengamatinya.


"Bagaimana bisa? "


"Aku.. aku tak tahu." Jawab Naina bingung.


"Tangannya secara berkala di celupkan ke dalam cairan kimia yang bisa merusak sidik jarinya karena kulitnya yang semakin menipis. "


"Lalu kita harus bagaimana untuk mencari data dirinya. "


"Apa lagi selain menunggu jaringan kulit barunya terbentuk maka sidik jarinya akan muncul kembali. "


"Berapa lama? "


"Mmm... berdasarkan kondisi tangannya mungkin 1 tahun atau lebih. "


Alex menatap Naina prihatin.Dalam pikirannya Alex mempertanyakan apa sebenarnya yang sudah ia lalui.


"Untuk sementara aku akan menggunakan fotonya meski pasti akan sedikit sulit. Akan lebih baik sambil menunggu sidik jarinya muncul lebih baik kamu fokus untuk mengembalikan ingatannya. Aku rasa ini kasus serius, jika benar dia merasa tak mengalami kecelakaan apa lagi dari cerita dia di sekap selama 6 tahun mungkin,pasti ada banyak hal yang terjadi yang menyebabkan dia trauma .Mungkin hingga dia kehilangan ingatannya. "


Alex mengangguk mengerti, " Sepertinya kamu benar. " Alex mengambil tangan Naina lalu menggenggamnya, "Bahkan Naina terlihat sangat ketakutan beberapa kali saat tidur."


"Lebih baik kamu hubungi kak Sam, aku yakin dia bisa membantu untuk masalah ini. " Axel memberi saran.


Sam, dia adalah sahabat Alex yang berprofesi sebagai dokter syaraf. Dia memiliki metode khusus untuk masalah seperti yang Naina alami.


"Ya, aku akan menghubunginya. "


"Jadi apa kalian benar bisa membantuku. "


Alex terdiam, Axel menyeringai.


"Tergantung timbal balik apa yang akan kau berikan nona. " Ujar Axel.


"Maksudmu? "


"Jika kamu bisa menaklukkan si balok es ini. " Tunjuk Axel pada Alex dengan dagunya, "Maka ku pastikan kamu akan mendapatkan masalalumu. "


"Axel, jaga batasanmu. " Protes Alex tak suka.


"Santai kak.Terserah apa hubungan kalian yang jelas kalian harus membantuku agar aku dan Angel bisa secepatnya menikah. "


Axel menatap Angel lalu mengambil tangan Angel dan di kecupnya, " Iya kan sayang. "


"Kak Axel, apa-apa an sih. "


"Sayang kita harus tunjukan kemesraan kita agar mereka iri. "


"Axel kamu benar-benar ya. Lebih baik kamu cepat buatkan data pernikahan kami agar bisa kami pelajari rencana kalian dan menemui papa. "


"Ah ya, baiklah. "


.


.


Pelan-pelan mulai ke titik konflik yang sebenarnya ya...


.


.


Siapa nih yang selalu ngintipin Alex udah Update apa belum?


.


.


🖤🖤


@myAmymy