The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
Part 46



Alex mengikuti wanita yang ia yakin itu Naina, namun sayang wanita itu lebih dulu memasuki lift, segera Alex mencari lift lain setelah melihat ke mana tujuan lift itu,tak ada lift yang kosong Alex berinisiatif untuk mencari tangga darurat menuju lantai tujuan wanita yang ia yakin adalah Naina tadi.


Hingga akhirnya Alex sampai di lantai tempat tujuannya.


"Kemana dia? "Gumamnya saat tak mendapati Naina di lantai itu.


Baru Alex akan berbalik saat wanita yang ia cari keluar dari sebuah ruangan.


"Terima kasih."


"Sama-sama." Ucap Naina.


Alex mengerutkan keningnya,penasaran apa yang di lakukan Naina di sini.Akhirnya ia mendekat.


"Naina... " Panggil Alex.


Naina langsung menoleh dan mendapati suaminya,"Alex..."


"Sayang, kamu sedang apa di sini? "


"Owh, itu tadi aku menolong seorang nenek,nenek itu memintaku menemui putrinya yang bekerja di sini. "


Alex menatap pintu yang baru saja di masuki Naina bertuliskan staff, "Memangnya kamu dari mana? "


"Owh, dari apotik,tadi."


"Kamu sakit? "


Naina menggeleng, "Tidak, ah aku lelah sekali, bisakah kamu mengantarkan aku pulang."


"Ya tentu." Alex langsung meraih tangan Naina dan menggenggamnya.


Di dalam mobil Alex melirik Naina yang terus saja diam sejak memasuki mobil, wanita itu terus saja menatap lurus ke depan.


"Kamu kenapa sayang?"


Tak ada respon Alex lalu menyentuh pundak istrinya, "Sayang... "


"Eh... ya Alex, kenapa? "


"Aku tanya kamu kenapa? Dari tadi melamun?"


"Owh, tadi di apotik, aku mau beli obatku tapi petugas apotiknya bingung itu obat apa?"


Alex mengerutkan keningnya, "Kan sudah aku bilang jangan minum lagi obatnya! "


"Tapi kepalaku sangat sakit Alex jika tidak minum obatku. "


Alex langsung mengeram mobilnya, "Kamu sakit? "Tanya Alex langsung memegang bahu istrinya.


"Hanya sakit kepala. "


"Apa sakit sekali? "


Naina mengangguk, "Iya..."


Alex mundur, bersandar pada jok mobil yang ia duduki, memikirkan kembali keputusannya, tapi jika Naina terus meminum obat itu, dia lambat laun akan mengingat masalalunya.


"Alex... "


"Ah ya... "Alex lalu kembali melajukan mobilnya.


..........


Axel dan Sarah kini tengah berjalan dengan berangkulan di salah satu pusat perbelanjaan ibu kota,mereka menunda untuk pergi ke pantai lantaran Sarah tak mau mengingat cuaca cukup panas hari ini.


"Lihat Axel,baju itu bagus. "Tunjuk Sarah pada salah satu etalase toko pakaian.


"Kamu mau? "Tanya Axel.


"Hmm, aku belum gajian..."


Axel pikir harganya pasti hanya ratusan ribu karena itu hanya toko pakaian biasa, bukan brand ternama. Beruntung semalam dia baru saja menang lomba meretas dan 20 juta baru saja masuk ke rekeningnya tadi pagi.


"Ya udah yuk beli. "


"Beneran? "Tanya Sarah antusias.


"Bener dong. "


Sarah langsung mengeratkan pelukannya pada pria itu, lalu mereka langsung menuju toko pakaian itu.


Cukup lama Axel menemani Sarah memilah milah,sedikit menggeleng karena bukan hanya satu baju yang wanita itu pilih,'Bisa lebih dari 2 juta ini, ck sayang banget kalau tidak dapat ciuman nanti, syukur bisa lebih.'Batin Axel.


"Mikirin apa Hayo... "Tanya Sarah,"Tenang nanti mampir kayak biasanya."


"Tahu aja si kamu... "


"Hmm... udah ih, Yuk ke kasir. "


Saat di kasir, Axel dan Sarah masih menunggu kasir menghitung belanjaan Sarah,hingga tiba-tiba seseorang mendorong Axel dan Sarah dengan tumpukan baju.


"Hei ngantri dong. "Tegur Sarah sementara Axel kembali fokus pada ponselnya.


"Sorry. "


Mata Axel langsung membulat saat mengenali suara siapa yang ia dengar, "Angel..."


Angel menoleh dan seketika juga ikut membulatkan matanya, "Kak Axel... "Serunya.


Sarah mengerutkan keningnya, lalu menggapit lengan Axel mesra, "Kamu kenal adik ini sayang?"Tanya Sarah yang belum di sadari Axel jika wanita itu menggapit lengannya karena Axel masih tak percaya jika istrinya ada di depannya sekarang.


"Permisi total belanjaannya 3 juta 750 ribu."Ucap Kasir.


"Ah, sebentar."Jawab Sarah lalu menatap Axel, "Sayang kartunya. "


"Ah ya... "Axel bingung sekarang harus bagaimana,dia sudah kepalang basah, tapi jika tak jadi membayarkan belanjaan Sarah mau di taruh di mana mukanya. Dengan berat hati Axel mengeluarkan dompetnya meski Angel menatapnya tajam.


Sarah dengan sumringah akan menerima kartu milik Axel, sebelum tangan lain dengan cepat merebutnya sebelum dirinya.


"Hai apa yang kamu lakukan?"


"Apa hanya mengamankan milikku." Ujar Angel percaya diri.


"Sayang... "Protes Sarah pada Axel.


Angel kembali menatap tajam suaminya, sementara Axel terlihat bingung harus bagaimana.


"Sayang... "Rajuk Sarah lagi.


Axel menghela nafasnya lalu menatap takut pada Angel, "Sayang... "Lirihnya pada Angel, "I.. itu... "


"Itu apa? "Tanya Angel pura-pura tak peduli,Angel mengerti situasi seperti ini, dulu saat ia berpacaran dengan Jonatan ia cukup terlatih dengan situasi seperti ini, dan ia tahu suaminya ini lebih parah dari Jonatan, mantan kekasihnya itu.


"Kak Axel mau kartu ini? "Tanya Angel.


Dengan cepat Axel mengangguk.


Angel menghela nafasnya, lalu ia mengambil belanjaannya tadi sambil berpura-pura memperlihatkan pakaian apa yang ia ingin beli tadi, "Sepertinya aku tidak jadi butuh ini. "Tunjuk Angel pada lingeri merah yang terlihat sexi pada Axel.


"Itu..."


"Ini juga... "Tunjuk Angel pada lingeri hitam lainnya yang seketika membuat Axel menelan paksa salivanya.


"Nih." Angel menyerahkan kartu itu pada Axel, "Oh ya, Angel tidak akan pulang, terserah kak Axel mau pacaran sama siapa aja. "


Baru saja Angel berniat pergi, Axel menahan tangannya, "Sayang jangan dong... "Ia langsung menarik Angel mendekat.


Lalu beralih pada kasir ,"Mba hitung ini dan ini, semua belanjaannya. "Tunjuk Axel pada Angel.


"Sayang. "Protes Sarah, "Dia siapa sih? "


Axel tak menjawab, ia fokus menggenggam tangan Angel,Sementara Angel menatap penuh kemenangan pada Sarah, ah dia ingat sesuatu, lalu ia menarik telapak tangan kanan Axel juga tangannya dan menunjukkan cincin couple di jari manis mereka.


"Kalian... "Tanya Sarah tak percaya.


"Semuanya 5Juta 470 ribu. "Ujar Kasir itu pada belanjaan Angel, karena Angel membeli beberapa pakaian untuknya, Axel juga Lucas.


Dengan semringah Axel menyerahkan kartu miliknya pada kasir.


"Lalu untuk belanjaan nona itu bagaimana tuan?"Tanya kasir menunjuk belanjaan Sarah.


"Ah ya itu sek... "Belum selesai Axel mengatakan kalimatnya,Angel dengan cepat memotong ucapannya.


"Maaf mba, suami saya hanya membayar belanjaan istrinya."


Kasir itu mengerti situasi sekarang lalu ia segera menggesek kartu milik pelanggannya.


"Sudah. "


Angel langsung memeluk lengan Axel mesra, "Sayang bawa ya belanjaannya."


"Siap sayang. "Jawab Axel bagai hamba pada ratunya.


"Axel. "Protes Sarah lagi saat Axel mengabaikannya dan meninggalkannya begitu saja.


"Bagaimana dengan belanjaanya nona? "


Sarah menatap tajam pada kasir itu, "Ck... tidak jadi. "


Sementara Axel dan Angel memasuki mobil Axel, namun begitu masuk Angel menyemprotkan parfum miliknya ke dalam mobil.


"Kenapa sayang?"Tanya Axel, "Mobilnya tidak bau kok. "


"Ih bau,bau perselingkuhan."


"Astaga sayang, kami cuma jalan tidak ngapa-ngapain kok. "


"Tidak atau belum,kan keburu kepergok Angel."


Axel menggaruk tengkuknya mengingat niatnya tadi untuk mampir apartemen Sarah.


"Pokoknya seminggu Angel tidur dengan Lucas."


"What..."Pekik Axel tak setuju, "Terus Lingeri tadi? "


"Apa... tidur saja dengan baju kurang bahan itu. "


Axel menyandarkan punggungnya,ia mendesah kecewa,'Sial banget hari ini, baru juga kencan udah ketahuan.'Batin Axel.


.................myAmymy..............


Sabar ya yang udah nebak Naina istri pertamanya Alex... next ya...


...Jangan lupa VOTE...


...🖤🖤...


...@myAmymy ...