
Alex keluar kamarnya sudah rapi dengan stelan jas kerjanya. Hari ini ia akan ikut Adam ke Singapura untuk mengambil data The Reapers yang ada di salah satu rumah sakit di sana, dari info yang di dapat R02 adalah seorang dokter sebelumnya dan pernah bekerja di sana.
"Aku sudah masak kesukaanmu, ayo sarapan dulu."Ujar Naina.
Alex menghela nafasnya lalu menuju meja makan, di depannya kini tersaji beberapa menu kesukaannya dulu.
Alex duduk di sana, dan Naina mulai melayaninya seperti dulu, mengingat itu membuat wanita itu tersenyum.
Berbeda dengan Alex yang justru menatap dapur,biasanya pagi-pagi seperti ini, Ana masih memasak di dapur dengan rambut yang di cepol berantakan juga memakai kemeja putihnya yang kebesaran untuk Ana, Alex merindukannya, saat itu Alex akan menggoda Ana dan kadang Alex di buat terkejut dengan Ana yang tiba-tiba menjadi agresif.
Alex menghela nafasnya,ia harus bergerak cepat, ia takut ptsd Ana kambuh dan dia takut Ana akan melupakannya.
"Makanlah Lex, aku harap kamu masih menyukainya. "
Alex menatap Naina lalu pada makannya, "Aku hargai usahamu memasak ini, tapi sejujurnya seleraku sudah berubah."
Naina memejamkan matanya, dia menangkap ada makna lain dari kalimat yang Alex ucapkan. Naina duduk di depan Alex dan memperhatikan pria yang masih berstatus suaminya secara hukum itu memakan masakannya, dan mungkin ini yang terakhir kalinya.
Alex meletakan sendoknya, membuat Naina mengerutkan keningnya, "Apa tidak enak?"
"Sudah aku katakan kan tadi kalau seleraku sudah berubah. "
"Ah ya, aku tahu pasti karena masakan Ana lebih enak? "
"Tidak, kau salah, rasa masakan kalian hampir mirip, tapi bukan itu alasannya, aku hanya sedang tak berselera. "
Naina mengangguk, ia tahu, bagaimanapun ia dan Ana belajar memasak dari orang yang sama yaitu ibu panti dulu.
"Katakan. "Ujar Alex tiba-tiba.
"Apa? "Tanya Naina tak mengerti.
Alex menghela nafasnya, "Katakan apa maumu?Aku tahu ada yang ingin kau bicarakan? "
Naina menunduk sesaat sebelum menatap Alex ragu-ragu, "Alex aku.... aku ingin.. ingin... "
Alex melihat jam di tangannya sesaat lalu menatap Naina dan mengusap kedua telapak tangannya, "Lebih baik cepat katakan. "
Naina menarik nafasnya dalam sebelum ia mulai mengatakan apa keinginannya.
"Alex aku mau kita bercerai."Ucapnya dalam satu tarikan nafas.
"Ck... jadi kalian akan bersama?"Tanya Alex.
Naina yakin Alex tahu semuanya, ia lalu mengangguk.
"Kau mencintai Ibrahim?"
Naina menggeleng, "Aku hanya mencintaimu. "
Alex tersenyum menyeringai, "Mencintaiku? Jika benar kau tak akan pernah mengkhianatiku. "
"Kau juga sama Alex, kau dulu mengatakan kau akan terus mencintaiku, tapi apa?Kau menikahi Ana. "
"Jangan samakan aku denganmu, lebih baik kau diam jika tak tahu apa yang terjadi sebenarnya."
"Alex.... "Ujar Naina saat Alex berdiri.
"Kau bisa mengurus perceraian itu sendiri, aku tak ada waktu, mencari Ana jauh lebih penting dari urusanmu itu."Ujar Alex sebelum ia pergi dan keluar apartemen meninggalkan Naina yang berdiri dengan meremas ujung dressnya.
"Maafkan aku Alex, jika saja Ibrahim tak pernah menemuiku dulu, kita pasti sudah bahagia. "
....................
Ana menatap pria yang sedang berdiri di depan cermin sedang merapikan rambutnya setelah pria itu mandi. Wanita itu lalu bangkit dari ranjang dan mendekatinya.
"Quen... "Lirih pria itu saat tiba-tiba Ana memeluknya dari belakang.
"Aku merindukanmu Mike..."
Pria bernama Mike itu langsung melepas pelukan Ana dan berbalik memeluk Ana, pria itu merapikan rambut Ana. Cukup kaget tadi pagi saat bangun Ana mengenalinya tiba-tiba.
"Quen... "Lirih Mike menatap Ana yang tersenyum padanya.
"Morning to Mike..."
Mike langsung bangkit duduk dan menatap tak percaya pada wanita di depannya, "Seriously, do you remember me? "
Ana mengerutkan keningnya, "Apa pstdku kambuh? "Tanya Ana.
Mike menatap Ana lekat, sepertinya Ana sedang tak berpura-pura, "Quen... apa yang terakhir kamu ingat baby... "
"Apa? Mm..... "Ana nampak berfikir, "Ah ya... semalam kamu membuat kejutan untuk ulang tahunku iya kan? "
Mike bernafas lega, apa yang di ingat Ana adalah kejadian sebelum ia di tangkap oleh interpol di Texas. itu artinya Ana tak mengingat bagaimana wanita itu di kurung olehnya di New York saat ia berhasil kabur dari tahanan.
"Mike..."Ujar Ana lagi dengan manjanya saat di lihatnya pria itu nampak melamun.
"Ah ya Quen..."
"Kita...ada di mana sekarang?"
"Kita? Ah ya, sekarang kita ada di Indonesia."
"NO.... " Seru Mike tiba-tiba membuat Ana mengerutkan keningnya heran.
"Why? "
"Ah, tidak kita di sini ada tugas sayang."
"Tugas?"
"Ya... "
Ana menghela nafasnya, "Jadi siapa target kita sekarang?"
Mike nampak menyeringai, "G1, The Tiger."
"Tiger? "
Mike mengangguk yakin, "Ya... kau bisa kan melenyapkannya dengan tangan cantikmu ini."Lirih Mike lalu mengecup tangan Ana.
"Lalu kau? Siapa targetmu? "
"Aku Lion siapa lagi? "Mike mengepalkan tangannya mengingat apa yang pria dengan julukan Lion itu lakukan terakhir kali padanya.
"Oke... kapan kita lakukan."Tanya Ana tak sabar.
Mike memeluk Ana, "Sabar sayang belum waktunya."
Melepas pelukannya Mike menatap lekat mata Ana, "Kamu sedang kurang sehat sayang, pulihkan dulu kondisimu. "
"Ah ya, aku bingung kenapa aku merasa lemas sekali dan agak pusing dan mual."
"Tak apa, kamu hanya masuk angin. "Bohong Mike.
Mike menuntun Ana kembali ke ranjang, "Kamu istirahatlah aku mau pakai baju dulu. "
Ana mengangguk dan langsung duduk di bersandar di kepala ranjang sambil menatap Mike yang tengah memakai baju.
"Apa itumu belum sembuh?"Tanya Ana tiba-tiba.
'Sial kenapa Quen mengingat hal itu. 'Batin Mike kesal, dia semakin dendam pada Lion yang telah menyebabkan hal terburuk sepanjang sejarah karirnya.
"Mike... "
"Kau mau bukti? "
Ana menggeleng, "Tidak, harus berapa kali ku bilang aku orang timur pantang bagiku melakukannya sebelum menikah. "
Mike mengangguk, "Kita selesaikan tugas kali ini setelahnya kita menikah."
"Benarkah? "
"Ya baby."
Ana nampak berbinar, "Ku pegang janjimu, dan aku harap ini tugas terakhir kita dan setelahnya kau bekerjalah menjadi dokter seperti sebelumnya. "
"Like your wish baby. "
Mike baru selesai berpakaian, dan penampilan Mike membuatnya heran, "Kau mau kemana sayang? Kenapa pakai pakaian seperti itu? "
"Aku mau olah raga sebentar."
"Siang seperti ini?Apa aku perlu ikut? "
"Kamu istirahat saja, olah raga kecil seperti ini biar aku yang lalukan sendiri. "
"Baiklah, hati-hati aku tidak mau kau terluka."
Mike mendekat dan mengecup kening Ana, "Tikus kecil tak mampu membuatku terluka apa lagi mati. "
Ana memgambil tangan Mike, "Mike... kamu tahu, hanya kamu yang tidak. menganggapku gila, hanya kamu yang memperlakukan aku dengan baik. "
"Because i love you. "
"I love you to Mike... "
Mike menatap haru pada wanita di depannya, Mike mencintai Ana sangat, bagi Mike, Ana adalah segalanya, satu kesalahan Mike pada Ana dan dia menyesalinya, dan dia tak akan lakukan lagi pada wanita itu, Ana adalah hidupnya.
...cast : ...
...Jang Ki Yong as Mike Micael...
...Gimana-gimana? Jangan kecewa sama alurnya ya... ...
...🖤🖤...
...@myAmymy ...