The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
Part 27



Alex dan Naina tiba di rumah sakit, sepanjang lorong rumah sakit menuju ruangan Sam, Naina terus saja menggapit lengan Alex dan itu membuatnya risih.


"Bisa di lepas tidak tangannya, lihatlah semua orang melihat ke arah kita. "


"Kenapa sih sayang, aku kan hanya menggapit lenganmu bukan memeluk atau menciummu di depan umum. "


"Astaga Naina, kenapa kamu berubah agresif seperti ini?"


"Tapi kamu suka kan? Buktinya semalam kammhpppp... "


Alex tak tahan dengan apa yang Naina katakan, bibir istrinya ini seperti tak memiliki rasa malu.


"Sudah lihat itu ruangan dokternya. "


"Ya sudah."


Setelah mengetuk pintu ruangan Sam,Alex dan Naina masuk ke dalam, ada dua suster yang terlihat tengah bekerja di sana.


"Apa dokter Kim ada? " Tanya Alex.


"Owh, ada, silahkan duduk, beliau sedang ke ruangan Direktur Utama. "


"Ah ya baiklah, terimakasih."Alex duduk di sebuah Sofa bersama Naina.


Tak lama kemudian Samuel masuk ke dalam ruangannya,"Woi bro... apa kabar? " Sapa dokter Kim Samuel tanpa basa-basi.


"Baik Sam, oh ya kenalkan dia istriku, yang aku ceritakan kemarin. " Ujar Alex memperkenalkan Naina.


Sam menatap Naina lalu mengulurkan tangannya untuk menyalami Naina, "Hallo nyonya Alex,saya Kim Samuel, sahabat suamimu."


Naina tersenyum lalu membalas salam Sam, "Hallo Naina, senang berkenalan denganmu. "


Sam mengangguk lalu menatap Alex, "Apa sebaiknya langsung saja? " Tanya Sam pada Alex.


"Sebaiknya begitu."


"Oke." Sam menoleh pada kedua suster yang berjaga di ruangannya, "Sus, bisa minta tolong lakukan CT Scan pada nona ini. "


"Baik dok. Silahkan nyonya ikut kami. "


Naina menatap ragu pada Alex dan menurut setelah mendapat anggukan dari Alex.


Sepeninggal Naina yang mengikuti dua suster, Alex duduk di depan meja Alex.


"Bagaimana menurutmu?"


Sam menghela nafasnya, "Berdasarkan apa yang kamu ceritakan padaku, dugaan awalku dia mengalami PSTD. "


Alex dengan baik mendengar penjelasan Samuel mengenai dugaan awalnya.


"PTSD di diagnosis setelah seseorang mengalami gejala selama setidaknya satu bulan setelah kejadian traumatis. Namun,seseorang bisa saja baru mulai merasakan gejalanya, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah mengalami kejadian traumatis."


Sam membuka sebuah artikel pada tabletnya lalu menunjukannya pada Alex, "Seseorang yang mengalami PTSD juga akan menghindari hal-hal yang berhubungan dengan kejadian traumatis. Penghindaran tersebut muncul setelah mengalami kejadian traumatis dan ditandai dengan hal-hal misalnya seperti yang istrimu alami sekarang."


Alex menatap sahabatnya itu, "Maksudmu?"


"Istrimu berusaha untuk menghindari ingatan, pemikiran, atau perasaan tidak menyenangkan yang berkaitan dengan kejadian traumatis tersebut."


Sam membenarkan letak kacamatanya, "Katamu sebelum dia melupakan siapa dirinya lagi dia pingsan di gereja tempat kalian melangsungkan pernikahan kan, jadi dugaan awalku dia teringat sesuatu kejadian di masalalunya, dan ketika dia bangun PTSD nya kambuh dan dia langsung merekam apa yang kamu katakan jika kalian baru saja menikah.Dan itulah dirinya yang ia yakini sekarang."


"Jadi maksudmu, dia mungkin bisa berubah menjadi orang lain jika suatu saat dia kambuh?"


Sam mengangguk,"Ya seperti itu, tapi ini masih dugaan awal, nanti akan ku pelajari kasusnya."


"Oh ya mengenai sidik jarinya, bisakah kamu periksa sekalian?"


"Ya tentu."


Alex menggangguk, "Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?"


Sam tersenyum licik, "Apa lagi,nikmati selama dia menganggap kalau kalian benar-benar saling mencintai. "


"Ada apa dengan senyumanmu itu?" Tanya Alex curiga.


Sam terkekeh, "Berapa ronde semalam, daebak, istri barumu sepertinya agresif sekali, " Tunjuk Sam pada Leher Alex di mana ada beberapa kissmark di sana.


Alex langsung menyentuh lehernya lalu mengambil ponsel dan menyalakan kamera depannya, "Astaga... " Lirih Alex, bagaimana bisa dia baru menyadarinya.


Sam kembali terkekeh, " Santai saja kawan, aku paham. "


Sadar jika sahabatnya tengah mengejeknya, Alex memilih berpura-pura sibuk dengan ponselnya.


Sam terkekeh, "Tak usah pura-pura sibuk Lex, aku tahu Adam tengah memberimu cuti 2 minggu,bonus untukmu sudah membantunya berdamai dengan Dara. "


"Ck... memangnya pekerjaanku hanya mengurusi pria bucin sepertinya, aku juga memiliki usahaku sendiri. "


Lagi Sam terkekeh, kapan lagi dia bisa mengejek habis-habisan sahabatnya ini. Tapi Sam paling tidak bersyukur karena sekarang Alex terlihat lebih hidup.


Sam melirik file di tangannya,sepertinya dia akan memanfaatkan kehadiran Naina ini untuk membuat sahabatnya kembali benar-benar hidup. Selain mengobatinya Sam akan menambahkan beberapa vitamin untuk kesuburan Naina, Dia berharap supaya Alex segera menjadi ayah dan dia akan memiliki tujuan hidup.


................myAmymy...............


Axel baru saja bangun.Dia keluar dari kamar Alex mencari keberadaan gadis bersatus istrinya.Axel menghela nafasnya, semalam Angel tetap menolak tidur sekamar dengannya.


"Apa gunanya aku menikah." Gerutu Axel menuju dapur.


"Ngel...." Panggilnya namun tak ia temui juga keberadaan Angel.


Kembali ke kamar untuk mengambil ponselnya untuk mencoba menghubungi Angelnya.


"Hallo.... " Sapa Axel mengawali pembicaraan


"Ya Kak... gimana? "


"Kamu di mana sih? "Tanya Axel tak sabar.


"Aku di panti,tadi kakak sepertinya masih tidur dan Angel yakin akan sampai siang jadi Angel pergi ke... "


"Ya aku mengerti,aku ada pekerjaan ke kantor bos Daffa, kamu tetaplah di panti, pulang dari kantor bos Daffa aku akan menjemputmu. "


"Ah ya baiklah... Jika mau makan,sudah aku siapkan kakak tinggal panaskan di microwave."


"Hemmm.... " Axel menutup panggilan begitu saja. Meski Angel perhatian padanya tetap saja dia kesal karena tak ada yang berubah selain statusnya dari bujang menjadi suami.


"Suami apaan kalau tanganku tetap saja pegal semalam. " Kesal Axel.


.


.


Axel memasuki kantor Daffa, Semalam bosnya itu menelpon untuk memberinya pekerjaan.


"Hai Sella cantik...." Ujar Axel seperti biasa menggoda sekretaris bosnya.


"Hai juga brownis... brondong manis. "


"Bos ada? " Tanya Axel langsung.


"Ada lagi sama Denis. "


Axel mengangguk,"Jadi bulan depan kamu nikah sama Denis? " Tanya Axel iseng.


"Emang kenapa?" Tanya balik Sella.


"Ya barang kali kamu ingin coba sama yang lebih muda." Ujar Axel sambil memainkan kerah jaketnya.


Sella menggelengkan kepalanya,"Tuh cincin bagus ya, clasik modelnya. "


Axel tersadar lalu menggaruk tengkuknya, dia yakin bosnya sudah menyebarkan berita pernikahannya,"Ya sudah ya mbak Sella,Axel masuk dulu." Ujar Axel salah tingkah.


Tok... tok...


Axel masuk ke ruangan bosnya dan langsung di sambut oleh seruan Denis.


"Woi ada pengantin baru nih... "


Mengabaikan godaan Denis,Axel menyapa bosnya, "Bos.... "


"Duduk Xel... "


"Iya bos. " Axel duduk sambil menatap kesal pada Denis yang terlihat tengah mengejeknya.


"Berapa Ronde semalam?" Tanya Denis.


"5 kenapa hmm? "


"Wuih... keren... "


Axel menggelengkan kepalanya lalu kembali fokus pada bos di depannya.


"Jadi ada tugas apa bos? "


Daffa menyerahkan sebuah berkas pada Axel, "Periksa data perusahaan itu, minggu depan aku akan mengambil alihnya, Cari data orang yang korup di sana. "


"Berapa hari? " Tanya Axel.


"Besok. "


"Yah bos, aku pengantin baru masa harus lembur kerja sih. "Protes Axel.


"Ya baiklah 3 hari tak lebih."


Axel tersenyum lalu mengangguk,"Sudah kan? Aku mau pergi menjemput istriku. "


Denis terkekeh, "Kamu itu jadi suami atau supir?" Ledek Denis.


"Mending jadi supir istri sendiri dari pada jadi supir tunangannya yang belum juga mau di nikahi. " Balas Axel mengingat status Denis dan Sella yang sudah bertunangan hampir 2 tahun tapi tak ada kemajuan.


Daffa terkekeh melihat dua orang di depannya yang saling meledek.


.


.


JANGAN LUPA VOTE 🙏


.


.


🖤🖤


@myAmymy