
Anna yang duduk di kursi roda kini menatap tubuh lemah milik Mike yang terbaring dengan banyak alat medis.
Alex yang masih berdiri di belakang Anna dan memegang dorongan kursi roda istrinya hanya bisa menghela nafasnya pasrah, akhirnya dia membawa Anna menemui Mike.
Anna masih diam, entah apa yang tengah ia pikirkan kini meski sudah beberapa menit mereka memasuki kamar ICU itu.
"Apa kamu mau berbicara berdua dengannya sayang? " Tanya Alex, ya mungkin Anna ingin mengatakan sesuatu pada Mike tapi tak ingin ia mendengarnya, begitu pikirnya
Anna mendongak menatap suaminya, "Apa boleh?" Tanyanya penuh harap
Alex tersenyum, "Tentu saja."Jawabnya sambil mengusap kepala Anna, "Aku ada di luar. "
Anna memaksakan senyumnya, "Beri aku waktu 30 menit. "Pinta Anna
"Tentu sayang."
Cup...
Alex mengecup kening istrinya sebelum keluar ruangan dengan bunyi alat medis itu.
Sepeninggal Alex, Anna menatap Mike, lalu memberanikan diri mengambil tangan Mike dan menggenggamnya.
"King... " Sapa Anna, "Aku tau kau kuat. "Ucapnya
Anna menarik nafasnya panjang, "Kau ingat? Dulu aku pernah di posisi seperti ini, terbaring lemah antara hidup dan mati. "
"Aku seperti berada di sebuah taman yang begitu hijau dengan hamparan rumput yang lembut dan luas, Ada satu ayunan yang sama seperti di halaman rumah uncle dan aunty."
Anna tersenyum, "Ayunan dari papan dan tambang yang kau ambil dari gudang yang kau buat saat ulang tahunku yang ke 14,persis seperti ayunan itu. "
Anna menatap tangan yang di genggamnya, "Apa sekarang kau sedang berada di taman itu? "
"Aku ingat dulu aku begitu bahagia di sana, tapi kemudian aku mendengar suaramu memintaku untuk pulang, kau menangis waktu itu."
Anna tertawa kecil, "Dan akupun kembali, tapi kau kekeh mengatakan jika kau tak menangis waktu itu."
Anna menatap kosong ke depan, "Dan beberapa hari lalu aku kembali ke taman itu, aku pikir aku akan mati, tapi hal yang sama terjadi, seseorang memanggilku dan memintaku untuk pulang."
Anna tersenyum, " Seorang gadis kecil yang begitu cantik, gadis itu memanggilku mama. "
"Begitu aku membuka mata, yang pertama ku ingat adalah kau Mike, my King."
"Mike, please pulanglah, gadis kecil itu juga ingin berterimakasih padamu karena telah menyelamatkannya juga ibunya. "
Anna lalu membawa tangan Mike agar menyentuh perutnya, "Rasakan Mike, dia berterimakasih pada uncle Mike. "
Anna menghapus air matanya, "Kau ingat saat kita di hutan dan berlatih, saat itu kau mengatakan jika kau akan terus hidup untuk melindungiku. "
Anna kembali tersenyum, "Dan kau selalu membuktikannya di setiap misi kita, kau selalu melindungiku dan tak pernah membiarkanku terluka sampai dunia mengatakan jika aku lebih hebat darimu, mereka tak pernah tau jika kaulah yang terhebat di The Reapers."
"Terimakasih King, karena selalu melindungi Queenmu. "
Anna berusaha untuk turun dari kursi roda dan mendekati kepala Mike, wanita itu lalu mengecup kening Mike juga bibirnya, hanya kecupan.
"Jika kau lelah, istirahatlah di sana, tak usah mengkhawatirkanku. "
"Yang jelas, sampai kapanpun kamu memiliki tempat tersendiri di hatiku Mike. "
"Sekarang aku memiliki Alex yang akan menjagaku. Dia mencintaiku sama sepertimu, aku tak mau membandingkan cinta kalian, bagiku cinta kalian sama besarnya padaku."
"Percayalah padanya."
Anna menghapus air matanya, lalu wanita itu kembali duduk di kursi roda dan menekan tombol di pegangannya hingga kursi roda itu berbalik dan menuju pintu keluar.
Anna rasa sudah cukup apa yang ingin ia katakan pada Mike, selebihnya akan ia sampaikan segalanya pada Tuhan di setiap doanya.
Tok... tok...
Anna mengetuk pintu di depannya agar Alex tahu jika dia sudah selesai bicara dengan Mike.
Alex yang berada di luar ruangan menghela nafasnya menatap aplikasi di ponselnya, ia mendengar semua yang istrinya katakan melalui mikrophone di kalung Anna.
Ia lega mendengar semua yang istrinya katakan, dan ia berjanji pada Mike jika dia akan meneruskan perjuangan Mike dalam menjaga dan membahagiakan Anna.
Tok... Tok...
Alex tersadar dari yang ia pikirkan, lalu segera memasukan ponselnya ke saku jasnya sebelum membuka pintu untuk istrinya
Ceklek...
"Apa sudah sayang?"
"Hmm... "
Anna dan Alex pergi dari ruangan itu.
"Bang... "Sapa seseorang.
Alex berhenti, lalu menatap anak buahnya di depannya dan Anna.
"Kenapa?"
Alex mengerutkan keningnya, sebuah lencana R02 dan sebuah handphone.
"Ini... "Lirih Anna.
Alex menatap anak buahnya seolah bertanya dari mana ia mendapatkan itu.
"Waktu perjalanan ke rumah sakit, pria itu memintaku menyampaikan ini pada istrimu,bukalah ada satu pesan di sana. "
"Baik, kembali bertugas."
"Siap. "
Alex menatap Anna yang tengah mengusap lencana R02 di tangannya, Anna kembali menitikan air matanya.
Alex lalu menatap ponsel Mike dan mencoba membukanya namun layarnya terkunci.
"Ponselnya ada sandinya, bukalah ada satu pesan untukmu."Ujar Alex
Ragu-ragu Anna menerima ponsel itu, lalu membuka sandinya, "Aku mencintaimu Queen. " Ucap Anna lalu ponsel itupun terbuka.
Anna menutup mulutnya, menatap wallpaper ponsel itu, "Ini fotoku dan Mike saat ulang tahunku yang ke 17."Gumam Anna
Lalu perlahan Anna membuka isi ponsel Mike mencari pesan yang di maksud.
Klik...
Anna menekan tombol speacker di layarnya
"Gu... gunakan lencana ini... ah dan lencanamu untuk ah... mem.. buka brankas ah kita... di... tempat... itu... ah.. kau ingat... vv... vila... di... hutan."
"Ah... bangun ssebuah... k... klinik dari u.. uang itu."
"Queen....a... aku a.. akan melindunginya... bayimu.. aah... "
Anna memejamkan matanya, ia yakin Mike merekam ini saat perjalanan ke rumah sakit kemarin.
"Queen... hiduplah dengan ah... dengan baik setelah i.. ini...ddengan.. pria itu,... jika.. ah... dia menyakitimu... ah... bbbunuh saja dia. "
Anna tersenyum dan sedikit terkekeh mendengar nada ancaman Mike untuk Alex.
"Aa... ku... mencintaimu... ssselamanya. "
"Katakan... kau mencintaiku Quee..Queen aku mohon. "
Klik....
Pesan suara berakhir, Anna memeluk ponsel itu, "Hiks... "Anna menangis, "Terimakasih Mike karena sudah melindungi bayiku. "
"Hiks... "Masih dalam keadaan memeluk ponsel milik Mike, "Aku mencintaimu King. "Ucapnya
Lalu Anna mengambil tangan Alex agar pria itu bergeser lalu Anna memeluk tubuh Alex, "Maafkan aku... "
Alex menghela nafasnya, ia tahu istrinya masih mencintai Mike, kata cinta yang istrinya ucapkan tadi terdengar dari hatinya.
Anna melepas pelukannya, lalu mendongak menatap suaminya, "Maafkan aku Alex. "
Alex tersenyum, "Aku tahu, tapi aku percaya jika kamu juga mencintaiku. "
Anna hanya mengangguk lalu kembali memeluk Alex. Alex membelai rambut istrinya dan menghela nafasnya lega.
Alex segera melepas pelukannya saat di lihatnya dokter dan suster berlari ke dalam ruangan ICU.
"Mike... "Lirih Queen
"Kita lihat sayang. "
Alex lalu membawa kursi roda Anna menuju depan ruang ICU dan membantu Anna berdiri agar bisa melihat apa yang terjadi dari balik kaca jendela.
Bisa Alex dan Anna lihat jika dokter sedang memberi pertolongan pada Mike dengan alat pacu jantung.
"Mike... " Lirih Anna menyentuh kaca di depannya,sedang Alex hanya mengusap bahu istrinya
Beberapa saat kemudian, Anna menghambur ke pelukan Alex dan menumpahkan tangisnya, "Hiks... Mike... maafkan aku... "
Alex menghela nafasnya, di lihatnya dokter sudah menutup seluruh tubuh Mike di dalam ruang ICU itu, Mike pergi setelah ia mendengar Anna mengatakan mencintainya.
'Pergilah dengan tenang Mike, aku akan meneruskan perjuanganmu melindungi Anna dan membahagiakannya, tak perlu khawatir.Cintaku untuk Anna tak kalah besar darimu, istirahatlah dengan damai. ' Batin Alex
.......
.......
..................myAmymy.................
......Kalau tokoh Mike di matikan gak apa kan? Atau masih ada yang kecewa dan meminta saya berhenti menulis karena karya saya gak bermutu?......
...🖤🖤...
...@myAmymy...