
Alex dan Ana masuk ke apartemen mereka, Ana langsung duduk di sofa, ia sedikit pusing karena lelah terus berfikir hari ini.
Ia ingat jelas tadi jika Mike selalu mengikutinya meski pria itu tetap menjaga jarak aman darinya dan Alex.
"Ini sayang minum dulu."Ujar Alex menyerahkan segelas air putih pada istrinya
"Terimakasih Alex. "
Alex menatap istrinya, memikirkan kembali apa yang ia ketahui tentang Ana, tapi kenapa wanita itu tak mau menceritakan semuanya padanya.
"Kenapa? "Tanya Ana begitu ia menyadari tatapan Alex padanya.
Alex mendesah lalu duduk di sebelah istrinya.
Cup...
Alex mengecup bibir istrinya tiba-tiba membuat Ana cukup kaget dan langsung menyentuh bibirnya sendiri.
"A... ada apa?"
Alex tersenyum, "Aku merindukanmu. "
Ana langsung merasakan panas di wajahnya, wanita itu langsung salah tingkah, Perasaan cinta yang ia milikki untuk Alex serasa berbeda dengan yang ia miliki dulu untuk Mike.
"A. aku mau mandi,panas..."Gugup Ana lalu bangkit dan langsung pergi ke kamarnya.
Alex tersenyum lalu menyusul istrinya ke kamar mereka
"Tunggu sayang. "Cegah Alex saat Ana berniat meraih handle pintu kamar mandi.
"Ada apa? "
"Kita lakukan yang lain dulu,ini masih terlalu siang untuk mandi. "
"Ini sudah sore Alex, sudah jam 4."
Alex menggeleng, lalu menarik Ana ke dalam pelukannya, "Sudah aku katakan aku merindukanmu. "
Ana memalingkan wajahnya, "Rindu apa, bukankah dari kemarin kita terus bersama."
Alex menarik dagu istrinya lalu tanpa aba-aba pria itu langsung meraup bibir mungil istrinya.
"Katakan."Ujar Alex, "Katakan Ana."
"Apa? "
"Beban pikiranmu, apa yang mengganggu pikiranmu, jika tidak..."
"Jika tidak apa? "
Alex menatap lekat mata Ana, ia tahu istrinya tak akan semudah itu mengatakan semuanya, "Jika tidak maka aku akan melakukan sesuatu yang aku inginkan."
Ana menyeringai, ia tahu Alex berusaha memancingnya, wanita itu langsung membuka kancing kemeja suaminya satu persatu, "Lakukan saja apa yang kamu inginkan...sayang. "
Tepat dugaan Alex, istrinya tak akan mengungkapkan semuanya, "Jangan menyesal. "Ucap Alex lalu langsung kembali meraup bibir Ana begitu dalam dan membawa Ana melayang dalam kenikmatan bersamanya.
...................
Ana keluar kamar dengan handuk yang melilit rambut di kepalanya.
Sreng.......
Ana langsung menuju dapur dan melihat Alex tengah memasak makan malam untuk mereka.
"Masak apa? "
"Nasi goreng sayang, semoga rasanya tak mengecewakan."
Ana tersenyum lalu meraih timun di meja dan memakannya.
"Alex.... "Panggil Ana
Alex menoleh sesaat sambil tetap fokus pada kegiatan memasaknya, "Apa sayang?"
"Kamu bahagia tidak hidup denganku? "
Alex tersenyum,"Sangat."
Anapun tersenyum lega, lalu kembali bertanya pada Alex, "Jika aku mati apa yang akan kamu lakukan?"
Alex menghentikan sesaat kegiatannya, lalu kembali fokus memasak tanpa menjawab pertanyaan istrinya.
Ana mendesah, Alex tak mau menjawabnya,
Kletak...
Ana melihat sepiring nasi goreng di depannya yang baru saja Alex letakkan.
"Aku akan melindungimu meski nyawaku taruhannya kamu harus tetap hidup demi anak kita. "Ujar Alex tiba-tiba.
"Alex..."
Alex duduk di depan Ana sambil membawa sepiring nasi goreng untuknya sendiri.
"Dengar Ana, jangan pernah khawatirkan aku, aku mampu melindungi diriku sendiri, suamimu ini masih belum terkalahkan hingga detik ini dan tak akan aku biarkan siapapun mengalahkanku. "
Ana menatap Alex lekat, 'Apa dia tahu? 'Batin Ana.
"Maka percayalah jika kamu, aku dan anak kita akan hidup baik-baik saja, kita akan hidup bahagia nanti."
Ana semakin yakin untuk meminta waktu pada Mike, paling tidak sampai dia melahirkan.
"Trust me okay. "Ucap Alex
Ana tersenyum lalu mengangguk, "Ya... aku percaya padamu. "
....................
Sementara di tempat lain, Mike tengah menghadap laptop dan juga menikmati secangkir kopi.
"Sial, apa Queen membohongiku? Sudah berkali-kali aku masuk ke serverku tapi tak ada info apapun yang dia berikan. "
Lalu Mike berfikir tentang apa saja yang tadi siang ia lihat,"Kamu terlalu berlebihan memerankan peranmu Queen, aku tak mungkin menunggu lama atau kamu benar-benar akan menikmati peran barumu. "
"Ck... aku butuh dana, tapi Queen kehilangan platnya,sial..."
Cup...
Mike mengecup plat besi kecil miliknya yang ia jadikan liontin kalung.
"Apa ini Mike? "
"Ini bukti cinta kita... "
"Bukti Cinta? Maksudnya?"
"Ini akan menjadi kunci impian kita ke depan, kita akan bangun sebuah rumah sakit dengan ini."
"Aku masih belum mengerti."
"Aku memiliki sebuah brankas untuk menyimpan uang di suatu tempat dan dua benda ini sebagai kuncinya, harus keduanya. "
"Apa uang hasil pekerjaan kita sebagai..."
"Ya sayang, menurutmu dari mana lagi kita menghasilkan uang, kamu tahu sendiri, kita hanya dua orang yatim piatu, bahkan kita memiliki hutang yang tak main-main."
"Maaf, harusnya aku mati saja waktu itu. "
"Bodoh..."Mike langsung memeluk kekasihnya, "Jangan pikirkan lagi, sedikit lagi hutang nyawamu akan lunas, dan kita akan mengumpulkan kembali pundi-pundi uang untuk impian kita."
Mike menghela nafasnya panjang, "Semua aku lakukan demi dirimu Queen, tak akan aku biarkan kamu mengkhianatiku lagi. "
....................
Ana gelisah dalam tidurnya, wanita itu bahkan sampai berkeringat dingin karenanya.
"Mike... help me... "
"Queen... bertahanlah... aku akan kembali dengan uangnya... kamu bertahanlah... "
"Ini sakit Mike..."
"I know... tapi aku percaya kamu kuat. "
"Mike... Thank you... "
"Tak akan aku biarkan kamu pergi dariku Queen... "
"Ana... ana... sayang... bangun... "
Alex begitu khawatir melihat istrinya gelisah dalam tidurnya, "Ana bangun sayang... "
"MIKE.... "Ujar Ana cukup keras.
Alex tertegun mendengar nama siapa yang istrinya sebut dalam tidurnya.
"Mike.... "Ulang Alex.
Ana menoleh dan ia sedikit gugup mendapati Alex menatapnya tajam,"Siapa Mike? "
"A... Alex.... "
"Ya ini aku, Alex... suamimu dan siapa Mike? "
Susah payah Ana harus menelan salivanya, ia bingung harus menjelaskan apa pada pria di depannya.
"Alex... aku... pusing sekali..."Ujar Ana sambil memegang kepalanya.
Alex langsung khawatir pada istrinya, ia takut ptsd Ana kambuh lagi.
"Tunggu... aku ambilkan kamu air putih dulu."
Ana mengangguk, "Terimakasih."
Setelah Alex keluar kamarnya, Ana menghela nafasnya lega, "Semoga dia lupa. "
"Ini sayang... minumlah."
Ana mengangguk lalu segera minum segelas air putih hingga tandas.
"Sudah lebih baik? "
Ana mengangguk, "Jam berapa sekarang? "
"Jam 2 malam."
Ana menghembuskan nafasnya perlahan, "Alex... aku lapar... "
Alex tahu jika Ana berusaha mengalihkan pembicaraan, "Baiklah akan aku buatkan kamu makanan. "
Ana menggeleng, "Buatkan aku roti dan susu saja, pakai selai kacang."
Alex tersenyum, baiklah dia menyerah, mungkin Ana memang belum siap untuk mengatakan semuanya.
Cup...
Alex mengecup kening istrinya sesaat, "Tunggu sayang... "
Dengan lembut Alex membelai perut istrinya, "Anak papa sudah lapar hmm? "
Mendapat perlakuan seperti itu, sungguh hati Ana merasakan hangat di hatinya, "Alex... "
Baru saja Alex akan turun dari ranjang, tiba-tiba Ana menahan lengannya dan menatap heran pada istrinya.
"Aku mencintaimu, percayalah."
Alex tersenyum, "Tentu, kita saling mencintai."
Ana maju dan langsung memagut mesra bibir suaminya itu, Alex begitu baik padanya, tapi Ana tak bisa mengabaikan begitu saja jasa Mike di masalalu untuknya. Dan Ana tak mau baik Alex ataupun Mike harus kehilangan nyawa demi dirinya.
.................myAmymy.,..............
......Sabar ya buat readers setia cerita ini... ......
...🖤🖤...
...@myAmymy...