The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
Part 88



Alex mandi dengan cepat, ia tak mau istrinya menunggu terlalu lama, keluar dari kamar mandi Alex segera berpakaian, pria itupun langsung keluar kamarnya.


"Aangggghhh.... ssss. ."


Alex menajamkan pendengarannya, yakin dengan dugaannya ia bergegas turun ke lantai satu, ia yakin istrinya tak baik-baik saja.


"Ya Tuhan sayang... "Seru Alex saat melihat istrinya duduk di sofa dengan kesakitannya.


"Alex, aku akan melahirkan, tolong ketubanku sudah pecah."Ujar Anna


Alex menatap panik ke arah kaki istrinya yang terlihat basah, "A... aku harus bagaimana? "


"Cepat cari dokter, ah... sakit... "


Alex mengangguk, ia segera mengambil ponselnya dan menelpon Axel, beruntung untuk berjaga-jaga Axel dan Angel sudah beberapa hari tinggal di vila di dekat rumah mereka.


"Hallo... Axel, cari dokter istriku mau melahirkan."


"Apa Lex, kenapa tidak di bawa ke rumah sakit. "


"Tidak sempat, cepat. "


"Iya... "


Alex langsung mematikan sambungan teleponnya, lalu kembali lagi pada istrinya yang terlihat begitu kesakitan.


"Alex... sakit, punggungku seperti di tusuk-tusuk, nyeri sekali, perutku juga seperti di pelintir, pokoknya sakit..."


Alex bingung harus bagaimana, ia lalu mengusap-usap perut istrinya,"Sabar sayang... aku tau kamu wanita yang kuat, kamu ibu yang kuat. "


Alex menatap perut istrinya,'Sayang berjuanglah, papa tau kamu kuat seperti mamamu, bertahanlah tunggu dokter datang. 'Batin Alex lalu mengecup perut istrinya.


Sementara itu Axel segera memakai bajunya, ia lalu mengetuk pintu kamar mandi,"Sayang... "Seru Axel


"Aku bilang tidak ada jatah tambahan pagi ini kak. "Seru Angel dari kamar mandi


"Bukan itu, cepat mandinya,Anna mau melahirkan."


Ceklek...


"Apa...? "Anna yang sedang menggosok gigi langsung membuka pintu kamar mandi


Axel menelan paksa salivanya melihat istrinya hanya berbalut handuk mini, "Astaga. "Axel menggeleng mengenyahkan pikiran nakalnya.


"Kak... "


"Ah ya, cepat selesaikan mandimu terus ke rumah Alex, Anna mau melahirkan ,aku harus cari dokter."


"Iya, ah aku ingat sepertinya di bawah dekat pos penjaga ada rumah bidan coba saja kak Axel ke sana, aku akan ke rumah kak Alex dulu. "


"Iya sayang.... aku pergi. "


Angel segera menyelesaikan gosok giginya, ia pun bergegas berpakaian lalu pergi ke rumah Alex yang tak jauh dari Vila yang ia sewa.


............


Anna mencengkeram erat lengan Alex, bahkan satu tangan Alex sudah ia gigit demi menahan rasa sakit pada perutnya.


"Ya Tuhan ini lebih sakit dari terkena peluru."Rancau Anna.


Alex menghela nafasnya, sejak tadi Anna terus merancau,bahkan istrinya juga mengingat apa saja yang sudah ia perbuat di masalalu.


"Ya Tuhan, apa ini balasan atas dosa-dosaku di masalalu? "Rancau Anna lagi, "Apa seperti ini kesakitan saat korban yang ku bunuh meregang nyawa. "


"Demi Tuhan Anna jangan bicara seperti itu... "


"Alex kamu tidak merasakannya ini sakit sekali, aku seperti mau mati... "


Alex menghela nafasnya, ia bingung harus bagaimana.


"Kak Anna... "


Alex dan Anna menoleh, ada Angel datang sendiri.


"Di mana Axel? "Tanya Alex


"Dia sedang cari bidan. "Angel menatap Anna, "Bagaimana kak? "


"Sakit Angel.... ah aku sarankan kamu jangan dulu hamil, ini sakit sekali. "


"Astaga, sayang jangan menakuti Angel. "


"Aku siapkan dulu keperluan melahirkannya. "Ujar Angel, ia tak mau melihat bagaimana Anna kesakitan dan membuatnya takut hamil nanti.


Sekitar 10 menit kemudian Axel datang bersama seorang bidan bertubuh sedikit gemuk.


"Tolong istri saya dokter. "


"Permisi pak, biar saya periksa dulu, apa sudah menyiapkan kamar? "


"Sudah... "


"Baiklah lebih baik pindahkan istrinya ke kamar, saya akan lakukan pemeriksaan dalam. "


Alex mengangguk lalu membopong Anna ke dalam kamar yang sudah Angel siapkan tadi.


"Boleh lihat buku KIAnya? "Tanya Bidan bernama Ayu.


"Ini bu bidan. "Ujar Angel.


Bidan itu membawa riwayat pemeriksaan Anna,ia lalu mengangguk, "Baik apa mba bisa menjadi asisten saya? "


"Bisa dok. "


"Tolong siapkan air hangat. "Ujar Bidan itu lagi


"Biar saya saja. "Ujar Axel


"Baik saya cek ya bu. "


"Kenapa sakit sekali dok, punggung saya nyeri sekali... "


"Sudah pembukaan enam, sebentar lagi."


"Aaaanggghhh.... "


"Bu tolong jangan dulu mengejan, belum waktunya, simpan tenaganya untuk nanti, selain itu nanti jalan lahirnya membengkak. "


"Astaga saya tidak sengaja mengejan dok, ini kebawa sendirinya... eengghhh.... "


"Pak, tolong usap-usap perut istrinya agar tidak panik... "


"I... iya dok... "


Bidan itu lalu mulai menyiapkan alat-alatnya di bantu Angel.


"Sayang.... dengarkan kata dokter, jangan mengejan dulu. "


Anna menggeleng, "Aku... mmmhhh... tidak sengaja Alex....kebawa sendiri.... "


"Kalau begitu ayo gigit aku saja lagi..."


..................


Satu jam kemudian, Anna siap melahirkan, Alex dengan setia menemani istrinya, berkali-kali ia mengecup kening Anna dan mengecup perut istrinya itu.


"Alex... aku lemas sekali... "


"Sabar sayang... kata dokter sebentar lagi."


"Baik ibu... ikuti aba-aba saya ya... "


"Tarik nafas.... "


Anna lalu mulai mengikuti instruksi bidan Ayu, ia menarik nafasnya panjang dan mulai mengejan sesuai arahan sang Bidan.


"Eeeenggggggggghhhhhhhh.........."


"Bagus..... "


"Huuuhhh.... "


"Lagi bu... seperti tadi ya... "Bidan itu mulai mengarahkan perut Anna.


Anna mulai menarik nafasnya panjang, satu tangannya mencengkeram erat tangan Alex yang berada di belakangnya, lalu satu tangannya mencengkeram erat tangan Angel yang berada di pinggiran ranjang.


"Eeeengggggggghhhhhhhhhhhhh....... "


"Huuuhhhhh..... "


Anna merasa lemas sekali, ia meletakan kepalanya di pangkuan Alex lalu menatap sayu suaminya,"Lelah Alex.... ah.... tenagaku habis... aku tidak kuat."


Alex menggeleng bahkan pria tangguh itu sudah menitikan air matanya, "Tidak sayang aku yakin kamu bisa, kamu kuat. "


Alex menatap Bidan yang berada di depannya,"Bagaimana dok? "


"Belum kelihatan pak... "


Alex menatap istrinya yang sudah terlihat lemas sekali, "Sayang bertahanlah, berjuanglah aku tahu kamu kuat, bukan hanya kamu yang berjuang tapi putri kita juga sedang berjuang... ayo....kalian pasti bisa, aku di sini. "


Anna mengatur nafasnya, melihat bagaimana seorang Alex yang tangguh menitikan air matanya membuatnya sadar jika tak seharusnya ia menyerah, bukan hanya nyawanya yang ia pertaruhkan tapi juga nyawa putrinya.


Anna lalu menarik nafasnya panjang, dan mulai mengikuti instruksi bidan lagi.


"Tarik nafas bu... "


Anna menarik nafasnya panjang, lalu... "Eengggggggggggggghhhhhhhhhh...... "


"Iya bagus bu....sudah kelihatan kepalanya... ayo lagi... lakukan seperti tadi. "


"Ayo sayang... kalian pasti bisa... "


"Ayo kak....kakak pasti bisa... "


Anna mulai menarik nafasnya panjang dan melakukan apa yang bidan instruksikan lagi.


"Eeeeeennnngggggggggggghhh....."


"Iya bagus bu......sudah terlihat jelas kepalanya, lakukan seperti tadi lagi ya bu... jangan terputus... "


Anna menelan ludahnya, ia kembali menatap Alex yang sudah bersimbah air mata,ia harus kuat meski sebenarnya ia sudah sangat lemas, seluruh tubuhnya rasanya seperti hampir tak bertenaga, wajahnya juga berasa kesemutan, pandangannya mulai kabur, Anna harus kuat meski nafasnya ini untuk terakhir kalinya, satu hal yang harus ia ingat, putrinya berhak hidup,Alex berhak bahagia.


"Ayo bu... "


Anna menarik nafasnya panjang dan mulai mengejan lagi.


"Nggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhghhhhhhhhh..... "


"Bagus... bu... "


"Oeeeeee..... oeeeeeeee...... "


Alex langsung tersenyum menatap Bidan itu mengangkat bayinya,Anna menatap ke atas, di lihatnya wajah bahagia Alex, ia tersenyum lega sebelum pandangannya mulai buram hingga menggelap.


Alex menunduk, merasakan tangan yang menggenggamnya erat tiba-tiba terlepas.Alex menggeleng, Anna memejamkan matanya, wajahnya begitu pucat.


"Tidak... Sayang.... tidak...Anna..."Alex menggeleng lalu menepuk pelan pipi istrinya


"Anna... tidak...Anna.... "


.......


.......


................myAmymy...............


......**Siapa yang ikut nyeri sama ikut ngejan? ......


......🖤🖤......


...@myAmymy** ...