
Tuan Bram menatap dua wanita yang berdiri di depannya.Naina tersenyum sedang Raisa menunduk takut.Yang Raisa tahu Bram di kenal cukup kejam sebagai anggota DGS tertua,dia adalah seorang master di DGS. Semua anggota DGS adalah muridnya.Kemampuan pria itu dalam bertarung dan menyelidik tak di ragukan lagi.
"Naina. " Sapa papa Bram.
Naina tersenyum lalu melangkah mendekati Bram dan mengalaminya,"Apa kabar papa, maaf Naina belum sempat mengunjungi papa akhir-akhir ini."
Bram mengangguk lalu mengusap kepala menantunya itu,"Tak masalah yang penting kau baik-baik saja. "
Tuan Bram melangkah mendekat pada Raisa,memindai penampilan Raisa dari atas hingga bawah, Bram tersenyum tipis, meski wajah Raisa terlihat polos dengan usia yang memang masih muda, 20 tahun.Tapi Bram tahu pikiran wanita itu tak sepolos tampilan wajahnya.
"Aku dengar kau sedang hamil? " Tanya tuan Bram pada Raisa.
Raisa semakin menundukan kepala lalu mengangguk, "I.. iya tuan."
Tuan Bram berbalik menatap putra dan menantunya.
"Papa, itu Alex... "
Belum sempat Alex menyelesaikan ucapannya Bram lebih dulu mengangkat telapak tangannya untuk Alex tak melanjutkan kata-katanya. Bram kembali menatap wanita di depannya,ia mendekat lalu membisikan sesuatu padanya.
Mata Raisa membelalak kaget, ia menatap tak percaya pada Bram lalu menatap takut pada Naina kemudian Alex. Bibirnya gemetar, ia ingin mengatakan sesuatu tapi lidahnya kelu.
"Kau tahu apa yang harus kau lakukan wanita muda? "
"Tapi tuan, aku...aku.... "
"Terserah pilihan ada di tanganmu. "Setelah mengucapkan itu tuan Bram berbalik mendekati menantunya dan mengusap kepala Naina.
Kembali fokus pada putranya, "Sebaiknya kamu menjaga istrimu, jangan sampai ia kambuh dan jangan lagi mencari tahu masalalunya. "Ujar Bram lirih.
"Maksud papa?" Tanya Bram tidak mengerti.
Bram menatap menantunya, "Naina luangkan waktumu dan datanglah ke rumah."
"Iya pa."
Tanpa mengatakan apapun Bram langsung meninggalkan apartemen menyisakan tiga orang yang kini tengah bergelut dengan pikiran masing-masing.
Alex yang semakin penasaran dengan istrinya setelah papa Bram mengatakan hal itu,ia yakin papanya sudah mengetahui siapa Naina sebenarnya, tapi tak mungkin pria tua itu akan memberi tahu siapa Naina sebenarnya,dan itu justru malah membuat Alex semakin ingin memecahkan teka-teki masalah Naina yang ia yakin bukan hal kecil.
Sementara Raisa menunduk takut mengingat apa yang tuan Bram bisikan padanya tadi.Ia bingung harus bagaimana, ia benar-benar mencintai Alex dan ia ingin memiliki pria itu.Raisa melirik pada Naina dan kembali mengingat apa yang tuan Bram ucapkan tadi tentang wanita berstatus istri Alex itu, Raisa menggeleng, Tidak, tidak mungkin yang tuan Bram katakan tadi adalah benar,wanita itu terlihat begitu lembut, ia yakin akan mudah menyingkirkannya dari kehidupan Alex,ia tak menyangka jika pria tua itu begitu menyayangi menantunya itu, ah sial.'Batin Raisa.
Sementara Naina sangat penasaran dengan apa yang papa mertuanya itu bisikan pada Raisa juga Alex. Apa tuan Bram tak sabar menyambut cucunya dan berpesan agar Alex menjaga Raisa. Naina menggeleng, lalu ia mendekat pada Alex, "Sayang papa bilang apa tadi?Pasti dia tak sabar menunggu cucunya itu lahir ya? Iya kan? " Tanya Naina sedih.
Alex yang sibuk dengan pikirannya tersentak kaget lalu menatap Naina yang tengah memeluk lengannya, "Tidak sayang ."Lalu Alex menatap Raisa sebelum kembali menatap istrinya.
.................myAmymy..................
Alex duduk di ruang kerjanya di kantor DGS, Dia baru saja kembali dari kantor Adam setelah mengatur anak buahnya di sana, entah beruntung atau tidak karena hari ini Adam sedang tak ingin ke kantor dengan alasan sakit, heh padahal Alex sudah sangat hapal bagian mana yang sakit dari pria itu dan siapa yang jadi dokternya. Tapi karena itu juga Alex menjadi memiliki waktu untuk menyelidiki masalahnya.
Joan masuk ke ruangan Alex,"Bang." Panggil Joan.
Alex melirik pada asistennya dengan tangan yang memegang dagunya,"Ada perkembangan?"
Joan mengangguk, "3 minggu lalu Raisa datang ke klinik kandungan bersama Tina. "
"Lalu? "
"Maaf baru kami ketahui kemarin jika ternyata Tina sudah berhenti dari CLUB dan pulang ke kampung halamannya. "Ujar Joan sambil menunduk.
"Lalu? "Tanya Alex lagi. Joan jelas tahu jika Alex sangat tidak menyukai laporan yang setengah-setengah.
Joan menghela nafasnya, "Team 15 sedang menjemput Tina. "
Alex mengangguk, "Saya mau besok wanita itu sudah ada di sektor 5."
"Siap bang. "
Alex mengangguk lalu Joan berbalik pamit sebelum Alex menghentikan langkahnya.
"Panggil Mondi,minta dia menghadapku sekarang. "
"Siap bang. "
Setelah satu jam menunggu, kini di hadapan Alex berdiri anak buahnya yang seusia dengan Axel adiknya.
"Bang." Sapa Mondi dengan raut wajah bingung,sungguh ia tak tahu ada apa sampai dia di panggil oleh pemimpinnya, ini sesuatu yang langka dan itu cukup membuatnya takut, mungkin saja ia membuat kesalahan.
Alex masih duduk di kursi kebesarannya, menatap tajam pada pria muda di depannya,tangan Alex terlipat di depan dadanya memindai penampilan Mondi dari atas hingga bawah.
"Sudah berapa lama kau ikut denganku? "
"Tujuh tahun bang. "
"Kenapa kau bisa ikut denganku? "
"Untuk membalas dendam kematian orang tuaku. "Jawab Mondi yakin.
Alex mengangguk, "Apa sudah terbalas?"
"Sudah bang, berkat anda. "
Alex mundur dan menyandarkan punggungnya pada kursi, "Seberapa persen kesetiaanmu padaku? "
"100% bang. "
"Oke... apa hubunganmu dengan Raisa? "Tanya Alex langsung tak mau basa basi lagi.
"Raisa? "Tanya balik Mondi terlihat gugup.
"Ya.. Raisa, wanita malam di CLUB malam milikku. "
Mondi menunduk,terlihat jelas di mata Alex jika ada keraguan di mata Mondi,dan itu membuatnya semakin yakin ada sesuatu di antara mereka.
"Katakan atau kau tahu cara kerjaku untuk orang yang mencoba mencari masalah denganku. "
Mondi memberanikan diri menatap Alex, menarik nafasnya panjang sebelum ia menjawab pertanyaan Alex, "Raisa..... "
..................myAmymy...................
Naina di buat kesal dengan kelakuan Raisa di dalam apartemennya, wanita itu terus saja berbuat sesukanya, menonton televisi sambil menghabiskan makanan yang ada di kulkas dan membuang bungkusnya sembarangan.
"Sebaiknya kamu menyerah, aku tahu siapa Alex lebih darimu, sebelum bertemu denganmu kau tahu? Pria itu selalu datang padaku untuk bercinta. Dan apa kau tahu? Alex tak pernah membolehkan aku melayani tamu lain, eksklusif hanya dia. "Raisa mengusap perutnya,"Dan sekarang ada anak Alex di dalam sini. "
"Bercinta? " Beo Naina.
Raisa berdiri dan menghampiri Naina yang tengah memegang sapu, memindai penampilan Naina yang sangat sederhana,"Kau pikir Alex tertarik denganmu yang seperti upik abu ini. "Ujar Raisa sambil mencengkeram pergelangan tangan Naina.
"Arghhhh.... "Raisa terbelalak kaget dengan apa yang Naina lakukan padanya, wanita itu dengan gerakan cepat membuatnya tak berkutik dengan mengunci tangannya di belakang punggungnya,"Lepas sialan." Teriak Raisa.
Naina mendengus,"Jangan macam-macam denganku, kau begitu membanggakan bayi dalam kandunganmu kan? "Bisik Naina di telinga Raisa.
"Ma... mau apa kau? "
Naina tersenyum tipis, "Bagaimana jika aku.... "
"Arghhhh.... " Teriak Raisa saat Naina menekan tangannya lagi.
"Bagaimana jika aku melenyapkan bayi itu, atau kau sekalian?"Ucap Naina dengan mata yang terlihat menggelap.
...............myAmymy................
Kira-kira ada apa di antara Raisa dan Mondi ya?
Terus Kira-kira apa yang akan di lakukan Naina pada Raisa?
...🖤🖤...
...@myAmymy...