The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
Part 33



Angel menutup mata Lucas saat mereka sampai di depan apartemen milik Alex yang selama ini ia dan Axel tinggali. Rencana pindah ke apartemen Axel mereka urungkan karena Axel berubah pikiran dan berniat menjual apartemennya untuk tambahan biaya membeli sebuah rumah untuk mereka huni nanti.


Axel termasuk pria mandiri, apapun yang ia punya sekarang adalah hasil usahanya sendiri sejak ia bekerja pada Daffa yaitu adik ipar dari bos besar DGS, Adam Darmawan.


Memberi kode pada Axel agar segera membuka pintu apartemennya,Angel membisikan sesuatu pada Lucas,"Kamu siap Lucas?"


"Hmm.. siap kak, akutuh udah enggak sabar,kayak apa sih rumah sebuah keluarga."


Ucapan polos Lucas menyentil hati Axel. Ia tersenyum tipis mendengar rumah sebuah keluarga yang ia sendiri tak tahu seperti apa. Masa kecilnya hanya ada rumah dengan beberapa asisten rumah tangga,dan sekarang di saat ia baru saja memulai berumah tangga tiba-tiba ia langsung mendapatkan bonus seorang anak berusia 7tahun.


"Ayo maju sayang. " Ujar Angel setelah Axel membuka pintu apartemen,"Kamu siap Luc?"


"Hmm... aduh kak... dada aku kok deg-degan ya?"Ucap Lucas bingung dengan apa yang ia rasakan saat ini.


Angel memeluk Lucas,"Buka saja matanya. " Ucap Angel karena Lucas tak kunjung membuka matanya meski tangan Angel tak lagi menutup matanya.


Perlahan Lucas membuka matanya,dan tiba-tiba matanya membola melihat ada sebuah PS2 di depan matanya.


"Woahhhh.... apa ini?" Seru Lucas antusias.


Axel mendekat dan jongkok di depan Lucas,"Itu mainan milik om? Kamu mau pinjam? "


Dengan cepat Lucas mengangguk.


Axel nampak berfikir, "Hmmm... kamu harus bayar, perjamnya 5 ribu bagaimana? "


Lucas langsung menunduk sedih, ia sadar ia tak punya uang sepeserpun. Hidup di panti bisa makan dan sekolah saja ia sudah sangat bersyukur.


"Kak... " Tegur Angel karena Axel masih saja berniat menggoda Lucas.


Axel menghela nafasnya,lalu ia mengusap kepala Lucas dan mengangkat dagu bocah itu agar menghadapnya, "Kalau kamu tidak punya uang kamu bisa membayarnya dengan cara lain. "


Mata Lucas langsung menatap penasaran pada pria dewasa di depannya,"Apa om?" Tanyanya tak sabar.


Axel menunduk lalu mengambil telapak tangan mungil bocah di depannya dan menggenggamnya dan menepuknya pelan.


"Kamu bisa mengganti bayarannya dengan sebuah keluarga!" Ucap Axel yakin.


Namun Axel lupa jika ia tengah berbicara pada bocah berusia 7tahun lebih di depannya.


"Kak, Lucas mana paham. " Tegur Angel,ia lalu ikut berjongkok di depan Lucas dan membelai pipi anak itu yang masih terlihat bingung.


"Maksud om Axel, mulai sekarang kamu panggil om Axel dengan sebutan papa, dan kak Angel mama. " Ujar Angel menjelaskan.


"Nah itu maksud om, eh maksud papa Axel yang tampan ini. Bagaimana? "


Lucas menatap Axel dan Angel bergantian, Mata bocah itu mulai menggenang, ia bingung harus seperti apa mengatakan perasaan bahagia yang ia rasakan sekarang.


"Jadi... sekarang Lucas punya mama dan papa..hiks."


Angel tak bisa menahan harunya, ia langsung menarik Lucas ke dalam pelukannya,"Iya sayang, sekarang kamu punya mama dan papa.Kamu punya sebuah keluarga sekarang,jangan lagi bersedih ya... "


Axel pun tak bisa menahan harunya, ia memalingkan wajahnya kesamping seraya memejamkan matanya agar air matanya tak keluar.


"Lucas senang sekali kak... akhirnya Lucas punya keluarga yang Lucas mau... Lucas cuma mau kak Angel, dan... " Lucas beralih menatap Axel, "Dan om Axel yang hebat ini. " Lucas langsung menghambur memeluk Axel membuat Axel menjatuhkan pantatnya karena terdorong Lucas.


"Lucas ingin sekali punya papa yang hebat seperti om Axel, bisa main bola bisa main ketepel dan memanjat pohon dengan hebat seperti spiderman,Om Axel jadi papa Lucas."


Meski sedikit tak percaya atau kaget dengan alasan bocah itu menginginkannya menjadi papa untuknya Axel tak bisa menahan bahagianya, ia membalas pelukan Lucas sama eratnya sambil membelai rambut Lucas.


"Tentu, mulai saat ini kamu harus memanggilku papa, dan mama pada kak Angel. "


Lucas mengangguk,"Iya pa... makasih... Lucas senang banget."


Melepas pelukannya Lucas beralih pada Angel dan memeluknya, "Mama... "


Angel menangis bahagia, akhirnya keinginannya mengadopsi Lucas bisa terwujud berkat pria yang ia temui tanpa sengaja beberapa bulan lalu di sebuah kedai.


"Terima kasih kak. " Gumam Angel lirih.


Axel tersenyum menyeringai lalu maju mendekati Angel dan tanpa izin langsung mengecup bibir Angel yang tengah memeluk Lucas membuat Angel membulatkan matanya lalu melepas pelukannya pada Lucas.


"Ehem..... "Angel berdehem untuk menetralkan kekagetannya tadi,"Mmm... Lucas sekarang kamu main sama om, eh papa dulu ya!Ma..ma..mama mau masak untuk makan siang dulu. "


Lucas mengangguk lalu berbalik menatap Axel, "Kita mau main apa pa?Lucas belum tahu biasanya papa sama anak itu main apa?"


Axel tersenyum lalu berfikir,"Bagaimana kalau kita main PS itu atau oh ya... ada ini juga."Tunjuk Axel pada sekotak mainan baru bergambar lego pada Lucas.


"Woahhh.... apa ini pa? Apa ini untuk Lucas?"


"Wah... siapa bilang?Ini punya papa."Goda Axel, membuat Lucas menggelengkan kepalanya,


"No... ini untuk Lucas."


Axel terkekeh,"Ya baiklah ini untuk jagoan baru papa,ayo kita bongkar ini."Seru Axel tak kalah antusias.Jujur dalam hati dulu ia sangat menginginkan hal seperti ini ia lakukan bersama papa Bram, namun itu hanyalah sebuah angan yang tak pernah terwujud dalam hidupnya.


Dan kini momen itu bisa ia rasakan saat ini dalam peran yang berbeda.


Angel tersenyum bahagia di sela kegiatan memasaknya,sesekali ia melihat ke ruang depan televisi di mana Axel tengah seru bermain bersama Lucas.


Angel menggelengkan kepalanya karena Axel yang terus saja menggoda Lucas membuat anak itu berkali-kali kesal di buatnya.


"Astaga kak Axel mau sampai kapan dia terus menggoda Lucas." Ucap Angel sambil mengaduk dua buah gelas berisi es sirup di atas nampan.


Angel mendekat pada Axel dan Lucas sambil membawa dua gelas minuman dingin yang ia buat baru saja.


"Asyik banget mainnya. " Ucap Angel sambil meletakan minuman yang ia bawa tadi di atas meja.


"Lihat Angel, dia lucu sekali saat sedang kesal." Ujar Axel yang tengah duduk sambil memeluk pinggang Angel dan menariknya agar duduk di sampingnya.


"Lihat papa yang curang dari tadi,dia terus menghancurkan buatanku. " Protes Lucas.


"Hahaha... karena papa monsternya jadi tugasnya menghancurkan."Seru Axel sambil mendusel ke perut Angel.


Angel menyadari modus Axel lalu langsung mencubit pinggang pria buaya darat itu.


"Aws.... kok mama cubit papa sih? " Protes Axel membuat Angel yang berniat marah malah jadi tersipu malu mendengar panggilan papa mama dari Axel.


"Wah,ligat Lucas mama kamu merah pipinya sampai ke telinga. "


Lucas mengangguk,"Iya mama kenapa mukanya merah?"


Angel langsung gelagapan, "Ini... ini... karena... karena di sini panas banget."Ucap Angel sambil mengambil gelas berisi minuman dingin yang ia buat tadi dan meminumnya hingga tandas.


"Loh mama, itu kan minuman buat papa dan anak kita. "


Blush....


Wajah Angel semakin memerah mendengar Axel yang masih saja menggodanya, segera ia berdiri dan menutup wajahnya,lalu berbalik menuju dapur lagi.



............myAmymy...........


Gimana part ini khusus keluarga bahagia baru nih... Seru Gak papa dan mama nya Lucas?


...KOMEN DONG, BIAR RAME GITU...


...EH JANGAN LUPA VOTE NYA OKE...


...🖤🖤...


...@myAmymy...