The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
Part 79



Alex terus saja menyusuri perkampungan kosong itu, hari semakin gelap dan dia belum menemukan Anna.


"Ini sudah di ujung kampung, ck... Kemana aku harus mencari lagi? "


Sreak...


Alex langsung berbalik, ia mengerutkan keningnya saat melihat seseorang seperti baru saja keluar dari arah hutan, dengan cepat Alex bersembunyi di balik salah satu dinding rumah.


"Hah... sial, tusukan Queen masih membuatku lemas. "Gumam Mike sambil meraba belakang lehernya.


Alex menajamkan tatapanny, di depannya tak jauh darinya, berdiri laki-laki yang membuat ia kehilangan istrinya.Tanpa pikir panjang, Alex langsung keluar dari persembunyiannya.


"Kau... "Kaget Mike melihat Alex tiba-tiba muncul di depannya,pria itu langsung mengambil pistol dari balik jaket yang ia kenakan.


"Di mana istriku? "Tanya Alex.


"Cih..."Mike tak menjawab, pria itu hanya meludah.


"Katakan di mana istriku berengsek."Geram Alex menahan kesal.


Mike langsung mengarahkan pistolnya kepada Alex, "Katakan di mana kau mau aku menembakmu? "


Alex langsung menatap tajam pria di depannya, lalu dengan cepat Alex maju dan mengambil alih pistol dari tangan Mike dan membuangnya asal.


"Jika kau belum lebih hebat dari R01 maka jangan mimpi mampu mengalahkanku. "Ujar Alex masih mencengkeram erat tangan Mike di depannya.


Alex tersenyum, hingga tiba-tiba Alex merintih.


"Asshhh... "Alex langsung melepas cengkraman tangannya pada Mike dan mundur, di lihat bagian lengan kirinya tersayat cukup dalam di sana.


"Kau lupa jika aku lebih pandai menggunakan pisau. "Ujar Mike.


"Kau harus tahu jika luka seperti ini tak bisa melumpuhkanku. "Ujar Alex hingga beberapa saat kemudian terjadi pertarungan antara Alex dan Mike.


Kedua pria itu sama-sama memiliki kemampuan beladiri yang cukup hebat, dan mereka sama-sama tak mau mengalah.


....................



Anna duduk bersandar pada dinding sebuah ruangan tempat ia berada, wanita itu perlahan dengan tangan gemetar menyentuh perutnya.


"Ah... mama mohon bertahanlah sayang. "Gumam Anna saat merasakan keram di perutnya, dia belum makan bahkan minum seharian,tubuhnya benar-benar lemas.


Anna benar-benar tak menyangka jika dia akan bertemu dengan orang itu lagi setelah hampir 15 tahun.


"Sayang... "


Anna menelan paksa salivanya melihat seseorang di depannya, ia masih ingat betul dengan wajah di depannya, seseorang yang membawanya masuk ke lembah hitam pertama kali.


"Akhirnya kita bertemu lagi. "


Anna melangkah mundur setiap orang di depannya maju mendekatinya, wanita itu menggeleng, "Tidak... jangan mendekat. "


Orang itu tersenyum, "Kenapa? Aku tak akan macam-macam, aku hanya ingin kamu membayar atas apa yang kau lakukan padamu dulu. "


Anna masih menggeleng, "Tidak... "


"Kemari, ayo kita selesaikan penelitian kita. "


Anna terus menggeleng, ia membelai perutnya, ia bukan takut, yang ia khawatirkan adalah anak dalam kandungannya.


Anna benar-benar bingung, bagaimana orang itu masih hidup dan kini berdiri sempurna di depannya ,ia ingat jika dulu, dirinya sudah menambaknya beberapa kali.


"Tak usah bingung, aku bukan hantu, kau masih kecil waktu itu, tembakanmu hanya sebuah tembakan asal yang tak bisa melawan keberuntunganku. "


Brakk...


Anna tersentak saat tiba-tiba pintu terbuka di depannya, "Ini makan."


"Om... Anna mohon lepaskan Anna om. "Ujar Anna memohon.


"Cepat makan, nanti subuh akan ada yang menjemput kita."


Anna menggeleng, "Anna mohon om... "Dengan susah payah, Anna merangkak mendekat, "Lepaskan Anna... "



Dengan kasar pria paruh baya itu menyentak tangan Anna dan mendorong wanita itu hingga terduduk.


"Ah... "Pekik Anna langsung memegang perutnya.


Pria paruh baya itu tersenyum, "Kau sedang hamil?"


Anna menelan paksa salivanya, "Jangan... "Lirihnya.


"Kalau begitu sebaiknya kamu menurutiku. "


Setelah mengatakan itu, pria paruh baya itu keluar ruangan meninggalkan Anna sendiri.


"Ya Tuhan, kenapa laki-laki psikopat itu masih hidup. "


.....................


Alex dan Mike masih terus berduel,mereka lupa jika mencari Anna adalah yang paling penting sekarang.


Alex dan Mike tiba-tiba terpisah, ada Adam dan Axel datang bersama anak buah DGS yang lainnya.


"Alex lebih baik kita cari Anna sekarang, baru saja ada rekaman suara lagi, Anna bersama seseorang yang ia panggil om. "


"Apa... jadi dia sudah di temukan? "Ujar Alex


Lain dengan ekspresi Mike yang terlihat panik, "Sial itu pasti si tua bangka itu. "


Alex yang lain langsung menoleh pada Mike, " Apa maksudmu?"


Mike langsung melepas paksa cekalan anak buah DGS padanya.


"Lepas... "


"Tunggu... "Cegah Alex saat melihat Mike berniat kabur.


"Lepas, Queen dalam bahaya, tua bangka itu sangat dendam dengan Queen."


"Queen? "Tanya Alex tak mengerti hingga Mike berlalu pergi, Alex masih bingung.


"Queen panggilan kesayangannya pada Anna, King and Queen.. ck... dia pria yang romantis."Ujar Axel menepuk bahu kakaknya.


Alex mengepalkan tangannya menahan rasa cemburunya, lalu ia menghela nafasnya, saat ini hal itu tak penting.


"Axel cari lagi titik lokasi istriku. "


Axel menghela nafasnya lalu mengangguk, "Tentu. "


Alex beralih pada Adam dan Joan, "Kalian berpencar cari istriku."


"Ck... baiklah. "Jawabnya kesal karena Alex berani memerintahnya.


....................


Anna baru selesai menghabiskan makanan yang pria tua itu berikan, mantan orang tua angkatnya. Anna berani memakan makanan itu karena Anna yakin jika pria tua itu tak mungkin meracuninya,pria tua itu tak mungkin membunuhnya hanya dengan racun.


"Akhirnya kamu makan nak. "Ucapnya lega sambil membelai perut besarnya.


Anna berfikir, haruskah ia menurut begitu saja, ikut dengan pria itu? Jika bukan karena kehamilannya tentu bukan hal sulit untuk melumpuhkan pria tua itu atau sekedar meloloskan diri, tapi Anna tak mau mengambil risiko untuk bayi dalam kandungannya


"Tapi, ikut dengannya sama saja mengantar kematian, aku harus melindungi bayiku. "


Dengan terlatih Anna bangkit, lalu melihat ke sekelilingnya, hanya ada fentilasi udara yang cukup tinggi dan tak ada kursi atau barang apapun yang bisa ia gunakan untuk memanjat.


Anna menatap pintu di depannya, ia tak mau pasrah begitu saja, ia harus kabur dan mencari bantuan, ia yakin Alex sedang mencarinya, atau ia bisa kembali pada Mike.


Mike, setidaknya Mike lebih mudah di bujuk, Ck... tiba-tiba Anna menyesal telah kabur dari Mike,tapi apa yang bisa ia lakukan, ia tak mau berkhianat dengan melakukan sex dengan Mike, bagaimanapun dirinya masih berstatus istri Alex.


Anna melangkah ke dekat pintu lalu ragu-ragu mengetuknya.


Tok.. tok...


"Uncle... "Lirihnya.


Anna mendesah saat tak mendapat respon apapun, "Apa dia pergi? "Gumamnya


Dak...


Anna tersentak saat mendengar suara gaduh di luar, lalu ia melangkah mundur saat melihat handel pintu di depannya bergerak.


Ceklek...


"Ada apa? "Tanya si pria tua itu


"Uncle, A.. Anna mau buang air besar. "


"Ck... buang saja di sudut ruangan itu. "Tunjuknya pada pojok ruangan yang ana tempati


Anna langsung menggeleng, "Anna butuh air."


"Kau mau kabur kan? "


Anna langsung menggeleng, "Tidak, uncle bisa mengikutiku dan menungguku di depan toilet. "


Pria tua itu mendesah, "Baiklah. "Ujarnya lalu segera mencengkeram erat tangan Anna dan membawanya keluar menuju toilet.


Anna terus memindai tempat ia di sekap, ia pikir ia bisa melakukan sesuatu untuk meloloskan diri dari pria tua itu.


Hingga....


.


.


................myAmymy................


...**Mana Votenya nih? ...


...🖤🖤...


...@myAmymy** ...