The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
part 09



Alex membuka pintu apartemennya dan mempersilakan wanita yang di tolongnya tadi untuk masuk.


"Masuklah, tidak perlu takut. "


Ragu-ragu wanita bernama Naina itu masuk ke dalam apartemen pria yang baru saja ia jumpai.


Memasuki apartemen di lihatnya baik-baik ruangan bernuansa hitam putih itu.


"Ini.. Kau mandilah, maaf aku tak memiliki pakaian wanita,kau bisa memakai kemeja ini,besok akan aku belikan kau pakaian."


Naina hanya mengangguk kecil sebagai jawaban tapi dia bingung harus kemana dia melangkahkan kakinya.


"Ah maaf, itu pintu kamar mandinya." Tunjuk Alex pada satu pintu di pojok ruangan saat menyadari kebingungan wanita itu.


Dengan ragu wanita itu melangkahkan kakinya ke kamar mandi.


Sementara Alex duduk di sofa memikirkan semua yang terjadi barusan. Alex ingat 7 orang itu memiliki gerakan yang tak asing untuknya. Bukan Eagle atau yang lain.


Dia harus mencari tahu siapa wanita ini. Bolehkan dia berharap jika wanita ini adalah Naina nya,meski wajah wanita itu belum terlihat jelas, tapi postur tubuhnya hampir sama dengan Naina, hanya wanita ini lebih kurus dari istrinya dulu.


Melupakan sejenak pemikirannya Alex bangkit dan melangkah ke dapur. Alex berfikir wanita itu pasti belum makan. Melihat isi lemari dapurnya Alex memutuskan untuk membuatkan pasta untuk makan malam mereka malam ini.


Alex ingat jika Naina sangat menyukai  Fettuccine Carbonara,maka Alex berniat untuk membuat menu itu saja. Setelah sedikit lama Alex berkutik di dapur akhirnya apa yang ia masak tersaji cantik di dua piring di atas meja dapur.


Alex meletakan satu gelas air putih di meja hingga pandangannya jatuh pada sepasang kaki putih telanjang di depannya. Perlahan pandangan Alex naik ke atas.


'Astaga' Gerutu Alex dalam hati, ia menyesali kenapa ia memberikan kemeja berwarna putih yang tak cukup tebal untuk menyembunyikan sesuatu yang ada di baliknya.


Dengan susah payah Alex berhasil menelan salivanya. Dia pria normal yang sudah lama berpuasa dan sekarang di hadapannya ada wanita yang terlihat menggodanya. Tidak wanita itu tak menggodanya tapi dia salah memberikan pakaian untuknya.


Wanita itu hanya terdiam, dia bingung harus melakukan apa. Sementara pria di depannya hanya berdiri di depannya dengan tatapan yang membuatnya risih.


Bau makanan di meja membuat Naina teringat akan rasa laparnya.


Kriukkkkkk


Alex tersentak saat mendengar suara yang Alex yakin berasal dari perut wanita di depannya.


'Astaga... ' seketika harapan di hati Alex sirna saat menyadari wajah wanita itu berbeda dari Nainanya. Dia bukan Naina, wanita itu bukan istrinya.


Segera Alex menetralkan kembali degub jantungnya yang sempat berpacu tadi.


"Kau lapar kan? Mari makan, ku harap kau suka makanannya."


Wanita itu hanya mengangguk lalu mengekori Alex menuju Sofa.


"Maaf apartemen ini kecil tak ada meja makan di sini. " Alex meletakan 2 piring berisi pasta itu di meja kaca depan sofa kemudian ia kembali ke dapur untuk mengambil air minum.


Kembali setelah memgambil air minum Alex segera memejamkan matanya saat melihat wanita itu duduk di karpet dengan bersila menampilkan paha putih mulusnya hingga ke pangkalnya,bahkan sedikit lagi Alex pastikan ia bisa melihat yang lainnya.


"Sial.."Gumamnya pelan. Meletakkan 2 gelas tadi di meja Alex berlalu ke ranjang di belakangnya untuk mengambil selimut.


"Maaf, bisakah kau tutupi itu pakai ini. " Ujar Alex.


Naina sedikit bingung hingga ia sadar bagian mana yang di tunjuk pria itu dengan dagunya. Segera ia rubah cara duduknya dan merapatkan kedua pahanya," Terimakasih. " Cicitnya lirih.


Alex bernafas lega lalu ikut duduk di karpet depan wanita itu," Makanlah setelah itu kau bisa ceritakan apa yang terjadi."


Naina mengangguk lalu segera melahap makanan yang tersaji di depannya.


Alex mengurungkan niatnya untuk makan di saat ia melihat betapa lahapnya wanita asing yang ada di depannya.


Naina melirik Alex yang hanya diam,


Pria di depannya ini hanya melihatnya saja dari tadi. Mata Naina melirik piring milik Alex, perutnya masih sangat lapar. Hingga seketika matanya berbinar saat Alex mendorong piring milik pria ke depannya.


"Makanlah, sepertinya kau sangat lapar. "


Naina tersenyum lalu dengan semangat ia kembali menyantap makan malamnya.


Melihat Naina yang baru saja meletakan gelas kosong di hadapannya.Alex berfikir ingin mencari tahu apa yang terjadi pada wanita itu.


"Apa kau sudah bisa menceritakan apa yang terjadi?" Tanya Alex penasaran. Ia harus tahu siapa wanita ini dan apa yang terjadi padanya agar dia bisa membantunya bukan.


"Na  namaku Nnnnaina.... " Ucapnya ragu-ragu.


Alex mengangguk, " Aku Alexander Manuella.. Kau bisa memanggilku Alex."


Naina mengangguk," Aaku ingin pulang,bbisakah kau memmbannntuku... "


Alex menghela nafasnya, " Santai saja, aku tak akan menyakitimu, tak perlu takut. "


Naina menundukan kepalanya," Aku tidak tahu siapa diriku, aku hanya tahu mereka memanggilku Naina."


"Bagaimana kau tahu jika kau orang indonesia?"


Naina menggeleng," Dia.. Pria itu.. Dia orang indonesia."


"Dia siapa?" Tanya Alex makin penasaran.


"Aaa.... " Teriaknya takut hingga ia menutup wajahnya dengan telapak tangan.


Alex segera mendekati Naina dan memeluknya," Tenanglah tak perlu takut kau aman sekarang."


Naina langsung membalas pelukan Alex dengan begitu erat.


'Sialan' Batin Alex saat menyadari sesuatu yang lain menempel pada dadanya.


"Dia dia membawa anakku.. Aku.. Aku harus ke indonesia,aku harus mencari anakku.. "


Alex terus mengusap punggung Naina agar wanita itu tenang,"Sudah aku akan membantumu. "


Setelah beberapa saat,di lihatnya wanita itu sudah tenang, Alex melepaskan pelukannya.


"Sebaiknya kamu istirahat dulu...tidurlah, besok kau bisa ceritakan lagi apa yang terjadi. "


Naina mengangguk, ia merasa tak tahu harus berbicara dari mana lagi.Dia mulai menggerakan tubuhnya untuk berdiri,namun tiba-tiba dia limbung hingga Alex harus memapahnya ke ranjang.


"Tidurlah di sini, aku akan tidur di sofa."


Naina menganggukkan kepalanya, "Terimakasih tuan... "


"Panggil saja Alex." Alex segera menyelimuti tubuh Naina hingga lehernya. Lalu berbalik ke sofa dan membaringkan tubuhnya di sana.


Alex menatap langit-langit apartement,menghela nafasnya panjang.Malam ini dia sangat merindukan Naina,istrinya.


Menolehkan wajahnya ke samping di mana di ranjangnya terlelap seorang wanita bernama Naina,tapi dia bukan Nainanya.


"Aku merindukanmu Naina... "


..............


Pagi harinya Alex terbangun saat mencium aroma harum di apartementnya.


Alex langsung bangkit saat mendengar suara gesekan benda dari arah dapurnya.


Sreng.. Sreng...


Alex tertegun melihat seorang wanita berdiri di sana.


"Naina... "


Alex langsung berdiri dan melangkahkan kakinya ke arah wanita itu. Hati Alex membuncah bahagia melihat Nainanya kembali.


"Sayang... " Ujar Alex langsung memeluk wanita itu dari arah belakang.


"Eh... " Pekik wanita itu kaget.


"Aku sangat merindukanmu.. " Bisik Alex sambil mencium leher wanitanya.


"M... Maaf ttttuan... " Lirih Naina yang langsung merasa risih dengan perlakuan Alex.


"Hmmm... " Alex masih menikmati aroma dari wanita yang ia peluk hingga detik berikutnya ia tersadar.


"Tuan... " Gumam Alex langsung teringat sesuatu. Segera ia melepaskan pelukannya dan mundur ke belakang.


Naina langsung berbalik dan menatap ragu pada tuan yang sudah menolongnya semalam.


"Maaf... " Ucap Alex lirih.


Segera Alex berbalik ke ranjangnya dan merebahkan dirinya di sana. Satu lengannya ia gunakan untuk menutup matanya,sementara tangan yang lainnya ia gunakan untuk memegang dadanya.


Jantungnya masih berdegup tak karuan. Dia baru saja memeluk wanita lain yang bukan istrinya.


'Kenapa tubuhnya begitu mirip Nainaku, bahkan aroma tubuhnya sama, sadar Alex dia dia bukan Nainamu'Batin Alex.


"Sial... " Gumam Alex bangkit menuju kamar mandi.


Brakkk....


Naina yang kaget langsung menatap pintu kamar mandi yang di tutup kasar oleh Alex.


.


.


Jalan cerita masih panjang...sabar readers 😀


.


.


🖤🖤


@myAmymy